Khilafah, Imamah al-Kubra... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, October 12, 2019

Khilafah, Imamah al-Kubra...


Abu Inas (Pembina Tabayyun Center)

Khilafah menjadi buah bibir dimana-mana. Umat Islam tidak asing lagi dengan istilah ini. Malah gelora kerinduannya semakin kuat.

Kembalinya Khilafah merupakan kabar gembira (bisyaroh) dari Rasulullah saw. Setelah era para penguasa diktator (mulkan] jabbriy[an]) akan lahir Khilafah 'ala minhaaj an-nubuwwah untuk kedua kalinya. Rasulullah saw., sebagaimana dituturkan oleh Hudzaifah bin al-Yaman, telah bersabda:

ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ….

...Kemudian akan ada kembali Khilafah 'ala minhaaj an-nubuwah (HR Ahmad).

Berdasarkan banyak dalil dari al-Quran, as-Sunnah dan Ijmak Sahabat, para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah berijmak (bersepakat) bahwa menegakkan Khilafah di tengah-tengah umat adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariah. Imam an-Nawawi, seorang ulama Ahlus Sunnah, tegas menyatakan:

أَجْمَعُوْا عَلىَ أَنَّهُ يَجِبُ عَلىَ الْمُسْلِمِيْنَ نَصْبُ خَلِيْفَةٍ

Mereka (para sahabat) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang khalifah (An-Nawawi,Syarh Shahîh Muslim, XII/ 205).

Ulama Ahlus Sunnah yang lain, Ibnu Hajar al-Asqalani, juga menegaskan:

وَأَجْمَعُوْا عَلىَ أَنَّهُ يَجِبُ نَصْبُ خَلِيْفَةٍ وَعَلىَ أَنَّ وُجُوْبَهُ بِالشَّرْعِ لاَ بِالْعَقْلِ.

Mereka (para ulama) telah berijmak (bersepakat) bahwa wajib mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syariah, bukan berdasarkan akal (Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XII/205).

Imam Abu Ya'la al-Farra' juga menyatakan:

نَصْبَةُ اْلإِمَامِ وَاجِبَةٌ

Mengangkat Imam (Khalifah) adalah wajib (Abu Ya'la Al Farra', Al-Ahkam as-Sulthoniyyah, hlm. 19).

Berdasarkan hal ini, jelaslah hukum menegakkan Khilafah adalah fardhu/wajib. Kita tahu, wajib itu bila dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa. Karena itu jelas, berdiam diri, tidak berjuang menegakkan Khilafah bagi kaum Muslim, merupakan suatu kemaksiatan. Apalagi pada Khilafahlah bergantung banyak pelaksanaan hukum Islam. Artinya, tanpa Khilafah, banyak hukum Islam—sebagaimana saat ini—tidak dapat dilaksanakan. Bahkan eksistensi Islam di tengah kehidupan pun bergantung pada adanya Khilafah.

Alhasil, marilah kita bersama-sama untuk bersegera mewujudkan perintah Allah SWT; bergegas untuk berjuang mewujudkan tegaknya diin al Islam, berita gembira dari Rasulullah saw.; serta marilah kita bersegera untuk menolong agama Allah SWT. Firman Allah SWT:

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ )

Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian (TQS Muhammad [47]: 7).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here