KSHUMI: SEPATUTNYA BU SUKMA LANGSUNG DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA PENISTAAN AGAMA - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 29, 2019

KSHUMI: SEPATUTNYA BU SUKMA LANGSUNG DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA PENISTAAN AGAMA


Jumat siang, 29 Nopember 2019, berlangsung audiensi antara perwakilan Aliansi Umat Islam Jatim dengan pihak Pemprov Jatim di gedung Grahadi Surabaya. Audiensi tersebut berlangsung berbarengan dengan aksi Massa dari lintas elemen umat Islam di depan Gedung Grahadi yang berjalan sejak pukul 13.00 WIB. Sementara audiensi dimulai pukul 13.48-14.44 WIB.

Dari pihak Pemprov sangat disayangkan hanya diwakili Kesbangpol dan kasat intel, padahal peserta audiensi sangat berharap Gubernur Khofifah maupun Kapolrestabes Surabaya yang langsung melayani para habaib, masayikh, Kyai dan Ustadz yang hadir mewakili umat Islam Jatim. Hadir pula dari peserta audiensi Muhammad Nur Rachmat, SH Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Jawa Timur.

Dalam paparan aspirasinya Nur Rachmat menyampaikan, "Pernyataan BU SUKmawati membandingkan RosuluLlah dgn founding father Ir. Soekarno sudah memenuhi delik KUHP pasal  156 a KUHPid yang merupakan delik biasa yang semestinya langsung diproses tanpa aduan. Hal ini karena bukan delik aduan sebagaimana UU ITE yang ironisnya banyak aktivis langsung diproses cepat padahal sering kali bukti yang cukup justru belum terpenuhi. Dalam delik biasa begini sudah menjadi kewajiban penyidik  untuk melakukan pendalaman dan melengkapi bukti agar bisa langsung memroses pelaku."

Lebih lanjut dia mengingatkan pihak kepolisian, "Pada kasus pertama Bu Suk terkait pelecehan syariat azan dan cadar akhirnya Polri meng-SP3 kasus tersebut Dan ini sangat merugikan Umat Islam. Nah, untuk kali ini jangan sampai umat Islam semakin marah. Yang sejatinya penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kasus-Kasus ITE yang sebenarnya delik aduan tetapi prosesnya cepat. Maka tidak Ada alasan bagi polisi untuk menunda-nunda proses hukum terhadap Bu Suk."

Audiensi berakhir menjelang azan Ashar berkumandang. Pihak Pemprov Jatim pun berjanji untuk meneruskan aspirasi umat Islam di Jawa Timur kepada pemerintah pusat dan pihak berwajib. Sementara dari pihak perwakilan Aliansi Umat Islam Jatim melalui juru bicaranya, Ustadz Abdussalam, menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga Bu Suk mendapat hukuman setimpal atas kelancangannya kepada Rasulullah SAW. (Sco)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here