Hukum Menegakkan Khilafah: Wajib Atas Seluruh Muslim - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, October 10, 2019

Hukum Menegakkan Khilafah: Wajib Atas Seluruh Muslim


M. Arifin (Tabayyun Center)

Tidak ada ikhtilaf di kalangan ulama' mengenai kedudukan khilafah sebagai masalah ma’lumun min ad-din bi adh-dharurah [sudah maklum dan diketahui urgensinya dalam Islam]. Baik di kalangan Ahlussunnah waljamaah, Syiah, Khawarij maupun Murjiah, kecuali kelompok sempalan, seperti al-Asham, yang disebut al-Qurthubi sebagai orang yang tuli tentang syariah.

Ulama' mutakhir juga sama, tidak ada perselisihan di kalangan mereka. Kecuali, mereka yang menjadi ulama salathin [ulama penguasa], yang lebih takut kepada penguasa, ketimbang takut kepada Allah SWT.

Mengenai definisi, Khilafah itu adalah kepemimpinan umum bagi kaum Muslimin di seluruh dunia untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah, serta mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Karena itu, khilafah adalah penjaga agama, pengurus dunia, bukan hanya bagi umat Islam tetapi juga non Muslim. Di bawah naungan khilafah, kehidupan agama-agama akan terjaga, bukan hanya Islam, tetapi juga non-Islam. Itulah yang menjadi alasan mengapa para pendeta Kristen Balkan, berdoa di gereja-gereja mereka agara bisa hidup di bawah naungan khilafah, agar mereka menjalankan agama mereka dengan tenang. Orang-orang Yahudi pun mengajukan izin tinggal di wilayah khilafah, karena merasa lebih aman hidup di sana, ketimbang hidup di negeri asalnya. Karena itu, sepanjang 14 abad berkuasa, agama-agama lain yang hidup di bawah naungan khilafah tidak punah.

Khilafah juga menjaga dan mengurus dunia, bukan hanya di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan seluruh aspek kehidupan diurus oleh khilafah dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya kehidupan manusia, bahkan flora dan fauna pun dijaga dan diurus dengan sempurna. Karena sistem yang digunakan adalah sistem yang diturunkan oleh Allah, Rabb alam semesta. Inilah yang diakui oleh Will Durant, bahwa belum pernah ada yang pernah bisa memberikan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan melebihi apa yang bisa diberikan oleh khilafah.

Khilafah itu ada sejak tahun 632 M/10 H dengan Khalifah pertama, Abu Bakar as-Shiddiq, dan ibukota Madinah al-Munawwarah [Saudi Arabia] hingga 1924 M/1342 H, dengan Khalifah terakhir Sultan Abdul Majid, dengan ibukota Istambul, Turki.

Dalam sejarah panjang, yang terbentang selama 14 abad, wilayah Khilafah Islam mengalami pasang surut. Wilayahnya terbentang meliputi 2/3 dunia, 3 benua [Asia, Afrika dan sebagian Eropa], dengan wilayah mencapai 20 juta km2, atau dua kali lipat wilayah AS saat ini. Ibukotanya pun berpindah-pindah, dari Madinah al-Munawwarah [Saudi Arabia], Kufah [Irak], Damaskus [Suriah], Baghdad, Sammara [Irak], Kairo [Mesir], hingga Istanbul [Turki].

Ingat, hukum menegakkan khilafah adalah Wajib. Karena ini ajaran Islam. Menegakkan kembali khilafah artinya menjalankan salah satu kewajiban dalam Islam, tidak menegakkannya berarti tidak menjalankan salah satu dari ajaran Islam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here