Untuk Siapa Infrastuktur Dibangun? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, November 7, 2019

Untuk Siapa Infrastuktur Dibangun?


Oleh: Mochamad Efendi (Pengamat el-Harokah Research Center)


Infrastruktur adalah salah program unggulan dari rezim yang sedang berkuasa. Wow, jalan tol trans java sungguh luar biasa. Memang diakui banyak yang merasa dimudahkan dari jalan tol, memperlancar perjalanan. Sayang, ongkos jalan tol ternyata tidak murah. Rakyat disuruh bayar ketika ingin mendapatkan kemudahan perjalanan dengan menggunakan akses jalan tol. Bahkan, sebelum menggunakan jalan tol saja rakyat harus membeli kartu dan juga isinya agar bisa mendapatkan kemudahan itu. Apakah rakyat benar-benar diuntungkan dengan adanya jalan tol atau investor yang mengelola jalan tol?

Dibalik kemegahan infrastruktur yang dibangun, ada potret mengenaskan ambruknya bangunan sekolah SDN Gentong di kota Pasuruan. Sangat mengenaskan karena infrastruktur yang tidak layak untuk anak-anak belajar telah menelan dua korban jiwa, satu guru dan satu siswa serta belasan siswa luka-luka.

Atap SDN Gentong Pasurun ambruk pada Selasa (5/11/2019) pagi. Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Akibat kejadian tersebut satu guru dan satu siswa meninggal. Sementara belasan siswa lainnya mengalami luka-luka. (https://regional.kompas.com/read/2019/11/06/16583121/6-siswa-sd-yang-tertimpa-atap-sekolah-ambruk-di-pasuruan-masih-dirawat-di)

Benarkah infrastruktur untuk rakyat? Potret buruk ambruknya atap bangunan SDN Gentong di kota Pasuruan menunjukkan bahwa infrastruktur bukan untuk rakyat. Infrastruktur dibangun kurang memperhatikan kelayakan struktur bangunan.  Fasilitas umum yang dibangun untuk rakyat kenapa mudah ambruk?

Sementara infrastruktur yang menguntungkan dibangun kokoh tapi harus membayar mahal dan tidak ada istilah gratis bagi rakyat. Seolah rakyat adalah target pasar yang menguntungkan bagi pelaku bisnis. Kenapa bangunan yang didirikan untuk rakyat, dibangun asal-asalan sehingga mudah ambruk dan menelan korban. Ambruknya atap SDN gentong di Kota Pasuruan adalah saksi bisu yang membuktikan bahwa infrastruktur rapuh untuk pencitraan sangat berbahaya bagi rakyat. Bisa jadi masih banyak lagi infrastruktur yang dibangun tidak memenuhi unsur kelayakan, sehingga bisa suatu saat ambruk dan menelan korban jiwa dan materi yang tidak sedikit.

Apakah ini yang dimaksud kesuksesan yang dibanggakan rezim dalam infrastruktur? Infrastruktur yang dibangun mahal menggunakan uang rakyat tapi ternyata bukan benar-benar untuk rakyat. Investor asing diundang, untuk mengambil keuntungan dari rakyat. Ini dikarenakan tidak mampunya penguasa rezim membangun infrasruktur sendiri tapi dipaksakan untuk pencitraan. Rakyat menjadi korban dan menjadi lahan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan swasta dan asing yang mampu membangun infrastruktur yang katanya untuk rakyat tapi ternyata tidak.

Ini harus menjadi perhatian rezim.  Banyak fakta yang mungkin bisa menjadi penyebab dibalik ambruknya atap SDN Gentong di kota Pasuruan. Sudah waktunya penguasa rezim tidak hanya pandai melakukan pencitraan, namun memberi solusi yang nyata sehingga kejadian ambruknya fasilitas umum yang benar-benar untuk rakyat tidak terjadi lagi.

Mungkinkah ada korupsi dibalik ambruknya fasilitas umum untuk rakyat? Dana besar yang dikucurkan untuk pembangunan fasilitas umum ternyata banyak yang tidak digunakan secara maksimal. Sebagai contoh di Bojonegoro, Kades Sumberejo diduga mengkorupsi dana untuk pembangunan fisik. Dari jumlah anggaran pembangunan fisik senilai Rp 723.368.216, yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai fakta hanya Rp 172.308.660. (https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4772367/dua-kades-di-bojonegoro-korupsi-kerugian-negara-capai-rp-11-miliar).

Korupsi menggurita yang  menghasilkan infrastruktur dengan bangunan fisik yang tidak layak karena banyak dana dimark-up untuk memperkaya diri sendiri. Ini yang harusnya menjadi pekerjaan rumah penguasa rezim untuk memberantas korupsi yang bisa menjadi ancaman serius negeri yang kita cintai, bukan membuat banyak ujaran kebencian pada umat Islam; menyatakan perang pada khilafah, pelarangan cadar dan celana cingkrang bahkan mempermasalahkan sistem pergaulan Islam yang akan menjaga generasi gemilang. Ambruknya gedung sekolah SDN Gentong di kota Pasuruan adalah bukti kegagalan rezim dan rapuhnya negeri ini karena tebaran kebencian yang sering dihasilkan oleh rezim sendiri untuk menutupi kegagalannya dalam memimpin negeri ke arah yang lebih baik menuju Indonesia gemilang.

Ini juga membuktikan kegagalan demokrasi yang sering dianggap ide paripurna yang tidak tergantikan padahal demokrasi adalah biang permasalahan. Sudah saatnya demokrasi dicampakkan dan mengambil sistem Islam, khilafah sebagai solusi fundamental untuk semua masalah kehidupan dengan diterapkannya syariat Allah secara kaffah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here