KYAI MUZAMMIL: CINTA KEPADA NABI SAW BUKAN CINTA "PRASMANAN" - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, November 13, 2019

KYAI MUZAMMIL: CINTA KEPADA NABI SAW BUKAN CINTA "PRASMANAN"


"Mencintai Nabi SAW haruslah seutuhnya, jangan seperti prasmanan. Hanya mengambil yang disukai seleranya meninggalkan yang tidak disukai nafsunya," begitu kutipan dari taushiyah Kyai Muzammil dalam Peringatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan oleh Forum Tabayyun Kota Kediri, 12 Nopember 2019.

Bertempat di halaman kediaman Ustadz Shobirin pengajian kali ini mengangkat tema "Cintai Nabi, Cintai Syariah Islam".

Kyai Muzammil menjelaskan tentang sebuah hadits ada riwayat sebagai berikut:
Pada suatu hari Umar bin al-Khaththab berkata kepada Rasulullah saw., “Duhai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu, kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah saw. menjawab, “Tidak, Demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Lalu berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR al-Bukhari dalam Shahîh-nya. Lihat: Fath al-Bâri, XI/523, no: 6632)

"Banyak hadis senada yang menegaskan kewajiban mencintai Rasulullah saw. Ini adalah salah satu inti ajaran Islam yang dibawa Rasul sendiri. Bahkan seorang Muslim dituntut untuk mengedepankan kecintaannya kepada Rasulullah saw.—tentu setelah kecintaan kepada Allah— atas kecintaan terhadap yang lain." Ujar Kyai Muzammil.

Muballigh kalem namun kharismatik ini menyayangkan sikap sebagian kaum muslimin yang terkesan tidak tulus dalam mencintai Nabi SAW. Ini terindikasi dari tidak diteladaninya Rasul SAW dalam segala aspek kehidupan umat. Padahal Allah telah gamblang menegaskan bahwa suri teladan terbaik untuk seluruh umat manusia, tidak hanya muslimin, ada dalam diri manusia teragung, Muhammad SAW. "Maka, yang dimaksud meneladani beliau adalah dengan menjadikan ajaran yang beliau bawa yaitu syariah Islam sebagai aturan hidup dalam setiap lini, dalam setiap aspek kehidupan, tanpa kecuali!" Serunya.

"Sehingga hari ini betapa kita telah melihat bahwa seluruh kerusakan, kekacauan di dunia khususnya di negeri-negeri kaum muslimin, termasuk di negeri ini, itu semua akibat ditinggalkannya sebagian ajaran Nabi alias Syariat Islam dalam mengatur kehidupan. Dunia terjajah oleh paham kapitalisme yang kufur, bathil dan terbukti merusak," papar Kyai berkacamata tersebut.

"Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi umat ini kecuali kembali mengambil teladan sempurna dari Rasulullah SAW yaitu syariah Islam dan menerapkannya secara kaffah dalam kehidupan kita. Namun itu hanya bisa ditegakkan oleh institusi politik yang Islami yaitu Daulah Khilafah Rasyidah, bukan oleh rezim demokrasi yang sekuler dan liberal. Karena itu, maka hari ini menjadi tugas kita semua untuk turut berjuang menegakkan Khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah! Dan itulah sejatinya wujud cinta kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW," tutup beliau di akhir ceramah. (Sco)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here