Khalifah dan Sahabat Rosulullah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, November 2, 2019

Khalifah dan Sahabat Rosulullah


dr. Muh. Amin 

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum Muslim di dunia untuk melaksanakan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah ke seluruh alam.  Sejatinya antara syariah atau ajaran Islam secara kâffah tidak bisa dilepaskan dengan Khilafah.

Ini juga yang disampaikan oleh Hujjatul Islam Imam al-Ghazali: "Agama adalah pondasi dan kekuasaan politik adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak ada pondasinya akan roboh. Sesuatu yang tidak ada penjaganya akan terlantar."

 Khilafah adalah ajaran Islam. Mewujudkan eksistensinya adalah sebagai kewajiban layaknya kewajiabn lain dalam syariah Islam. Bahkan keberadaan Khilafah merupakan "taj al-furud (mahkoka kewajiban)". Jika Khilafah hilang, banyak hukum-hukum Islam terabaikan.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami menyatakan, "Ketahuilah juga, para sahabat Nabi saw. telah sepakat bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan itu sebagai kewajiban terpenting karena mereka telah menyibukkan diri dengan hal itu dari menguburkan jenazah Rasulullah saw." (Al-Haitami,  Ash-Shawa’iq al-Muhriqah, hlm. 17).

Mau dipungkiri dengan cara apapun, sahabat rasul Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab, Usman bin Affan, dan Sayyiidnaa Ali Radhiyallahu anhum adalah para kepala negara khilafah di zamannya.

Sayyidina Abu Bakar adalah seorang sahabat istimewa. Beliau pernah ditunjuk Rasulullah SAW sebagai imam shalat. Kala itu Rasulullah SAW sedang sakit keras. Orang-orang sudah berkumpul di mesjid Nabawi. Maka beliau SAW menunjuk salah satu sahabat terbaiknya itu. Dan jadilah Abu Bakar Imam shalat menggantikan Rasulullah. Allahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad.
Tak mungkin kita ragukan kemuliaan Abu Bakar, semoga Allah SWT meridloinya.

Abu Bakar juga seorang yang sangat besar kecintaannya kepada Rasulullah. Pengorbanannya untuk beliau SAW tidak bisa dihilangkan dari rekam sejarah. Beliaulah yang menemani Rasulullah Muhammad SAW melakukan perjalanan hijrah ke Madinah. Perjalanan yang beresiko kematian. Beliaulah orang kedua di dalam Gua Tsur. Keistimewaan ini diabadikan Allah SWT di dalam Alquran.
Dan beliau adalah seorang Khalifah, pemimpin negara khilafah.

Sayyidina Abu Bakar adalah salah satu sahabat yang beriman di masa awal dakwah. Sedangkan keimanan pada masa itu adalah berarti memposisikan diri berhadap-hadapan dengan kekerasan fanatisme politeisme kafir Quraisy, bahkan dalam beberapa kasus harus dibayar dengan nyawa. Abu Bakarlah yang mengimani peristiwa isra' mi'raj yang dianggap puncaknya kemusukilan pada saat itu. Namun kecerdasan dan keberaniannya meneguhkan hatinya. Dia mempercayainya, sehingga dia mendapat gelar as Shiddiq. Dan beliau adalah pejabat Khalifah yang pertama di dalam negara khilafah.

Siapalah kita. Sahabat Rasulullah?  Besan Rasulullah? Orang kedua di dalam gua? Nama dan kisah kita tak pernah diabadikan di dalam kitab suci Alquran. Bagaimana mungkin kita berani menganggap khilafah sebagai ajaran yang buruk.
Bahkan kita berani melarang ajaran khilafah.

Tidak layak kita mengaku sebagai seorang yang mencintai Rasulullah SAW dan sahabatnya sedang ajarannya kita tolak, kita katakan sebagai keburukan, dan kita larang.

Maka bertaubatlah segera jika hal itu sudah terlanjur terjadi. Berjuanglah menegakkan khilafah, hingga terbukti kecintaan kita kepada beliau dan sahabatnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here