Phobia Bendera Tauhid, Oh no! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, September 2, 2019

Phobia Bendera Tauhid, Oh no!




Rahma Athyefah

Perayaan 17 agustus menyisakan banyak cerita, di mulai dari suka cita penyambutan dengan berbagai macam lomba. Seolah - olah yang tergambar dari HUT RI setiap tahunnya adalah kegembiraan dan terlepas dari penjajahan dan berbagai tekanan hidup. Padahal faktanya indonesia hari ini belum sepenuhnya merdeka, di lihat dari realita kehidupan yang ada. Angka kemiskinan semakin meningkat, pengangguran semakin tak terbendung karena PHK dimana - mana. Dan terbaru adalah papua yang semakin memanas. Karena hak sebagai warga negara terabaikan. Sehingga muncul keinginan untuk melapaskan diri dari negeri tercinta yang kata sudah merdeka. Inikah kemerdekaan sesungguhnya?

Dan satu lagi fakta pasca apel peringatan HUT 74 kemarin di kawasan Wisata senggigi Lombok Barat, 2 orang remaja di amankan oleh pihak kepolisian karena membawa bendera Tauhid, dengan alasan agar tidak menimbulkan fitnah dan persepsi negatif di tengah masyarakat ungkap Kapolsek Senggigi AKP Arjuna Wijaya. Republika.co.id

Kejadian ini bukanlah kali pertama, sebelumnya heboh siswa SMA di sukabumi yang mengibarkan bendera Tauhid kemudian di usut tuntas bahkan dalam hal ini menteri Agama Bapak Lukman Hakim  Saifuddin turun tangan langsung menanggapi kejadian itu. Kemudian yang lebih viral lagi tersebar foto seseorang yang mirip dengan salah satu Taruna Akademi Militer (AKMIL) TNI Enzo Zenz Allie yang begitu menarik perhatian publik dan berbagai lapisanan masyarakat. Untuk memastikan kebenaran dari foto tersebut adalah Enzo atau bukan. Menteri Pertahanan Ryamizard Raycudu menuturkan dan menegaskan " Jika Enzo simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia tak segan - segan memberhentikan Enzo dari Taruna Akmil. Dan kalau benar (HTI) saya berhentiin ". Ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Suara.com

Berbagai peristiwa di atas jelas menunjukkan kepada kita bahwa sesungguhnya kemerdekaan khususnya sebagai seorang muslim belum betul - betul di rasakan. Setiap simbol kebanggaan sebagai seorang muslim tidak bisa di rasakan sepenuhnya, bagi mereka yang menampakkan simbol - simbol keislamannya di anggap sebagai orang yang akan melakukan makar, memecahbelah bangsa, merusak persatuan, radikal, mengganti landasan negara dan berbagai macam tuduhan lainnya. Sungguh miris!

Tanggapan dari pihak pemerintah dan aparatur negara dalam hal ini sangat berlebihan, ketakutan yang di luar batas kewajaran. Karena pada hakikatnya yang harus di pahami adalah bendera tersebut sudah sangat jelas bukan bendera HTI. Ketakutan terhadap bendera tauhid menjadi sangat wajar apabila tidak terbentuk pemahaman yang baik dan benar, sehingga yang terjadi adalah respon yang berlebihan. Dan bisa jadi orang - orang yang phobia dengan bendera tauhid merupakan antek dari orang kafir. Yang terakhir adalah adanya upaya menciptakan kerancuan dalam benak kaum muslim untuk tidak mengakui bahwa bendera tauhid adalah bukan bendera rasul.

Stigma - stigma negatif terhadap ajaran dan simbol Islam semakin masif di lakukan. Dalam rangka menjauhkan umat dari Islam. Padahal di indonesia sendiri tidak ada putusan pengadilan, peraturan perundang - undangan atau produk hukum manapun terkait dengan pengibaran maupun penyebaran bendera tauhid yang bertuliskan kalimat La ilaaha ilallah Muhammad Rasulullah. Membawa atau mengibarkannya tidak termasuk dalam perbuatan melanggar hukum atau tindak pidana. Sangat jelas yang harus di urusi dan menjadi perhatian bersama adalah bagaimana indonesia menjadi bangsa yang kuat, sebagian wilayahnya tidak ingin melepaskan diri, mengatasi problem kesehatan yang belum optimal di rasakan oleh rakyatnya. Mengambil dan mengolah sendiri berbagai kekayaan alam yang ada. Tanpa harus ada lagi keluhan harga - harga yang naik, kehidupan yang semakin mencekik dan banyak lagi problem - problem yang menjadi PR bersama.

Untuk mewujudkan Indonesia sesuai slogan HUT RI yang ke 74 " SDM Unggul Indonesia Maju " adalah dengan memberikan ruang kepada setiap individu untuk semakin mengenal agamanya, termasuk simbol - simbol islam beserta ajarannya. Sehingga yang terbentuk dalam setiap pribadi individu, keinginan untuk mengejar ketertinggalan dari negara - negara maju. Rasa kepedulian terhadap kondisi yang ada. Sehingga memunculkam kreativitas untuk semakin meningkatkan kualitas diri membangun bangsa. Memberikan konstribusi penuh bagi umat. Bahkan bukan hal yang mustahil, terulangnya masa keemesan dan kejayaan seperti pada masa kekhilafahan Abbasiyah. Dan eropa pada saat itu berada pada titik The Dark Age.

Karena islam meniscayakan bahwa setiap individu yang baik adalah yang memberikan manfaat untuk yang lain. Tidak ada masa muda yang terlewatkan dengan sia - sia. Dan islam bukan hanya sekedar agama ritual semata. Tapi islam merupakan sebuah ideologi yang memecahkan seluruh problematika yang ada, dengan seperangkat aturan paripurna yang di buat oleh sang pencipta dan pengatur kehidupan yaitu Allah. Aturan yang melahirkan kedamaian bagi seluruh makhluknya. Yang membawa kebaikan dan keberkahan.

Sikap yang harus di ambil oleh orang yang mengaku diri muslim atau menginginkan kebaikan terhadap negeri ini adalah bukan phobia dan anti terhadap simbol - simbol beserta ajaran islam. Tapi sebaliknya, yaitu menjadikan islam sebagai rujukan dan patokan dalam menilai segala sesuatu. Bukan malah menganggap islam sebagai ancaman dan orang - orang yang mensyiarkan harus di musuhi. Sungguh sebuah kekeliruan yang besar.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here