Hanya Keadilan Hukum Islam Mampu Menghentikan Korupsi yang Menggurita - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, November 13, 2019

Hanya Keadilan Hukum Islam Mampu Menghentikan Korupsi yang Menggurita


Oleh: Mochamad Efendi (Pengamat el-Harokah Research Center)


OTT, Operasi Tangkap Tangan, yang dilakukan KPK telah banyak mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat nakal yang ingin memperkaya diri dengan mengambil uang rakyat secara dzalim. OTT juga membuat gerah para pejabat yang suka dengan korupsi. Berapapun nominal yang dikorupsi meskipun itu kecil hanya Rp.  50 juta tetap harus diproses karena jika yang kecil dibiarkan yang besar akan merasa aman. Yang besar, kelas kakap biasanya labih tahu celah hukum untuk bisa lepas dan tidak tertangkap.

Luhut Binsar mengimbau KPK untuk tak hanya melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Apalagi jika OTT itu dilakukan pada mereka yang melakukan korupsi dalam nominal yang tidak besar. Jadi jangan hanya OTT doang, OTT (Rp) 50 juta ditangkapin, ramai, padahal kita miliaran, triliunan rupiah hilang kita enggak pernah apa-apa," ujar Luhut. (https://m.tribunnews.com/nasional/2019/11/10/blak-blakan-luhut-binsar-beri-komentar-soal-kpk-jangan-ott-doang-korupsi-rp-50-juta-aja-ditangkap).

Jangan menyepelekan yang kecil karena suatu yang besar biasanya diawali dari yang kecil. Untuk mengungkap kasus korupsi kelas kakap tidak berarti menyepelekan capaian pengungkapan korupsi kelas teri.  50 Juta bukanlah nominal kecil bagi rakyat apalagi jika korupsi dilakukan berjamaah, pasti kerugian besar akan ditanggung negara. Belum lagi kelas kakap dengan jumlah trilliunan.

Hukum demokrasi tajam kebawah tumpul keatas.Pendukung demokrasi sendiri juga menyadarinya bahwa hukum dalam sistem demokrasi hanya mampu mengungkap korupsi dengan nominal yang tidak terlalu besar jika dibanding dengan kasus korupsi yang tidak mampu terungkap. Banyak uang negara milliyaran bahkan trilliunan menguap begitu saja tanpa diketahui pelakunya.

Hukum tidak adil hanya menyentuh koruptor kelas teri tapi kelas kapap tidak tersentuh. Itulah tabiat hukum dalam sistem demokrasi yang lebih berpihak pada penguasa atau orang -orang yang ada dalam kekuasaan. Orang yang lemah akan dikorbankan sementara yang kuat tidak terjangkau oleh hukum. Penguasa bebas membuat aturan yang memiliki celah dan kelemahan yang mereka ketahui dan mainkan. Mereka bisa lepas dari jeratan hukum, licin bagaikan belut karena mereka yang membuat hukum. Hukum dimainkan seolah hukum garda panjaga keadilan namun faktanya tidak. Negara hukum  bergeser menjadi negara kekuasaan dalam sistem demokrasi. Yang punya kekuasaan akan kebal hukum sementara pada rakyat biasa, hukum akan sangat tajam dan menyakitkan.

Bagaimana hukum dalam sistem Islam? Dalam sistem Islam hukum berlaku secara adil untuk semua orang. Sejarah membuktikan seorang khalifah,  Ali bin Abi Thalib ra  dikalahkan oleh rakyat biasa, seorang Yahudi karena dakwaannya tidak memenuhi cukup bukti untuk menuduh Yahudi itu sebagai pencuri baju besinya di depan pengadilan. Seluruh warga negara –siapapun orangnya- sama kedudukannya di depan hukum dalam sistem Islam. Apakah ada dalam sistem demokrasi kepala negara dikalahkan oleh rakyat biasa?

Hal yang sama ditunjukkan oleh sikap Rasulullah saw yang tetap menjatuhkan hukum potong tangan terhadap salah seorang wanita bangsawan yang kedapatan mencuri, meskipun Usamah bin Zaid (sahabat kesayangan beliau) meminta untuk tidak menjatuhkan sanksi tersebut.  Lalu Rasulullah saw bersabda:

‘Kehancuran orang-orang sebelum kalian (diakibatkan) karena jika pembesar-pembesar mereka mencuri, mereka biarkan.  Namun jika orang yang lemah mencuri, mereka memotong (tangan)-nya.’
‘Seandainya Fathimah binti Muhammad kedapatan mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya’. (HR al-Bukhari).

Hukuman dalam Islam yang tegas, keras dan berkeadilan, berlaku untuk siapa saja akan memberikan efek jera untuk semua orang bahkan penguasapun tidak berdaya didepan hukum. Dia tidak akan bisa membela saat orang yang dicintainya terbukti bersalah melakukan korupsi.

Uang negara yang berjumlah triliunan rupiah bisa diselamatkan untuk bisa digunakan menjamin kebutuhan dasar rakyat jika keadilan hukum bisa ditegakkan. Hanya sistem khilafah yang bisa menjamin keadilan hukum. Dengan diterapkannya hukum Allah secara kaffah, insyaallah akan bisa menghentikan korupsi yang sudah banyak merugikan negara karena hukum Allah adalah aturan yang sempurna berasal dari Yang Maha Sempurna.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here