Kapitalisme yang Mencekik Leher Umat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, October 27, 2019

Kapitalisme yang Mencekik Leher Umat


dr. M. Amin (Direktur Poverty Care)

Sistem demokrasi kapitalisme merupakan warisan peninggalan penjajah. Sebuah sistem yang membuat rakyat menderita. Contoh bukti yang menunjukkan penyimpangan kapitalisme terhadap Islam antara lain adalah liberalisasi SDA dan pemaksaan pajak yang menindas rakyat oleh pemerintah. Adakah bukti yang lebih kuat atas kerusakan sistem kapitalisme dari toleransi (kebolehan) yang diberikan oleh pemerintah bagi penghina al Qur'an di negeri ini dengan dalih perbedaan tafsir dan kebebasan berekspresi.

Jika Anda mengaitkan hal itu dengan Kapitalisme sebagai ideologi untuk kehidupan, maka terlihat bahwa hal ini dibangun di atas kebebasan, yakni kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), yang merupakan hal yang utama dari kebebasan-kebebasan yang lain. Kapitalisme sungguh merupakan bencana bagi umat manusia, karena kapitalisme sebenarnya adalah neo imperialisme yang jahat dan kejam. Sistem kapitalise global telah menjadi mesin kapitalis raksasa yang memproduksi kemiskinan global struktural yang memaksa sebagian besar umat manusia untuk hidup menderita.

Hal yang pasti bahwa kapitalisme -yang melahirkan sistem turunan- demokrasi dan sistem peradilan yang sedang eksis di negeri ini merupakan produk sistem kapitalisme. Keduanya tegak di atas asas yang rusak. Demokrasi bukan semata pemilu dan musyawarah. Akan tetapi demokrasi adalah pemberian kedaulatan dan hak legislasi kepada manusia menggantikan Allah. Jika seseorang menuntut penerapan syariah, maka ia harus mengajukan perintah-perintah Allah dan sunah nabi-Nya itu dalam bentuk permintaan konstitusional dan itu sangat rumit atau bahkan mustahil.

Supaya kaum Muslim menerima demokrasi, kaum kafir sengaja memasarkannya dengan asumsi bahwa demokrasi adalah aktivitas musyawarah dan pemilihan orang yang lebih afdhal. Hal itu supaya umat menduga bahwa demokrasi berasal dari Islam. Hakikat demokrasi bukan semata aktivitas pemilihan dan pengambilan pendapat. Akan tetapi, demokrasi adalah pemosisian manusia untuk menetapkan hukum menggantikan Allah SWT. Atas dasar ini, orang yang mengambil musyawarah dan tidak menghukumi dengan suara mayoritas tidak dihitung sebagai penguasa yang demokratis, karena yang menjadi patokan adalah hukum dan bukan musyawarah. Asas yang menjadi dasar berdirinya demokrasi adalah bahwa penetapan hukum menjadi milik mayoritas. Asas ini bertentangan dengan Islam dan menjadikan demokrasi sebagai sistem yang korosif.

Penjajahan yang dilakukan Barat dengan mengekploitasi kekayaan dari negeri-negeri jajahan, seperti Timur Tengah, disertai dengan pembantaian masal secara brutal rakyat jajahan di Afrika, merupakan cerminan imperium Barat yang penuh darah. Motif dari semua itu bukanlah agama, tetapi keserakahan untuk memperkaya diri dan menguasai ekonomi dunia.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here