DPR Terbarukan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, October 2, 2019

DPR Terbarukan


Oleh HANIF KRISTIANTO (Analis Politik dan Media)

  Wajah baru hiasi kursi Dewan Perkilan Rakyat (DPR) Periode 2019-2024. Selasa, 1 Oktober 2019 Indonesia mentahbiskan politisi yang duduk di kursi DPR. Pasca berjibaku dengan pemilu yang melelahkan, akhirnya lolos ke senayan. Gedung rakyat tempat anggota dewan berkhidmat. Publik pun sudah tahu bahwa pemilu 2019 telah membuat luka dan polarisasi politik. Kesedihan pun masih menyelimuti anggota keluarga KPPS yang meninggal, menumpuk utang untuk pencalonan, pemilu dalam dugaan kecurangan, money politik, dan pemilih yang mata duitan. Konsekuensi dekokratisasi itulah yang dipikul jutaan rakyat negeri ini.

  DPR terbarukan dengan komposisi kocok ulang dan penghuni baru tampaknya tak mampu memberi solusi negeri ini. Hal ini dikarenakan:

Pertama, Visi misi anggota DPR yang jauh dari nilai kerakyatan dan jiwa kenegarawanan. Lihatlah jargon yang diusung selama kampanye, masih berkutat pada isu amanah, korupsi, kesejahteraan, dan demi rakyat. Sayangnya, semua jargon itu sulit diwujudkan, karena di dalam DPR penuh dengan kepentingan politik, elit, dan ego pribadi.

Kedua, komposisi dan latar belakang anggota DPR. Keterpilihan anggota DPR tampak dari sisi popularitas dan isi tas (uang). Rakyat sendiri tak begitu antusias dalam pemilu yang digadang-gadang sebagai perubahan. Dalam alam pikiran rakyat sudah terpatri, siapa pun yang terpilih hasilnya sama tak akan ada perubahan.

Ketiga, anggota DPR terpilih tak banyak memiliki pengetahuan tentang politik, hukum, kemanusiaan, legislasi, dan manajemen sumber daya manusia. Alhasil, ketergantungan pada manusia lainnya semacam tenaga ahli dan staf khusus menjadikan kinerja melambat. Bukankah selama ini terbukti RUU yang disahkan penuh dengan Daftar Inventaris Masalah (DIM)? Belum lagi UU yang dihasilkan sering tak sejalan dengan kepentingan rakyat

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here