Penyakit 'Media Massa' - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, October 27, 2019

Penyakit 'Media Massa'


Lalang Darma (Islamic Independent Journalist)

Di banyak negara, setiap ada teror tak ayal lagi telah membongkar penyakit media massa pragmatis selama ini. Profesor jurnalisme politik di City University  London, Ivor Gaber menyebutnya dengan fenomena 'kemalasan' dan 'kedengkian'. Malas karena media tidak lagi serius menjelaskan fungsi dasar jurnalistiknya 5w+H. Dengan cepat menuding pelakunya sebagai teroris Islam, jaringan ISIS atau mualaf yang dicuci otaknya oleh teroris Islam. Tanpa melakukan investigasi yang mendalam.

Kemalasan itu pulalah yang membuat para jurnalis tidak lagi mencari tahu fakta sesungguhnya. Namun lebih suka 'calling' mereka yang selama ini dijuluki pakar teroris Islam atau sekadar pengamat teroris Islam. Yang celakanya, juga dihinggapi penyakit kemalasan yang sama. Sehingga kalau bicara pasti mengkaitkan pelakunya dengan teroris Islam.

Tentu saja, ditambah dengan bumbu-bumbu fakta-fakta teror masa lalu seperti serangan WTC, kelompok jaringan Al Qaida, ISIS, hingga pemikiran yang mendorong pelaku seperti jihad dan ingin mendirikan negara Islam dan syariah Islam. Tanpa peduli apakah pelakunya punya hubungan atau tidak dengan semua itu.

Inilah realitas media massa  pragmatis pada realita mendasarnya merupakan cermin bagi pandangan-pandangan dan politik pemerintah liberal. Hingga di negeri-negeri yang mengklaim kebebasan dan kebebasan berekspresi sekalipun, mereka melarang bicara hingga di tempat-tempat umum sekalipun sebagaimana keadaan di banyak negara seperti Australia, Amerika, dan Inggris.

Bukan itu saja. Bahkan mereka menggunakan semua media massa mereka untuk menyerang ide-ide dan pandangan yang pro terhadap penerapan Syariah Islam. Perlu diketahui bahwa apa yang mereka rekayasa tentang gerakan Islam dan aktivisnya dalam bentuk berbagai kerancuan yang tidak mereka dapati di dalam sesuatu yang mereka gunakan mengecam gerakan Islam atau aktivisnya sesuatu yang bersandar kepada konstitusi dan undang-undang mereka. Satu kali mereka coba merekayasa hubungan antara gerakan Iskam ideologis dengan tuduhan terorisme. Akan tetapi semuanya itu tidak layak.

Sesuatu yang sangat menonjol adalah digunakannya media-media massa untuk mempromosikan hal-hal yang direkayasa dan tuduhan-tuduhan, serta menakut-nakuti masyarakat dari ide-ide gerakan Islam ideologis dan para aktivisnya.

Media massa berupaya untuk menciptakan opini publik yang rancu terhadap ide-ide Islam dan aktivisnya untuk membuat masyarakat takut. Media-media massa juga berupaya mendistorsi ide-ide Islam, gerakan Islam dan menciptakan persepsi yang keliru tentang ide-ide shahih.

Semua itu menunjukkan adanya pendekatan sistematis menentang ide-ide Islam dan aktivisnya. Demikian pula media memainkan peran vital untuk menekan pusat-pusat dan tempat-tempat yang mungkin untuk pertemuan dan konferensi gerakan Islam yang selama ini melancarkan kritik kepada rezim sekuler.

Itu membuktikan ketakutan dan keterguncangan Barat karena gerakan Islam ideologis para aktivisnya dan aktivitas-aktivitasnya. Mereka memahami bahwa para aktivis dakwah itu ingin ada penerapan syariah Islam secara kaffah dan menyeru seluruh kaum muslim kepada persatuan di seluruh penjuru dunia.

Mereka mengetahui bahwa ketika Khilafah tegak pasti akan menyiapkan pasukan untuk mempersatukan umat dan seluruh kaum muslim. Mereka paham bahwa sistem Islam akan menyelamatkan orang yang tenggelam dan memberi makan orang yang lapar. Mereka sekarang mencari dan mendorong banyak pusat kajian dan peneliti untuk menciptakan opini menghadang dan menghalangi para aktivis untuk meraih tujuannya yaitu mewujudkan sistem Islam diterapkan secara riil.

Akan tetapi para aktivis itu tidak akan berhenti hingga janji Allah terealisir. Barat menduga bahwa mereka bisa menghentikan dan menghalangi gerakan Islam ideologis meraih tujuannya dan mewujudkan tegaknya Islam. Akan tetapi mereka lupa bahwa masalah ini ada di dalam akidah Islam menancap kuat di tengah umat. Mereka lupa bahwa waktu untuk itu telah tiba.

Maka bagaimanapun Barat menggunakan cara dan sarana baik media massa, intelektual dan peneliti untuk menghadang tujuan mulia itu. Mereka tidak akan pernah bisa melakukannya. Sebab itu adalah janji Sang Pencipta kepada kita dan sungguh Allah akan merealisasi janjinya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here