Demokrasi Dawlah Al Jibayah, Sedangkan Khilafah Islamiyah, Dawlah Ar Rohmah... Adakah Hukum yang Lebih Baik dan Lebih Adil Daripada Hukum Pemilik Alam Raya Beserta Isinya? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, October 18, 2019

Demokrasi Dawlah Al Jibayah, Sedangkan Khilafah Islamiyah, Dawlah Ar Rohmah... Adakah Hukum yang Lebih Baik dan Lebih Adil Daripada Hukum Pemilik Alam Raya Beserta Isinya?


M. Arifin (Tabayyun Center) 

Sungguh aktivitas apa pun sehingga sampai menjadi amal Sholeh haruslah memperhatikan perkara-perkara berikut;

أوﻻً: أن يكون موافقًا ﻷمر المشرع مستوفيًا للشروط واﻷركان، فلا يعبد الله إﻻ بما شرع.

Pertama: Haruslah selaras dengan yang disyari'atkan Allah dan Rasul-Nya, mencukupi syarat dan rukun dalam beramal. Sehingga tidak akan dinamakan beribadah kepada Allah jika tidak selaras dengan syari'at.

ثانياً: أن يكون العمل خالصًا لله، قال صلى الله عليه وسلم: «إنما اﻷعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى».
فالعمل إن كان منضبطًا بالحكم الشرعي ولكن لغير الله فهو مردود.

Kedua; amal itu harus ikhlas. Teruntuk hanya kepada Allah semata. Rasul saw bersabda: "Sesungguhnya hanyalah amal itu tergantung pada niatnya, dan nilai sebuah amal adalah niatnya".

Sehingga jika amal sudah selaras dengan tuntunan syari'at, namun tidak untuk Allah, maka akan tertolak.

ثالثاً: أن يكون العمل وفق اﻷولويات الشرعية فلا يُقدَّم مندوبٌ على فرض، ومثاله:إن تعليم القرآن الكريم من اﻷعمال الجليلة قال صلى الله عليه وسلم: «خيركم من تعلم القران وعلمه». ولكن إذا أراد أحدهم تعليم القرآن الكريم وقت نداء الجمعة يحرم هذا العمل بسبب تقديم تعليم القرآن الذي هو مندوب على فرض الجمعة لمخالفته للأولويات حسب ترتيب الشرع ،

Adalah Ta'lim Al Qur'an meripakan amal yang sangat mulia, Rasul saw bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur'an dan mengajarkan nya".

Namun akan menjadi persoalan saat ta'lim Al Qur'an ini dilakukan keyika ada seruan shalat berjama'ah. Maka aktivitas tersebut diharamkan, karena ta'lim Al Qur'an adalah mandub, sementara shalat berjama'ah adalah wajib. Dan dalam hal ini yang sunnah tidak boleh lebih diutamakan atas yang wajib.

وكذلك ترك العمل ﻹقامة الخلافة الذي هو فرض بسبب الانشغال بجمع الصدقات وتوزيعها على اﻷرامل واﻷيتام، فلا يقدم المندوب على الفرض إن تعارضا.

Demikian pula dengan meninggalkan aktivitas mendirikan Khilafah yang merupakan sebuah kewajiban tidak boleh dikalahkan aulawiyatnya dengan bersibuk-sibuk dengan hanya mengumpulkan shadaqah dan membagikannya kepada yang berhak. Persoalan demikian adalah mendahulukan yang sunnah dan melalaikan yang wajib. Ini bertentangan dengan aulawiyatnya sebuah amal.

Khilafah Islamiyah juga merupakan dawlah al-'adl; negara yang mewujudkan keadilan dalam kehidupan. Sebab, hukum yang ditegakkan oleh Khilafah Islamiyah adalah hukum yang berasal dari Zat Yang Mahaadil, Allah SWT. Adakah hukum yang lebih baik dan lebih adil daripada hukum Pemilik alam raya beserta isinya?

﴿وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ﴾

(Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Keadilan juga terwujud karena Khilafah Islamiyah memperlakukan rakyatnya secara adil di depan hukum dan peradilan, tanpa memandang strata sosial, suku, bangsa, maupun agamanya. Allah SWT berfirman:

﴿وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ﴾

(Allah menyuruh kamu) jika menetapkan hukum di antara manusia agar kamu menetapkan hukum itu dengan adil (TQS an-Nisa [4]: 58).

Realitas ini tentu berbeda dengan negara demokrasi yang menyerahkan pembuatan undang-undang kepada segelintir orang. Bagaimana mungkin tercipta keadilan jika undang-undang yang diterapkan dibuat oleh segelintir orang yang tak terbebas dari ambisi dan dorongan pribadi, apalagi suka korupsi dan dapat diintervensi?

Khilafah Islamiyah: Dawlah ar-Ri'ayah

Khilafah juga merupakan dawlah ar-ri'ayah; negara yang memelihara urusan rakyatnya, menunaikan kemaslahatan mereka, menjamin kebutuhan mereka dan menjaga mereka dari segala marabahaya. Khilafah adalah negara yang menjalankan sabda Rasulullah saw.:

«فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

Imam (khalifah) adalah pemelihara urusan rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. juga bersabda:

«إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»

Sesungguhnya imam (khalifah) adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan dan berlindung kepada dia (HR al-Bukhari-Muslim).

Dengan demikian Khilafah bukanlah dawlah al-jibayah (negara pemalak), seperti negara kapitalis yang gemar memalak rakyatnya dengan pajak mencekik dan aneka pungutan yang memberatkan; melepaskan tanggung jawabnya dalam urusan pendidikan dan kesehatan; mengharamkan subsidi sekalipun rakyatnya sudah sengsara dan makin menderita; memaksa rakyatnya untuk bertarung dalam pasar bebas, sekalipun mereka jelas telah kalah tersingkir dalam kompetisi pasar bebas.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here