NEGERI PARA BANDIT - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, October 13, 2019

NEGERI PARA BANDIT



Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Mengetahui dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad saw. mendapat banyak penentangan dari para pembesar Mekah, Allah swt. kemudian mengabarkan kepada beliau tentang proses dakwah yang pernah dijalani pula oleh Nabi-nabi sebelumnya, yang juga pernah merasakan hal yang sama.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat besar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya," (Qs. Al-An'am: 123).

Ketika menerangkan ayat ini, Ibnu Abi Thalhah mengatakan, dari Ibnu `Abbas, ia berkata: “Kami menjadikan orang-orang jahat berkuasa atas mereka, lalu mereka berbuat jahat di negeri itu. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka Kami pun membinasakan mereka dengan adzab," (Tafsir Ibnu Katsir, Al-An'am 123).

Kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki membuatnya sombong, hingga tidak mau menerima kebenaran dakwah para Nabi yang dianggapnya sebagai rakyat jelata. Dalam hal ini Ibnu Katsir mengutip Firman Allah Ta'alaa,

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ * وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

“Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.’ Dan mereka berkata: ‘Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu), dan kami sekali-kali tidak akan diadzab.’' (Qs. Saba’: 34-35).

Para Nabi dan Rasul yang menyampaikan ayat-ayat Allah diingkari, bahkan dituduh sebagai pendusta. Mereka tidak percaya bahwa apa yang disampaikan kepadanya itu adalah syariat dari Allah Yang Mahakuasa. Sehingga banyak Nabi yang dicemooh, diusir dari negerinya, bahkan hingga ada yang dibunuh.

وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ

"Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: ‘Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami (dalil) yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada Para Rasul Allah,'' (Qs. Al-An'am: 124). Mereka tidak percaya bahwa yang menyampaikan ayat-ayat itu adalah Rasul, tidak percaya bahwa apa yang disampaikannya itu adalah aturan-aturan Allah.

Negeri para bandit, orang-orang yang menolak syariat Allah swt. dengan berbagai macam alasannya sudah Allah kisahkan berulangkali di dalam Al-Qur'an. Ada pada masa Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Daud, Nabi Musa, Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad saw.

Tampaknya masih banyak orang yang tidak mau mengambil pelajaran darinya. Sehingga masih banyak pula para pembesar yang tidak merasa dirinya sebagai bandit padahal sudah terang-terangan menolak aturan-aturan Islam dengan begitu pongahnya, serta mengkriminalkan orang-orang yang mendakwahkannya.

Tanpa merasa berdosa, mereka tertawa ria di atas tumpahan darah para syuhada, yang begitu tulus menyuarakan kebenaran demi kebaikan agama dan negerinya. Na'udzubillaah

#IslamAdalahSolusiKehidupan
#SyariatIslamHargaMati

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here