Keliru Jika Menyangka Malaikat Sungkan Mencatat Amal Keburukan Siapapun yang Menghambat Dakwah Islam - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, November 2, 2019

Keliru Jika Menyangka Malaikat Sungkan Mencatat Amal Keburukan Siapapun yang Menghambat Dakwah Islam


dr. Muh. Amin

Jauh melebihi CCTV super duper yang terpasang di kanan kirimu, malaikat Rakib dan Atid merekam semua yang kau lakukan. Ucapan dan tindakanmu bro, tak terlepas sedikitpun dari rekamannya. Setiap detik, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang waktu.

Di saat dirimu menjadi orang biasa, kedua malaikat ini merekam siapapun, termasuk orang yang jadi pejabat apapun yang sok punya hak veto, atau apapun. Ingat malaikat tidak pernah sungkan ataupun silau dengan jabatanmu. Saat itu hanya iman dan amal shaleh yang kau butuhkan.

Ingatlah balasan yang diberikan kepada manusia didasarkan pada perbuatan yang mereka lakukan. Maka dari itu, semua amal perbuatan yang dikejakan manusia pun dicatat. Tidak ada yang terlewat sedikit pun. Baik yang kecil maupun yang besar, semuanya dicatat (Lihat: QS al-Kahfi [18]: 49). Untuk itu, Allah SWT menugasi malaikat yang secara khusus mencatat perbuatan mereka. Menjelaskan ayat ini, az-Zamakhsyari berkata, "Ayat ini memastikan adanya pembalasan yang mereka dustakan. Artinya, sesungguhnya kalian mendustakan adanya pembalasan, padahal penulis (malaikat, pen.) sedang menulis semua amal perbuatan kalian agar kalian dibalas dengan perbuatan tersebut."

Dengan demikian, ketika seseorang dimasukkan ke dalam neraka, sesungguhnya itu merupakan balasan atas amal perbuatan yang mereka kerjakan. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan mereka. Mereka sama sekali tidak dizalimi (Lihat: QS at-Tahrim [66]: 7).

Ketiga, beriman terhadap malaikat pencatat amal, sifat-sifatnya dan tugas-tugasnya beserta pengaruhnya kepada orang yang mengimaninya. Ayat-ayat ini memberitakan keberadaan malaikat pencatat amal. Di antara sifat yang menonjol pada diri mereka adalah makhluk yang mulia di sisi Allah SWT. Dalam ayat ini mereka disebut kiram[an] (yang mulia [di sisi Allah]).

Tugas utama mereka adalah mencatat semua amal yang dikerjakan manusia. Mereka pun mengetahui semua perbuatan yang dikerjakan manusia. Dengan jelas ayat ini menyebut mereka katibin, ya'lamuuna maa taf’aluuna (mencatat [perbuatan-perbuatan kalian]; Mereka mengetahui apa saja yang kalian kerjakan).

Keimanan terhadap perkara tersebut tentu memberikan pengaruh besar dalam kehidupan orang yang mengimaninya. Keimanan itu akan membuat pelakunya waspada dan berhati-hati dalam berbuat. Dia juga tidak akan mudah tergoda melakukan kemaksiatan dan kejahatan sekalipun tidak ada orang yang melihat dia. Dia juga akan tetap semangat melakukan amal shalih dengan sebaik-baiknya sekalipun tidak ada disaksikan orang lain. Sebab, dia yakin selalu ada malaikat yang hadir serta mengawasi dirinya dan mencatat semua perbuatannya. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin senantiasa terjaga dari kemaksiatan dan semangat mengerjakan amal shalih, maka keyakinan adanya malaikat pencatat amal ini harus senantiasa dihidupkan di dalam hati.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here