Lebih Canggih dari VAR - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, September 2, 2019

Lebih Canggih dari VAR




Oleh : Johandi Arisca

Teman-teman sudah tahu belum tentang pernyataan salah satu oknum aparat yang berusaha melarang umat Islam untuk mendakwahkan panji Rasulullah di sebuah acara peringatan bulan Muharram atau lebih dikenal sebagai tahun baru Islam itu. Kalau belum tahu coba deh cari youtube, facebook, twitter atau sosial media yang lain tentang arogansi salah satu oknum aparat yang berusaha mengahalang-halangi dakwah panji Rasulullah di salah satu kota.

Pertama kali lihat video itu, aku langsung ingat sesuatu ketika oknum aparat tersebut berargumen tentang riya' pada diri seorang muslim yang tengah mendakwahkan panji Rasulullah tersebut. Jadi ceritanya begini, ketika aku melihat video itu aku langsung ingat tentang polemik yang sering muncul dalam sebuah pertandingan sepakbola terutama sekitar tujuh tahun yang lalu ke belakang. Polemiknya muncul karena terbatasnya kemampuan seorang manusia, misalnya saja polemik tentang luputnya pelanggaran, offside, atau bahkan gol yang tak disahkan karena kejadiannya begitu cepat dan hal itu luput dari pengawasan tim wasit di lapangan.

Tentu saja polemik ini menjadi kontroversi dan sumber masalah karena salah satu tim merasa dirugikan dan mereka merasa tidak terima dengan hasil pertandingan tersebut. Kita tentu masih ingat tentang polemik yang muncul ketika tendangan geledek Frank Lampard yang sudah melewati garis namun memantul kembali keluar sehingga gol tersebut tidak disahkan oleh wasit pada perempat final piala dunia 2010. Atau banyaknya handball dikotak penalti pemain Barcelona yang luput dan tak dianggap oleh wasit ketika semifinal liga Champions tahun 2009 menghadapi Chelsea (kalau gak salah ya).

Menyikapi hal itu FIFA sebagai lemabaga yang menaungi seluruh elemen yang terlibat dalam sepakbola membuat berbagai macam trobosan, dan yang terbaru adalah digunakannya VAR (Video Assistant Referee) untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan. Terlepas dari pro kontra penggunaan teknologi ini, secara fakta penggunaan VAR ini mampu membantu wasit menyelesaikan polemik-polemik diatas, mulai dari gol tidaknya, offside, bahkan pelanggaran yang luput dari penglihatan wasit dan asistennya.

Ketika menyaksikan video adu argumen antara oknum aparat dengan salah seorang aktifis Islam itu saya membayangkan kalau si oknum aparat tadi seolah punya teknologi yang lebih canggih dari Teknologi VAR.  Jika VAR hanya mampu menampilkan rekaman dari kejadian-kejadian yang luput dari pengawasan wasit, maka teknologi sang aparat jauh lebih canggih lagi karena mampu melihat isi hati orang lain.

Bayangkan sang aparat mampu menilai bahwa perbuatan umat Islam yang mendakwahkan panji Rasulullah tersebut tergolong perbuatan riya', bukankah hal tersebut sangat keren hehehe. Kalau kita meneliti dengan baik peristiwa tersebut, nampaknya sang oknum aparat juga tahu beberapa hal tentang kaidah amal dalam Islam, buktinya ia mampu berargumen seperti itu. “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu” (QS. Al Baqarah: 271).

Mungkin ayat ini yang dijadikan pijakan oleh sang oknum aparat, tetapi ketika kita membahas tentang dakwah maka kita memerlukan dalil yang lain apalagi yang didakwahkan adalah sesuatu yang jarang diketahui oleh umat. Bahkan ada upaya sistematis masif dan terstruktur untuk membelokkan salah satu ajaran Islam yang dicontohkan oleh Nabi tersebut, sehingga menunjukkan kebenaran dari ajaran Islam tersebut menjadi sebuah kewajiban. Dan bahkan hal tersebut menjadi ladang amal bagi siapa saja yang mendakwahkanya sebagaimana sabda Rasulullah:
 Barangsiapa memulai suatu sunnah yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikutinya” (HR. Muslim no. 1017).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here