Perilaku Menyimpang Tumbuh Subur dalam Sistem Demokrasi. Apa Solusinya? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, November 10, 2019

Perilaku Menyimpang Tumbuh Subur dalam Sistem Demokrasi. Apa Solusinya?


Oleh: Mochamad Efendi (Pengamat el-Harokah Research Center)


Sudah biasa perilaku menyimpang ditemukan dalam sistem demokrasi. Semua bisa menjadi edan saat benteng keimanan seseorang tidak lagi mampu membendung pengaruh buruk dari sistem demokrasi. Bahkan seorang guru yang harusnya mendidik anak didiknya dengan nilai kebaikan dan menjadi suri tauladan menjadi edan karena pengaruh buruk dari sistem yang rusak.

Bali digemparkan kasus Bu Guru Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) mengajak siswinya melakukan threesome atau seks tiga orang untuk memuaskan hasrat sang kekasih, AA Putu Wartayasa (36). Komisi Pendidikan DPR kaget dan meminta Mendikbud Nadiem Makarim mengkaji rekrutmen guru selama ini. (https://m.detik.com/news/berita/d-4776517/kasus-bu-guru-ajak-siswi-threesome-komisi-pendidikan-dpr-syok).

Kebebasan bertingkah laku dalam sistem pergaulan ala demokrasi menjadi virus ganas yang menyerang siapa saja yang tidak memiliki benteng keimanan yang kokoh termasuk juga seorang guru. Jadi tidak perlu syok atau kaget jika melihat penyimpangan perilaku di alam demokrasi. Begitu banyak tontonan yang mudah diakses di sosial media telah menginspirasi banyak orang untuk melakukan perilaku yang menyimpang bahkan lebih buruk dari seekor binatang.

Seorang guru juga manusia biasa yang jika dipertontonkan berbagai macam penyimpangan setiap hari imannya tergerus dan menjadi satu pribadi edan bahkan lebih buruk dari binatang. Manusia adalah makhluk yang paling mulia, namun dia akan menjadi seburuk-buruk makhluk jika tidak beriman kepada Allah dan rasulNya.

Allah Ta’ala berfirman,“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.”(QS. Al Bayyinah: 6-8).

Demokrasi telah mengikis iman seseorang sehingga menjadikan dia seburuk-buruk makhluk. Dengan akalnya harusnya dia mampu membedakan yang benar dan salah, namun demokrasi membuat banyak orang edan yang tidak bisa memilih yang benar. Banyak orang lebih menuruti hawa nafsunya dari pada mengikuti agama yang lurus yang akan membawa seseorang pada kemuliaan.

Demokrasi menghalang-halangi umat untuk melihat kebenaran hakiki, Islam. Sistem pergaualan Islam yang akan menjaga generasi dianggap virus jahat. Sistem pendidikan sekular membentuk pribadi-pribadi yang kering dari nilai-nilai agama sehingga muncullah generasi rusak dengan berbagai macam penyimpangan yang tidak ditemukan dalam sistem Islam. Banyak pejabat yang terinfeksi virus korupsi. Sementara para menteri sibuk melawan radikalisme yang menyebarkan virus kebencian terhadap Islam.

Sementara sistem Islam akan membentuk generasi unggul dengan kepribadian Islam. Kehidupan Islami  jauh dari penyimpangan terbentuk karena hukum Allah diterapkan secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Pendidikan Islami membentuk peserta didik berkarakter kuat dengan Islam.  Generasi unggul yang rela diatur dengan Islam. Virus jahat pergaulan bebas, korupsi, benih-benih kebencian tidak akan bisa tumbuh dalam sistem yang masyarakat, dan pemimpinnya islami. Politisi busuk tidak bisa hidup dalam sistem Islami. Hidup mulia dalam naungan sistem Islam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here