Pemimpin Cerdas Tidak Akan Melarang Khilafah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, September 14, 2019

Pemimpin Cerdas Tidak Akan Melarang Khilafah



Oleh: Mochamad Efendi (Pengamat dari el-Harokah Research Center)


Khilafah adalah Islami. Itu diakui sendiri oleh wakil presiden, Ma'ruf Amin. Itu berarti Khilafah adalah ajaran Islam yang berasal dari Allah yang Maha Benar. Menolak khilafah berarti melawan Allah yang menciptakan manusia dan alam semesta.

Khilafah adalah ide Allah kata eyang Ainun Najib, sehingga melawan khilafah sama saja dengan melawan Allah, sang penguasa Alam dan pemilik nyawa manusia. Orang yang cerdas tidak akan berani melawan Allah karena tidak mungkin menang dan pasti kalah. Adzab yang pedih pasti akan diterima bagi siapa saja yang berani melawan syariat Allah. 

Menko Polhukam Wiranto bicara soal stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Wiranto menyebut pemerintah tengah menggodok aturan mengenai larangan individu menyebarkan ideologi khilafah. (https://www.detik.com/tag/wiranto).

Pemimpin yang cerdas pasti tidak berani melarang ajaran Allah. Dia tidak hanya berfikir untuk kehidupan di dunia tapi juga mempersiapkan kehidupan di akhiratnya nanti. Tidakkah dia berfikir nantinya akan kembali ke nol saat kekuasaanya dicabut, seperti nasehat terbaik dari pesan terakhir presiden ke-3 B.J. Habibi yang sempat viral di media sosial.

Khilafah bukan ancanan tapi solusi fundamental untuk masalah kahidupan. Pemimpin yang cerdas akan menjadikan khilafah sebagai solusi atas masalah negeri yang terancam oleh komunisme dan kapitalisme. Dua ideologi besar ini ingin mencengkramkan pengaruhnya di negeri yang kita cintai bersama.

Korupsi mengakar dan mendarah daging, bahkan menyasar pada anggota DPR, yang membuat aturan sehingga sangat sulit memberantas mereka mengingat aturan perundang-undangan dibuat oleh mereka yang terpapar korupsi. Tentunya mereka akan merevisi undang-undang yang bisa menguntungkan mereka agar bisa melakukan korupsi berjamaah. Belum lagi penegak hukumnya juga tidak bisa bersih dari korupsi.

Kerusakan moral di masyarakat semakin mengancam generasi kita. Penyimpangan sex-bebas dan LGBT berani unjuk gigi. vedio mesum viral semakin menggila. Bahkan ada indikasi di kalangan pelajar menjadi korban predator anak sehingga ditemukan group pelajar yang terpapar LGBT. Sungguh menyesakkan dada semua pemyimpangan seolah dibiarkan oleh negara.

Banyak aset terjual dengan alasan investasi asing, hutang luar negeri menggunung semakin mengokohkan imperielisme di negeri ini. Semua masalah muncul di negeri karena tidak diterapkannya syariat Allah secara kaffah di negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Hanya khilafah yang bisa menerapkan syariat Allah secara kaffah, bukan demokrasi kapitalisme ataupun komunisme.

Apakah kita masih mau menutup mata dan telinga dengan ditunjukkannya berbagai macam bencana seantro negeri. Berbagai masalah mengancam keutuhan negeri karena kemiskinan dan kedzaliman melanda negeri ini yang memiliki kekayaan melimpah bagaikan penggalan tanah surga.

Pemimpin yang cerdas tidak akan berfikir untuk menuruti syahwat politiknya untuk terus berkuasa sehingga melihat khilafah sebagai ancaman baginya. Padahal,  khilafah sangat diperlukan sebagai solusi fundamenta untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan yang timbul karena diterapkannya drmokrasi di negeri ini.

Tidak masuk diakal seorang pemimpin yang mengaku muslim alergi dengan ajaran Islam. Kemudian, ingin membuat aturan yang melarang khilafah. Bagaimana bisa kita tidak ingin mengembalikan kehidupan Islami dengan diterapkannya syariat Allah secara kaffah. Hanya orang orang bodoh yang tidak mau diatur oleh syariat Islam, aturan terbaik dan paling benar yang datang dari Allah, Tuhan yang menciptakan manusia dan kehidupan karena hanya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar. Dan hanya khilafah yang akan menjamin diterapkannya Islam secara kaffah sehingga Islam akan menjadi rahmatan lil 'alamin.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here