Sudahkah Kita Merdeka? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, September 2, 2019

Sudahkah Kita Merdeka?




Oleh: Febry Suprapto

Merdeka adalah terlepas dari  penjajahan. Baik penjajahan fisik maupun non fisik. Penjajahan fisik telah berakhir sejak 74 tahun yang lalu. Sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan oleh Bung Karno, atas nama rakyat Indonesia. Sedangkan penjajahan non fisik, masih terus berlangsung hingga kini. Penjajahan ini adalah penjajahan gaya baru. Penjajahan yang "lembut" yang tidak akan terasa kecuali oleh orang-orang yang peka. Penjajahan non fisik tidak menggunakan senjata dan peperangan. Tetapi pengaruhnya tak kalah hebat dengan penjajahan fisik. Bahkan jauh lebih hebat. Karena penjajahan ini sangat halus dan akibatnya sangat merugikan dalam seluruh aspek kehidupan.

Menurut Budi Darma dalam artikelnya "Penjajahan dan Kemerdekaan", Imperialisme tanpa kolonialisme bisa terjadi pada zaman modern: berlakunya pengaruh kuat dari Barat terhadap orang Timur dan Afrika tanpa pendudukan orang-orang Barat di wilayah-wilayah Timur dan Afrika. (https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com/opini/17/08/2019/penjajahan-dan-kemerdekaan/%3famp). Penjajahan ini masuk lewat pandangan hidup, ekonomi, budaya, gaya hidup, hukum dan sebagainya. Beberapa contoh berikut bisa menjadi catatan dan renungan bersama.

Pertama, penjajahan melalui utang. Per akhir Juni 2019, utang Indonesia sudah mencapai Rp. 4.570,17 triliun (CNNIndonesia,17/7/2019). Sekarang, utang luar negeri tidak hanya dijadikan alat unutk memaksakan kebijakan. Seperti disinyalir oleh banyak pihak, utang juga digunakan untuk memaksakan penggunaan bahan dari negara pemberi utang meski di dalam negeri banyak tersedia; juga penggunaan tenaga kerja hingga level pekerja kasar, meski banyak rakyat tidak mempunyai pekerjaan.(Buletin Kaffah, edisi 102). Jumlah utang itu tidak akan turun. Justru hampir dipastikan naik terus. Mengapa? Karena  utang tersebut berbunga. Untuk membayar bunganya saja sudah berat, apalagi pokoknya. Selain itu, utang tersebut menggunakan standar mata uang dolar Amerika. Ketika nilai tukar dolar naik terhadap rupiah, utang pun menjadi naik. Inilah "perampokan" dengan cara yang canggih kepada bangsa-bangsa penerima utang, termasuk Indonesia.

Kedua, penjajahan melalui penguasaan kekayaan alam. Temuan BPK menyatakan bahwa perusahaan asing menguasai 70 persen pertambangan migas; 75 persen tambang batu bara, bauksit, nikel, dan timah; 85 persen tambang tembaga dan emas; serta 50 persen perkebunan sawit (http://m.merdeka.com/uang/didominasi-asing-bumn-hanya-kuasai-17-persen-migas-nasional.html). Ingatlah angka-angka ini dengan baik setiap kali kita meneriakkan kata merdeka.

Ketiga, diterapkannya sistem kapitalisme liberal yang merupakan sistem barat penjajah. Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengakui hal itu. Dia mengatakan bahwa ada paradoks antara Pancasila sebagai ideologi negara dengan realita dalam kehidupan.  Menurutnya, saat ini Indonesia menganut sistem negara kapitalis yang liberal, bukan pancasila.(https://m.detik.com/news/berita/d-4665869/surya-paloh-bicara-ideologi-indonesia-yang-dirasa-liberal)

Keempat, penjajahan gaya hidup. Banyak dari remaja Indonesia yang terjangkiti gaya hidup bebas dari barat, khususnya dalam persoalan sex. Nilai-nilai akhlak yang luhur tak lagi mereka acuhkan. Komnas Perlindungan Anak (KPAI) berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan melakukan survei di berbagai kota besar di Indonesia menyatakan sebuah data, "62,7% remaja di Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah." Sungguh tepat bila dikatakan Indonesia memasuki masa darurat seks bebas. Hal itu merupakan bahaya besar yang mengancam, bukan hanya bagi pribadi-pribadi pelaku terbut, tetapi juga berdampak luas pada masyarakat dan bangsa.

Keempat contoh di atas, membuktikan bahwa memang negeri tercinta Indonesia belum terbebas dari penjajahan gaya baru. Tentu masih banyak fakta-fakta lain yang menunjukkan adanya penjajahan non fisik atas negeri ini. Jadi, Sudahkah kita merdeka?


Bumi Allah, 31/08/2019

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here