FENOMENA ALAM PASCA SIDANG PUTUSAN GUS NUR - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, October 15, 2019

FENOMENA ALAM PASCA SIDANG PUTUSAN GUS NUR


© Adam Syailindra
(Koordinator Forum Aspirasi Rakyat)

Kaget, sedih dan ngeri jika 4 elemen alam semesta memberikan kejutan bertubi-tubi hingga kita sebagai manusia tak sadarkan diri dan tak sadarkan negeri. Seluruh elemen beramai-ramai menghantam negeri ini berkali-kali. Elemen tanah, elemen udara, elemen air dan elemen api melakukan protes kepada manusia yang berada di wilayah teritorialnya.

Berbagai tanda alam mulai menyapa negeri zamrud khatulistiwa, (1) Elemen tanah seperti gempa bumi, longsor dan likuifaksi. (2) Elemen api  kebakaran hutan dan ledakan. (3) Elemen air juga terus menyapa seperti banjir bandang dan tsunami. (4) Bahkan efek elemen udara jika berfusi dengan elemen lain akan menimbulkan efek yang dahsyat seperti kabut asap, gunung meletus, badai salju, angin topan, badai api hingga erupsi gunung merapi.

Alam semesta memberi sinyal kepada manusia Indonesia, tercatat bencana alam selama 2014 sebanyak 1.967 bencana alam mulai longsor, gempa bumi, banjir, kebakaran. Tahun 2015 terdapat 1.582 bencana yang terjadi di seluruh Indonesia. Ditahun 2016 adanya  banjir, kebakaran, angin topan, kekeringan, longsor, gempa bumi. Tahun 2017 kekeringan, banjir, longsor, kebakaran, gempa bumi. Tahun 2018 bencana alam berupa longsor, gempa, banjir, likuifasi dan tsunami. Bahkan ditahun 2019 terjadi kekeringan, longsor, kebakaran hutan, kabut asap, banjir dan termasuk ratusan gempa bumi yang terjadi dari timur hingga barat Indonesia.

Sepanjang tahun 2016-2019 media massa baik cetak, elektronik dan sosial mencatat beberapa nama yang terkena efek dari kezoliman. Dan secara beruntun para tokoh, ulama, aktivis Islam menjadi incaran persekusi, intimidasi, kriminalisasi. Seperti Habib Rizieq Shihab, Ust Abdul Somad Batubara, Ust Bachtiar Nasir, Ust Slamet Maarif, Ust Felix Siauw, Tengku Zulkarnain, Ust Sobri Lubis, Ust Alfian Tanjung, Ust Haikal Hassan, Kyai Heru Elyasa, Ust Bernard Abdul Jabbar, dan juga Gus Nur.

Wahai rakyat, aparat dan pejabat Indonesia, belum cukupkah alam semesta memberikan sinyal protesnya kepada kita semua atas berbagai laku sikap kurang ajar, beringas dan zolim kepada lingkungan sekitar dan para kekasih-Nya. Mari kita renungkan bersama, bahwa selama sepanjang tahun 2014-2019 ini berkali-kali rakyat Indonesia telah merasakan, mendengar dan melihat berbagai fenomena alam semesta yang membuat kaget, sedih dan ngeri. Hentikanlah segala kebijakan zolim terhadap rakyat serta para tokoh, aktivis Islam dan para Ulama.

Dari Abu Hurairah ra berkata; bersabda Rasulullah saw,
"Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanat dianggap ghanimah (rampasan), membayar zakat dianggap merugikan, belajar bukan karena agama (untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (menjerit jerit) di masjid, orang fasig menjadi pemimpin suatu bangsa, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhlaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para biduan dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minum keras/narkoba semakin meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin (termasuk para sahabat Nabi saw, tabi’in dan para imam muktabar). Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa,longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (semua tanda kiamat terjadi)." (HR. Tirmidzi)

Sebagai penutup, kini Gus Nur adalah sosok muslim yang merakyat, unik, berani dan tulus menyampaikan kebenaran Islam sekaligus membongkar segala laku kezoliman. Kepada bapak hakim yang terhormat, berlaku adil lah atas keputusan Anda karena setiap keputusannya akan tercatat dalam sejarah dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Dan kita berharap alarm alam semesta tidak berbunyi keras dan ia masih ramah kepada rakyat Indonesia. Karena sesungguhnya kita adalah makhluk lemah dan hanya kepada Allah lah kita berserah diri, memohon pertolongan dan suatu saat kita akan kembali padaNya

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here