Kenapa Harus Khilafah? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, December 3, 2019

Kenapa Harus Khilafah?


Oleh: Mochamad Efendi

Umat Islam memilih khilafah? itu wajar dan bahkan harus karena sesuai dengan ajaran yang diyakini benar. Khilafah adalah islami dan itu diyakini benar bahkan oleh orang yang tidak sejutu dengan khilafah.  Jika khilafah  akan menerapkan ajaran Islam secara kaffah kenapa harus tolak? Kenapa harus demokrasi yang menerapkan hukum kufur dibela mati-matian? Demokrasi juga tidak membawa kabaikan di dunia apalagi di akhirat nanti.

Kenapa harus memilih bentuk pemerintahan republik jika itu tidak Islami? Kalaupun tidak setuju khilafah, apakah juga tidak sepakat diatur dengan syariat Allah. Padalah ruh beragama adalah mau diatur dengan ajaran agama yang diyakini benar. Sulit diterima oleh akal, jika mengaku beragama islam tapi menolak jika ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan nyata secara kaffah.

Sebuah pandangan aneh yang mengakui Khilafah Islami tapi lebih memilih sistem pemerintahan sukuler yang tidak menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan. "Menurut saya khilafah itu Islami, karena dulu pernah ada khilafah-khilafah yang diterima pada waktu itu oleh para ulama," kata Ma'ruf (https://nasional-tempo-co.cdn)  Saya tekankan, bukan berarti khilafah tidak islami, tapi kita sudah komitmen dan harus dipegang oleh siapapun," tegas Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI ini.https://rmco.id. Jika khilafah itu Islami kenapa tidak dibela mati-matian? Jika khilafah itu akan menjamin diterapkan risalah Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan kenapa tidak didukung? Mengikuti para pendahulu kita tanpa ilmu itu sangat dikecam oleh Islam. Harusnya jika ada perbedaan dan perselisihan kita kembalikan kepada Allah dan rasulNya, ajaran Islam yang benar. Jangan menggunakan dalil logika manusia yang lemah untuk membela sistem yang tidak Islami yang terbukti menjadi biang permasalahan. Haruskan kita menutup mata atas rusaknya sistem demokrasi.

Dan lebih aneh lagi di negeri yang mayoritas Muslim dan hanya terjadi dalam rezim ini seorang  menteri Agama sangat membenci khilafah yang merupukan ajaran Islam. Dia mengaku pernah memecat seorang asisten rumah tangga yang mendukung paham khilafah. https://m.cnnindonesia.com/nasional/20191106). Dia  juga mengatakan kebijakan perombakan materi buku pelajaran agama Islam yang mengandung konten bermasalah, termasuk khilafah sudah dilakukan sejak periode Menag terdahulu. Sungguh, satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, rezim yang berkuasa malah memusuhi ajaran Islam.

Jika hanya khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah kenapa tidak didukung sepenuh hati? Jika hanya khilafah yang akan mengembalikan kehidupan Islami, kenapa tidak kita katakan khilafah harga mati? Jika hanya khilafah yang akan membawa pada keberkahan, kesejahteraan, keamanan dan keadilan tidak hanya pada kehidupan di dunia tapi juga akhirat nanti, kenapa tidak kita bela mati-matian? Siapa saja yang punya hati dan iman di dalam dadanya pasti tidak menolak jika ajaran Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan nyata. Jika kita ingin berislam secara kaffah pasti kita tidak akan menolak sistem Islam yang sempurna yang akan membawa manusia pada kemuliaan dan menjadikan manusia sebaik-baik makhluk.

Tidak masuk akal jika seorang muslim menolak khilafah. Tidak bisa dipahami jika seorang muslim memusuhi khilafah? Satu sistem sempurna dari yang Maha Sempurna yang akan menjadi solusi fundamental untuk masalah kehidupan harusnya diperjuangkan bersama. Khilafah tidak hanya untuk umat Islam tapi untuk seluruh umat manusia. Keberaganan akan tetap terawat dengan baik karena khilafah akan menjaga dan melindungi hak setiap warga negara baik muslim maupun non-muslim secara adil. Tidak benar jika khilafah berdiri  non-Muslim akan diusir dari wilayah khilafah. Malah sekarang ada yang berfikir yang tidak sepakat dengan bentuk pemerintahan republik disuruh keluar dari wilayah NKRI. Negeri ini bukan milik penguasa rezim, jadi mereka tidak punya hak untuk mengusir siapa saja yang tidak sepakat dengan sistem buatan manusia. Bukankah bumi ini milik Allah? Jadi yang berhak menentukan layak dan tidaknya manusia tinggal di bumi Allah adalah pemilik bumi dan alam semesta ini yakni Allah SWT.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here