Kalau Bukan Untuk Aktivitas Intelijen dan Memuluskan Kepentingan Globalnya, Lalu Buat Apa Kantor Kedutaan dan Pangkalan Militer AS Didirikan? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, October 16, 2019

Kalau Bukan Untuk Aktivitas Intelijen dan Memuluskan Kepentingan Globalnya, Lalu Buat Apa Kantor Kedutaan dan Pangkalan Militer AS Didirikan?


Fajar Kurniawan (Analis Senior PKAD) 

Bukan rahasia lagi, apabila publik menyadari bahwa kedutaan Amerika di seluruh penjuru dunia diduga kuat digunakan sebagai markas untuk melakukan kegiatan intelijen dan untuk mengatur aksi-aksi rahasia.

Kedutaan AS bisa jadi melakukan infiltrasi dan mengucurkan dana kepada berbagai organisasi yang bekerja menciptakan penderitaan dan melukai masyarakat. Menjadi rahasia umum, para diplomat agen di kedutaan-kedutaan AS diduga memata-matai urusan dalam negeri di negara-negara tempat beroperasi mereka. Itu merupakan bagian dari tugas mereka. Mereka memerintah dan melarang menurut kepentingan Amerika Serikat.

Perluasan militer AS mengingatkan kita kepada imperialisme Inggris ketika dahulu mereka menyebarkan tentara mereka di wilayah ini dengan dalih melindungi perusahaan du berbagai wilayah dunia. Dan secara bertahap misi itu diperluas sehingga mencakup pembangunan benteng dan penyebaran ribuan tentara di wilayah ini. Sehingga kaum imperialis bisa memerintah kaum muslim secara langsung.

Pangkalan militer dan kantor kedutaan memiliki fungsi penting bagi AS. Melalui dua pintu ini Amerika melakukan berbagai manuver. Studi kasus persoalan Irak, AS berusaha menutupi eksistensinya di Irak, kadang dengan dalih pemerintah Irak meminta perpanjangan eksistensi militer AS, dan kadang dengan dalih dukungan dan pelatihan, maka Amerika tidak menemukan adanya keberatan atau halangan dalam menggelar kembali militernya ke Kuwait. Seolah-olah Kuwait telah menjadi halaman belakang atau padang luas yang layak untuk menerima dan menjadi tempat tinggal militer Amerika dengan penuh keamanan dan keselamatan.

Seolah-olah negeri ini (Kuwait) belum merasa puas dengan pemusatan Amerika sejak awal dekade 90-an abad lalu dan dampaknya, berupa bencana yang menimpa kawasan dan negeri-negeri kaum Muslim dan darah mereka. Seolah Kuwait belum puas dengan semua itu sehingga menambahnya dengan mengeksploitasi negeri untuk membantu Amerika guna menancapkan pendudukan dan pengaruhnya di Irak.

Ingat, hegemoni Amerika dan negara-negara imperialis lainnya terhadap negeri-negeri muslim yang kaya SDA kita sungguh merupakan kemungkaran yang besar. Allah SWT berfirman:

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa' [4]: 141)

Penggunaan negeri ini (Kuwait) sebagai pangkalan militer yang menjadi titik tolak untuk menduduki negeri kaum Muslim merupakan kemungkaran yang besar. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS al-Maidah [5]: 2)

Pemberian sandaran kepada militer Amerika juga merupakan kemungkaran yang besar. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia (QS al-Mumtahanah [60]: 1)

Bekerjasama dengan kafir dalam memerangi kaum Muslim, mengusir dan menteror mereka juga merupakan kemungkaran yang besar. Allah SWT berfirman:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS an-Nisa' [4]:93)

Lalu apakah kita sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Zat yang Maha Kuasa Maha Besar dan Maha Tinggi atas kemungkaran-kemungkaran itu, apa yang yang telah kita lakukan terhadapnya? Allah SWT telah mewajibkan kepada kaum muslim untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Rasulullah saw bersabda:

«لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَعُمَّكُمْ بِعِقَابٍ مِنْ عِنْدِهِ، فَتَدْعُوْنَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ»

Sungguh kalian memerintahkan yang makruf dan sungguh kalian mencegah yang mungkar, atau hampir-hampir Allah akan menimpakan secara merata azab dari sisinya terhadap kalian, lalu kalian menyeru memohon kepadanya dan doa kalian tidak dikabulkan (HR at-Tirmidzi)

Yang wajib bagi kaum Muslim adalah menolak dan mengingkari hegemoni Amerika, menolak dan mengingkari berbagai perjanjian keamanan, menolak dan mengingkari kerjasama militer dengan Amerika, serta menolak dan mengingkari pemberian fasilitas kepada militer Amerika.

Pembebasan diri dari hegemoni dan pengaruh Amerika terjadi dengan mengakhiri berbagai perjanjian militer dan perjanjian lainnya dengan Amerika, dan memutus hubungan politik dengannya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here