Hentikan Kriminalisasi Ulama', Ajaran dan Simbol Islam - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, August 23, 2019

Hentikan Kriminalisasi Ulama', Ajaran dan Simbol Islam





Oleh: Mochamad Efendi

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dicintai rakyat. Seorang pemimpin harus dekat dengan ulama' agar dapat legitimasi dari umat. Pemimpin harus bersikap terbuka dan mendengar setiap perkataan ulama' bukan malah ulama' dikriminalisasi. Ulama' adalah pewaris para nabi karena keilmuannya tidak diragukan lagi. Ulama' harusnya dijadikan rujukan dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan karena ulama' adalah wakil umat di luar parlemen. Ulama' menyuarakan kebenaran dan keinginan rakyat saat anggota dewan tidak lagi perduli dengan mereka. Saat anggota dewan hanya melegitimasi setiap kebijakan penguasa meskipun merugikan rakyat, ulama'lah yang akan berani menyuarakan keberatan atas kebijakan yang merugikan rakyat.

Ustad Heru Ilyass atau UAS yang menyampaikan kebenaran atas ajaran yang bersumber dari keyakinan mereka dilaporkan sebagai kriminal. Sungguh, tidak pantas ulama' dikriminalkan hanya karena beliau menyampaikan yang benar.  Sementara mereka yang benar-benar dengan sengaja menistakan ajaran Islam dan simbol pemersatu umat dibiarkan seolah mereka tidak tersentuh hukum seperti yang dilakukan Wiranto, menteri agama Lukman Hakim dan Mahfud MD dalam pernyataannya, padahal mereka adalah pejabat publik. Mereka harusnya hati-hati karena pernyataannya bisa memprovokasi umat. Mereka tidak layak membenci apalagi melarang ajaran dan simbol-simbol agama Islam.  

Tentu kita ingat bagaimana wiranto melarang khilafah, ajaran Islam. Padahal tidak satupun keputusan hukum atau produk peraturan perundangan yang melarang khilafah, Akhmad Khozinudin menjelaskan kepada Media Umat Edisi 246. Sebagai menteri kordinator bidang politik dan keamanan, wiranto tidak boleh melarang sesuatu yang berdasarkan asumsi dan pendapatnya sendiri. Apalagi yang dilarang adalah ajaran Islam. Dia  sudah menistakan ajaran Islam, khilafah. Dia harusnya lebih tegas melarang paham komunis yang jelas dilarang oleh Undang -Undang. Wiranto harusnya dituntut karena sudah mengkriminalkan ajaran Islam.  

Begitu juga, menteri agama, Lukman Hakim harusnya dilaporkan atas tanggapannya terhadap Siswa MAN di Sukabumi yang dengan bangga mengibarkan bendera tauhid. Dia malah menginstruksikan untuk menginvestigasi siswa MAN yang mengibarkan bendera tauhid. Dia harusnya diinvestigasi karena sudah berani mengkriminalkan simbol dari agama Islam.

Mahfud MD, dalam responnya pada kasus Enzo, anggota Akmil yang terancam dikeluarkan dari anggota TNI karena ditemakan foto di Facebooknya kedapatan dengan bangga membawa bendera tauhid. Dia menyampaikan bahwa TNI telah kecolongan. Dalam pernyataannya seolah dia menganggap bahwa membewa bendera tauhid. Sungguh, apa yang disampaikan Mahfud MD adalah bentuk mengkriminalkan simbol Islam

Ustad Heru Ilyasa adalah ulama' yang tulus dan lurus sehingga banyak ulama' yang membelanya. Walaupun beliau pernah dipersekusi saat mengadakan pengajian tapi bilau bersabar dan tidak melaporkan, seperti yang disampaikan oleh Ustad Abdurrahman. Bahkan beliau tidak mau malaporkan orang-orang yang menghalang-halangi beliau untuk mengadakan pengajian. Beliau ulama' di Mojokerto yang menempati hati umat terbukti banyak umat bahkan ulama' membela dan mendampingi belau.

Ustad UAS hanya menyampaikan ajaran Islam dan tidak ada niatan untuk menghina agama lain. Beliau menyampaikan pada forum pengajian di masjid yang isinya umat Islam. Kejadian yang vedionya viral ternyata terjadi tiga tahun yang lalu. Kenapa sekarang dilaporkan. Disinilah jelas adal

Mereka sebagai pejabat publik harusnya lebih hati-hati dalam menyampaikan issu sensitif seperti halnya ajaran atau simbol agama. Saat mereka melakukan penistaan agama tidak bisa dilepaskan  jabatan publik yang mereka sandang. Mereja juga menyampaikan secara terbuka dan seolah-olah menjadi produk hukum padahal itu adalah hanya pendapat mereka. Mereka ingin memonsterisasi khilafah ajaran Islam dan juga menistakan simbol Islam, bendera tauihid. Jadi mereka layak diberhentikan dari jabatan publik mereka dan ditangkap sebagai kriminal.

Bukan ulama' yang menyampaikan kebenaran, Islam. Ulama' mewakili umat untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan publik yang berdampak buruk pada rakyat dan negeri ini. Hentikan kriminalisasi ulama' dan mulai mendekatlah pada mereka agar umara' atau pemimpin bisa dekat dengan rakyatnya dan dicintai mereka.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here