FENOMENA KEMANDULAN MILITER DUNIA ISLAM - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, October 18, 2019

FENOMENA KEMANDULAN MILITER DUNIA ISLAM


Agung Wisnuwardana (analis di  Indonesia Justice Monitor) 

Perang dingin era modern tengah berlangsung. Cina dan Rusia telah memusatkan perhatian untuk membangun kemampuan yang sepadan guna menghilangkan dominasi AS di beberapa sektor. Namun kedua negara itu sulit dibayangkang akan menjadi penantang AS yang sudah terlanjur sebagai stempel militer global. Amerika sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk terus melakukan intervensi dengan kekebalan karena satu dekade peperangan.

Melihat situasi tampilnya negara - negara potensial adidaya di masa depan, AS memaksimalkan peran para mitranya untuk memuluskan skenarionya. di Timur Tengah, AS pada masa Trump mendayagunakan Arab Saudi memimpin latihan bersama dengan negara-negara Islam, Arab Saudi melakukan latihan terpisah dengan tuannya Amerika, yang menegaskan fakta bahwa apa yang disebut dengan aliansi militer Islam di bawah kepemimpinan Arab Saudi ini hanyalah trik Amerika yang bertujuan memanfaatkan negara-negara Islam untuk melindungi kepentingan geopolitiknya di Timur Tengah dan negara-negara Muslim lainnya dari pengaruh Rusia, Inggria dan Uni Eropa, setelah Amerika menyadari bahwa semua intervensinya di negara-negara Islam dengan dalih "perang melawan terorisme" gagal total. Sekarang Amerika tengah menguras negara-negara ini secara finansial dan militer untuk melanjutkan perang yang tidak pernah berakhir terhadap umat Islam.

Dari sini kita melihat, bagaimana Amerika sangat membutuhkan aliansi yang dipimpin oleh boneka terbesar di kawasan Timur Tengah ini, yakni Arab Saudi. Empat tahun lalu, Senator Amerika, Lindsey Graham dalam sebuah wawancara televisi dengan John McCain, mengatakan bahwa dia akan mengharuskan negara-negara Timur Tengah di masa depan untuk melakukan operasi peperangan, dan mengharuskannya untuk membayar semua biaya perang. Kemudian tidak lama setelah itu, kita melihat pembentukan "aliansi militer besar" yang terdiri dari 34 negara-negara Muslim, lalu berkembang menjadi 42 negara.

Umat Islam hendaknya tidak terperangkap dalam tipuan besar yang dimainkan oleh Amerika untuk memadamkan api kerinduan kembalinya Islam dengan menjadikan tentara Muslim yang melaksanakan perangnya, mewakili Amerika.

Telah menjadi jelas bahwa Amerika membolehkan aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melaksanakan pembantaian di Yaman untuk menghabisi para pemain di lapangan yang didukung oleh Uni Eropa. Sementara umat tidak melihat intervensi apapun dari Arab Saudi atau aliansi tersebut untuk melawan para pembantai umat yang sebenarnya di Suriah, India dan Myanmar. dan sayangnya, umat sekali lagi melihat tindakan penguasa negeri muslim, yang tidak mencerminkan nilai-nilai dan aspirasi umat Islam, dengan keterlibatannya dalam sekenario AS, apakah melalui aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi, dan bahkan memaksa militer sebagian negara muslim untuk menjadi bagian dari aliansi pengkhianatan ini, yang tunduk pada pengawasan dan kontrol Amerika, maupun melalui kerjasama kemiliteran dengan AS dan sekutunya.

Ingat, kemandulan militer di Dunia Islam saat ini sebenarnya lebih diakibatkan oleh kebijakan para penguasa di Dunia Islam tersebut, bukan karena potensinya yang lemah. Padahal jika bergabung, negeri-negeri Islam memiliki potensi kekuatan militer dan persenjataan yang memungkinkan untuk menjadi militer terkuat di dunia, tentu ketika mereka disatukan dalam satu payung institusi negara Khilafah Islamiyah.

Tidak hanya potensi kekuatan personil militer dan persenjataannya, negeri-negeri Islam yang kelak akan disatukan dalam negara Khilafah Islamiyah tersebut juga menempati posisi strategis. Misalnya, benua Afrika, Timur Tengah, Laut Mediterania, Teluk Persia, Semenanjung India, Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Hormuz, dan Selat Malaka berada dalam wilayah negeri Islam. Kawasan tersebut memiliki nilai geopolitik yang sangat penting di dunia, baik sebagai rute perdagangan dan perekonomian maupun sebagai basis pertahanan dan keamanan.

Namun hari ini, alih-alih tentara kaum muslim ini melakukan kewajiban mereka dalam jihad di jalan Allah, dan membersihkan semua pengaruh imperalistik dari negeri kaum Muslim sepenuhnya, dan memungkinkan umat Islam untuk mendirikan daulah khilafah yang mengikuti manhaj kenabian, sebaliknya tentara kaum muslim justru digunakan melayani kepentingan negara-negara imperialis besar. Tetapi pemanfaatan ini tidak akan berlangsung lama. Tentara umat telah makin mendekati pangkuan umat. Telah makin dekat hari di mana pasukan kaum Muslim ini menjalankan peran alami mereka dalam menolong orang-orang yang berjuang untuk menegakkan daulah Islam dan menerapkan hukum Islam serta mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia dan menyebarkan keadilan dan petunjuk untuk semua umat manusia.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here