Stop Rasisme! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, September 4, 2019

Stop Rasisme!




Oleh. Muh. Arifin (Tabayyun Center)

Akhir-akhir ini, jagad Indonesia dihebohkan dengan isu sara. Menurut beberapa pengamat, aksi besar-besaran oleh sekelompok warga yang diduga digerakkan organisasi-organisasi yang menginginkan Papua merdeka, baik di propinsi papua maupun di Jawa dan kota lainnya. Mereka diduga menunggangi mengeksploitir isu rasisme.

di Indonesia, bibit rasisme mungkin terbilang minim dibandingkan eskalasi rasisme, serta kebencian terhadap Islam dan orang asing di Eropa.

Tapi terlepas dari isu itu, atau pun pemanfaatan isu rasialis itu, Bagaimana pandangan Islam tentang rasialisme?

Sungguh aneh, jika ada muslim tapi bersikap rasis. Aneh juga, jika ada muslim, menuduh muslim lainnya telah bersikap rasis. Aneh dan lagi aneh, menuduh ada ormas Islam yang rasis. Dan lebih aneh lagi, jika ada yang menuduh Islam sangat rasis.

Perbuatan rasisme, tentu tidak sesuai dengan fitrah manusia manapun. Meremehkan, merendahkan dan menghina orang lain, hanya karena berbeda warna kulit, berbeda bentuk mata, berbeda bentuk rambut, berbeda bangsa atau negara, sangat dilarang dalam agama, khususnya Islam.

Pahamilah, Islam agama yang mulia, telah menghapus dan mengharamkan rasisme tersebut di muka bumi. Semua orang, dari asalnya sama kedudukannya dan memiliki hak hak dasar kemanusian yang sama, serta tidak boleh dibedakan, satu diistimewakan dan satu lagi dihinakan, hanya karena alasan perbedaan suku, ras, dan golongan.

Kita bisa membaca siroh, Bilal bin Robah, seorang sahabat yang mulia. Padahal, beliau mantan budak, berkulit hitam legam, tetapi kedudukan beliau sangat tinggi diantara para sahabat. Beliau bahkan telah dipersaksikan masuk surga secara khusus oleh Rosul, yang belum tentu ada pada semua sahabat nabi lainnya.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar,

Artinya, Lihatlah, engkau tidaklah baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam, sampai engkau mengungguli mereka dengan taqwa.

Lalu, mengapa sekarang masih banyak rasisme? Tiada lain karena individu, masyarakat bahkan negara negara di dunia ini, TIDAK menggunakan Islam sebagai standar atao tolok ukur dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam masalah rasisme. Karena, selama standar ditetapkan manusia, maka akan timbul ketidakadilan dan standar yang berbeda beda, sesuai keinginan dan kepentingan.

Sebagai renungan, ada kisah yang mearik tentang penilaian atau tolok ukur jika dari manusia. Yakni kisah Luqman ketika memberikan kata kata bijak kepada Anaknya lalu dibuktikan dengan mengendarai keledai.

 Kehendak, keinginan, tolok ukur dari Allah, pasti bisa diwujudkan, tapi keinginan manusia tidak bisa diterapkan, karena pasti akan ada perbedaan.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here