Nasehat Buat Kaum Pengkhianat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, October 16, 2019

Nasehat Buat Kaum Pengkhianat


Adam Syailindra (Forum Aspirasi Rakyat)

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ أَلاَ وَلاَ غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ»

Dari Abu Sa'id al-Khudzri, Rasulullah saw. bersabda, "Setiap pengkhianat diberi panji pada Hari Kiamat yang diangkat sesuai kadar pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya daripada pemimpin masyarakat (penguasa)." (HR Muslim, Ahmad, Abu 'Awanah dan Abu Ya'la).


Abdullah bin Umar ra. menuturkan: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:


إِنَّ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءً يُعْرَفُ بِقَدْرِ غَدْرَتِهِ وَإِنَّ أَكْبَرَ الْغَدْرِ غَدَرُ أَمِيرِ عَامَّةٍ

Sungguh setiap orang yang berkhianat diberi panji yang diangkat sesuai kadar pengkhianatannya dan sesungguhnya pengkhianatan paling besar adalah pengkhianatan pemimpin masyarakat (penguasa) (HR Ahmad).

Pada Hari Kiamat, orang yang berkhianat diberi panji yang menandai dia untuk mengekspos dirinya bahwa dia berkhianat atau pengkhianat.  Ini ditegaskan dalam salah satu ungkapan pendek hadis di atas. Rasul saw. bersabda:

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعْرَفُ بِهِ يُقَالُ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنٍ

Untuk setiap pengkhianat ada panji pada Hari Kiamat yang dengan itu ia dikenal, dikatakan ini pengkhianatan fulan (HR Muslim).

Ini nasehat untuk siapapun yang masih memiliki ketakutan akan siksa neraka. Ini juga nasehat buat penguasa.  Seorang pemimpin juga harus mengutamakan kepentingan rakyat. Jika dia mendahulukan kepentingan dirinya, kelompoknya, kroni dan koleganya, para kapitalis, dan lainnya, dibanding kepentingan rakyat, maka itu juga bagian dari al-ghadru.

Ketika penguasa menyerahkan harta milik rakyat kepada para kapitalis apalagi asing, juga menghalangi rakyat dari apa yang menjadi hak mereka, maka saat itu dia mengkhianati rakyat. Ketika penguasa mengangkat seseorang menjadi pejabat atau petugas yang mengurusi rakyat, sementara ada orang lain yang lebih layak, lebih punya kapasitas dan kapabilitas, lebih amanah, dan dia tahu itu, maka penguasa itu pun telah berkhianat seperti yang dijelaskan dalam hadis Nabi saw. Ketika penguasa atau pejabat itu korupsi, melakukan manipulasi, menerima suap, dan mengambil harta secara tidak syar'i, itu juga termasuk al-ghadru. Jika penguasa atau orang yang mengurusi urusan kaum Muslim melakukan hal itu artinya ia menipu kaum Muslim.

Sungguh tidak adanya seorang pemimpin yang menjalankan hukum yang diturunkan Allah SWT, telah menjadikan para penguasa yang bodoh (ruwaibidhah) sebagai alat untuk menjalankan skenario Barat, bahkan mereka berada pada garda terdepan untuk membela peradaban Barat yang dibangun berdasarkan pemisahan agama dari kehidupan (fashluddin 'an al-hayat). Di banyak negeri muslim, para penguasa khianat ini adalah penjaga kepentingan AS untuk mencegah bangkitnya kembali kekuatan politik global umat Islam melalui rahim revolusi umat yang duberkahi; sementara di Timur Jauh, rezim penguasa ruwaibidloh bertugas memastikan AS tetap punya kekuatan ekonomi untuk menjamin hegemoni Kapitalisme di dunia.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here