Pakaian Menutup Aurat Dilarang, Yang Mengumbar Aurat Dibiarkan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, November 3, 2019

Pakaian Menutup Aurat Dilarang, Yang Mengumbar Aurat Dibiarkan


Oleh: Mochamad Efendi (Pengamat el-Harokah Research Center)

Apa sebenarnya semangat pelarangan cadar atau celana cingkrang bagi ASN di lingkungan Menag. Apakah ada hubungannya dengan perang melawan radikalisme? Benarkah tujuan dari perang radikalisme adalah untuk mendeskreditkan Islam? Jika itu benar kenapa rezim penguasa begitu gencarnya melawan radikalisme yang sebenarnya jualan dari penjajah kafir barat? Apakah benar label anti Islam diberikan pada rezim yang sedang berkuasa? Tentunya jawabannya du

 Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mengatakan, usulan Menteri Agama, Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi, terkait larangan memakai cadar dan celana cingkrang di kantor pemerintahan merupakan upaya penegakan disiplin berpakaian bagi aparat sipil negara (ASN). (https://bengkulu.antaranews.com/berita/84095/terkait-larangan-cadar-dan-celana-cingkrang-oleh-menag-ini-kata-wapres-maruf-amin).

Apakah kedisiplinan bisa ditegakkan dengan pelarangan cadar dan celana cingkrang?  Dan bahkan mereka yang agamanya militan dia akan amanah dalam bekerja. Cadar dan celana cingkrang bukan penghalang seseorang untuk bekerja professional. Tidak adil jika cadar dan celana cingkrang dijadikan indikator kedisiplinan. Bisa jadi mereka yang bercadar dan memakai celana cingkrang lebih amanah dalam bekerja.

Jika cadar dan celana cingkrang dihubungkan dengan rasa aman dan keamanan satu negeri, jelas tidak masuk akal. Sebuah tuduhan yang didasarkan prasangka dan kebencian pada umat Islam. Bagaimana bisa cadar atau celana cingkrang bisa memicu tindakan kekerasan, radikalisme. Jika senjata dihubungkan dengan radikalisme masih masuk akal. Sebagai contoh aparat bisa terpapar radikalisme saat kesombongan menguasai mereka dengan cara mengancam rakyat dengan senjata atau bahkan tega membunuh rakyat tidak berdaya yang menuntut keadilan.

Cara berpakaian seharusnya hak setiap orang dan tidak ada kaitannya dengan radikalisme. Kebebasan diberikan kepada setiap orang selama itu menutup aurat, jika dilihat dari sudut pandang Islam. Namun dalam demokrasi kebebasan diberikan, berpakaian seksi yang membuka aurat dilindungi, sebagai bentuk kebebasan bereskpresi. Yang menutup aurat dicurigai radikal, apalagi jika berani menunjukkan  identitas sebagai Muslim millitan yang  bangga dengan keyakinannya.

Dalam demokrasi ujaran kebenciaan dilarang dan diancam pidana tapi Kebencian terhadap Islam dan umat Islam dibiarkan. Dan kebencian itu dihasilkan oleh penguasa rezim itu sendiri dengan menuduh rakyatnya terpapar radikalisme. Padahal kata mbah Ainun Najib bahwa radikalisme itu tidak ada. Penguasa rezime menghasilkan benih-benih radikalisme yang memunculkan rasa tidak aman bagi rakyatnya. Seolah yang memiliki pemikiran bersebrangan dengan pemerintah dianggap terpapar radikalisme karena memang radikalisme jualan penguasa sekuler dan kapitalisme dengan mendeskreditkan Islam.

Stop memusuhi Islam dalam tuduhan radikalisme dan manipulator agama. Sebuah tuduhan yang pada hakekatnya lebih tepat untuk diri penguasa rezim itu sendiri dari pada rakyat yang harusnya dapat perlindungan dari aparat dan penguasa rezim. Rakyat malah dapat ancaman dan rakyat harus melindungi diri mereka sendiri. Rakyat juga harus menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar mereka sendiri.

Aneh, jika negara harus menyibukkan diri dengan radikalisme yang sebenarnya tidak ada. Cadar dan celana cingkrang adalah bentuk keyakinan dari saudara kita yang menunjukkan rasa cintanya pada rasullulah. Kita harus menghargai mereka yang menganggap bahwa cadar dan celana cingkrang sebagai bentuk mengikuti sunahnya. Seperti halnya umat Islam dalam sholat shubuh ada yang menggunakan qunut ataupun tidak. Ini adalah bentuk perbedaan yang boleh dalam Islam selama mereka punya dalil yang bersumber dari ajaran Islam. Seharusnya. Pemerintah bisa memahami dan mendorong umat untuk saling menghargai sebuah perbedaan sehingga terciptalah kedamaian dan kenyamanan. Perbedaan bercadar, bercelana cingkrang ataupun tidak tidak perlu dianggap besar yang terpenting adalah menutup aurat dalam berpakaian.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here