Keberadaan Pangkalan Militer Asing: Amerika, Inggris Atau Lainnya Adalah Bukti Adanya Kolonialisme dan Konfliknya di Sebuah Negara - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, October 18, 2019

Keberadaan Pangkalan Militer Asing: Amerika, Inggris Atau Lainnya Adalah Bukti Adanya Kolonialisme dan Konfliknya di Sebuah Negara


Fajar Kurniawan (analis Senior PKAD)

Persaingan senyap AS vs Inggris untuk menguasai wilayah Timur Tengah menemukan titik apinya. Inggris berusaha mengulang kembali kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.

47 tahun yang lalu, Inggris mengumumkan penarikan militernya dari timur Suez yang berarti penarikannya dari Teluk, akibat dari ketidakmampuan dalam pembiayaannya. Namun mampukah negara imperialis ini mempertahankan beberapa pengaruh pada koloni lamanya yang telah hancur oleh serangan gelombang imperialisme baru Amerika? Kalau bukan karena kejahatan, kelicikan dan anten-anteknya yang masih tersisa, pasti negara ini telah redup sejak saat itu, seperti nasib temannya, Belanda.

Inggris ingin membuktikan kekuatan dirinya dengan mendirikan pangkalan militer dan mengadakan sejumlah perjanjian strategis sebagai cara menghadapi konflik tersembunyi dengan Amerika. Namun seberapapun kekuatan yang dimilikinya, tidak akan bisa mengusir Amerika dari kawasan, itulah kondisi yang tidak disukainya pada saat ia tidak berdaaya.

Untuk itu, ia meminta para anteknya agar memenuhi kebutuhan militer Amerika dengan mengizinkan Amerika untuk membangun pangkalan militer dengan kompensasi Amerika mendiamkan mereka tetap setia kepada Inggris sebagai lembaga institusinya dan kerajaan keuangannya. Namun itu merupakan kesialan,mengingat kawasan tersebut tetap dalam konflik internasional yang berkepanjangan.

Inggris dan para anteknya tidak mampu untuk mengusir pengaruh Amerika. Oleh karena itu, Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid Al Khalifa mengatakan: "Kemitraan strategis yang tengah ditingkatkan dan diperluas tidak dalam rangka menanggapi setiap penarikan Amerika dari kawasan, dan tidak pula mengindikasikan pergantian ini dan itu". Dalam pernyataan akhir disebutkan yang membuktikan sebuah penegasan atas ketidakmampuannya dengan ungkapan "memperkuat hubungan historis dan strategis dengan Amerika Serikat".

Ini menegaskan bahwa Inggris tidak cukup kuat untuk menghadapi Amerika, sehingga Inggris meninggalkan kebijakan konfrontasi sejak agresi tripartit, dan menggunakan kebijakan berpura-pura berjalan dengan Amerika, dan melakukan perlawanan secara rahasia.

Kekuatan yang tersisa Inggris di Qatar, di mana Qatar mengikuti intruksi Inggris, sehingga mereka memberi dua pangkalan militernya pada Amerika, yaitu al-Udaid dan Sailiyah untuk penerbangan pesawat-pesawat AS pada tahun 2003 guna menghancurkan dan menduduki Irak.

Di Arab Saudi, Amerika punya akses juga, tepatnya di pangkalan udara Riyadh, Sultan, meskipun sebagian besar pasukannya dipindahkan dari sana ke pangkalan militernya di Qatar. Demikian juga di Amman, Amerika memiliki basis angkatan udara di mana sejumlah pesawat tempur B-1 ditempatkan. Sementara di UAE, Amerika memiliki pangkalan udara untuk mendukung logistik dengan dua pelabuhan penting untuk kapal-kapal militer AS yang besar.

Militer AS juga berada di pangkalan militer di Irak, dan berjanji akan tetap di sana selamanya dengan dalih memerangi organisasi negara (ISIS). Di Yordan, Amerika memiliki dua pangkalan militer, yaitu al-Ruwaisyid dan Wadil Murabba'.  Di Yaman, pangkalan militer al-Anad. Di Djibouti pangkalan militer Lemoniah, yang telah menjadi markas besar operasi bersama AS di Tanduk Afrika, di samping pangkalan militernya di Turki, dan yang paling penting pangkalan militer Incirlik, serta pangkalan militernya di Afghanistan.

Dengan demikian, keberadaan pangkalan militer asing, Amerika, Inggris atau lainnya adalah bukti adanya kolonialisme dan konfliknya di sebuah negara, dan ini merupakan titik awal untuk memerangi gerakan umat yang menginginkan kemerdekaan. Sehingga keberadaannya merupakan ancaman bagi entitas umat dan masa depannya. Untuk itu, keberadaannya harus diselesaikan dari akarnya, yaitu dengan membersihkan rezim-rezim boneka yang mengizinkan keberadaannya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here