Doa Sang Imam Masjid Rokan Hulu Riau - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, September 23, 2019

Doa Sang Imam Masjid Rokan Hulu Riau




Oleh: Febry Suprapto
(Instruktur Nasional MediaGuru Indonesia)

Suaranya indah, lembut, dan menyentuh. Ya, sangat menyentuh. Bahkan sejak dia membaca fatihatul kitab. Jiwa saya menyerah dengan untaian-untaian ayat yang dibaca selanjutnya. Profil 'Ibadurrahman dalam surat Al Furqon yang dia baca, menggetarkan batin saya. Subuh itu, saya sholat dengan air mata yang terus mengalir. Nikmatnya tak terungkap dengan kata-kata.

Selesai sholat, berdzikir, dan berdoa, Imam Masjid Agung Kabupaten Rohul Riau itu langsung meninggalkan mihrab. Keinginan menjumpainya menjadi tertunda.

Ketika waktu maghrib tiba, asap semakin pekat. Saya mengurungkan diri menuju masjid. Jika memaksakan diri, saya kuatir penyakit asma saya akan kambuh. Saya hanya bisa berdoa, semoga akan berjumpa dengannya di waktu subuh berikutnya.

Alhamdulillah, dia kembali menjadi imam di subuh kedua saya di masjid itu. Keinginan berjumpa dengannya semakin menggebu. "Ya, Allah pertemukanlah saya dengannya," saya bergumam dalam hati.

Allah mengabulkan doa saya. Dengan bantuan salah seorang takmir, Haji Parlaungan namanya, saya dapat bersua dengan sang imam. Dengan ramah, Imam yang pernah menjadi juara lomba tilawah Al Quran tingkat internasional itu menyambut kehadiran saya. Kami duduk di ruang selatan mihrab. Kami berbincang santai tetapi sarat makna. Banyak ilmu dan hikmah yang saya peroleh dari obrolan bakda subuh tersebut.

Sebelum pamit, saya meminta doa darinya. Saya teringat pesan Nabi yang mengajarkan agar kita meminta doa kepada orang Sholih apabila berjumpa.

"Apa hajat mas Febry?" Katanya.

Saya terdiam. Pertanyaan itu membuat dada saya bergemuruh menahan jatuhnya air mata. Susana menjadi hening. Dengan terbata-bata saya menjawab, "pertama, saya ingin lebih dekat dengan Allah dan istikamah dalam beribadah."

"Saya juga ingin anak-anak saya menjadi hafidz dan hafidzah," lanjut saya sambil terisak.

Ada beberapa hajat lain yang saya sampaikan selain dua hal itu. Kemudian, setelah mendengar semua hajat saya, sang imam mengangkat kedua tangannya. Dia mulai berdoa dengan khusyuk. Di antara arti doa yang dia lantunkan,

"Ya Allah, berilah kami rezeki manisnya iman."

"Jadikan kami dan anak-anak kami sebagai ahlul (keluarga) Al Qur'an."

"Amin Ya Allah. Amin Ya Allah," ucap saya sambil berurai air mata.

Selesai berdoa, saya memeluknya dengan erat. "Terima kasih, ustadz. Terima kasih," kata saya.

Pagi itu saya kembali ke hotel dengan semangat baru. Hati menjadi lebih damai dan tenteram. Saya sangat bersyukur ditakdirkan bertemu sang imam: Ustadz Azhar Darma bin Al Junaidi. Semoga Allah selalu menjaga dan melindunginya. Amin Ya Robbal 'Alamin.


Bondowoso, 23/9/2019

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here