Kami Dilahirkan untuk Melawan Kedholiman - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, October 2, 2019

Kami Dilahirkan untuk Melawan Kedholiman

M. Mahfudzy

Setiap masa dan kurun dalam sejarah 'perlawanan' selalu tampil super hero atau kelompok yang siap berhadapan dengan tokoh 'antagonis'. Termasuk di antara mereka adalah para Nabi dan Rosul, serta orang-orang terkemuka atau kelompok yang siap 'mewaqafkan diri' di jalan perlawanan.

Kita mengenal di antara nya Ibrahim As yang berhadapan dengan Namrud, Musa As dan Harun As melawan Firaun, Isa As  berserta hawariyun melawan Romawi, Muhammad Saw bersama para sahabat berhadapan dengan kafirin, musyrikin dan munafiqin.

Allah SWT menghadirkan mereka dalam takaran yang tepat, waktu yang tepat, kekuatan yang terukur. Mereka sabar dan tabah. Begitu urusan mereka selesai maka Allah SWT mencukupi rizkinya di dunia dan menggantinya dengan anugrah yang lebih baik, berjumpa dengan kekasihnya.

Maka bagi para pelaku dan pendukung kedholiman, kalian tidak perlu khawatir akan perlawanan itu. JIKA CAHAYA PERLAWANAN ITU REDUP ALLAH SWT PASTI MENGGANTIKAN DENGAN CAHAYA YANG LAIN.

Kami senantiasa memohon kepada Allah SWT,untuk istiqomah melawan kedholiman. Sabar dalam menempuh jalan ini. Kuat lahir batin, iklhas dalam ketentuan-Nya.

Kami akan terus berlari dari jalan - jalan dan parit-parit perjuangan sampai kemenangan datang karena kami adalah Ar-Rijal yang dilahirkan untuk melawan kedholiman!

Ingat saudaraku, Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sungguh jawaban kaum Mukmin itu, bila dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan. "Kami mendengar dan kami patuh." Mereka itulah orang-orang yang beruntung (TQS an-Nur [24]: 51).

Keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah saw. yang hakiki tak cukup sekadar ucapan di mulut tetapi kosong dari pembuktian. Keimanan hakiki harus terwujud dalam ketaatan dan keberpihakan pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Tanpa itu, keimanan hakiki jauh dari kenyataan.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here