Krisis Ekonomi dan Ketidakadilan Sistem Ribawi Adalah Manunggal dalam Sistem Demokrasi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, December 31, 2019

Krisis Ekonomi dan Ketidakadilan Sistem Ribawi Adalah Manunggal dalam Sistem Demokrasi


Aji Salam (Sohib Jatim)

Sejumlah pengamat memprediksi pertumbuhan ekonomi dari empat wilayah strategis yaitu Amerika Serikat (AS), China, Wilayah Eropa, dan Jepang diperkirakan akan melambat di tahun 2020.

Prospek pertumbuhan yang suram ini merupakan dampak dari meningkatnya hambatan perdagangan; peningkatan ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global; faktor spesifik.

Probabilitas krisis pada tahun 2020 meningkat seiring dengan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh beberapa indikator. Salah satu indikator resesi ditandai oleh kurva imbal hasil AS yang terbalik, yang terjadi ketika hasil obligasi jangka pendek melampaui yang dari obligasi jangka panjang. Secara umum, data ekonomi menunjukkan gambaran yang suram dari situasi global saat ini.

Hantu krisis ekonomi global tidak akan bisa hilang dalam peradaban kapitalis saat ini. Sebab hakiki krisis finansial global dan krisis ekonomi secara umu adalah kerusakan sistem ekonomi kapitalis dan ketidakcocokannya untuk realita. Sistem ekonomi kapitalisme yang tidak merealisasi pertumbuhan harta dalam bentuk yang menjamin keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk umat manusia. Sistem ekonomi yang krisis merupaka bagian integral darinya. Seperti yang dilaporkan di dalam majalah The Economist, sebuah jurnal bisnis dan keuangan, "sesungguhnya krisis, keserakahan dan kesengsaraan merupakan bagian dari sistem keuangan Barat...". Fakta yang diakui oleh para penggagas ekonomi kapitalisme adalah bahwa krisis merupakan bagian dari sistem ekonomi kapitalisme. Dan manusia harus beradaptasi dengan ketidakadilan riba, ketatnya inflasi, penderitaan dari resesi, kesempitan hidup akibat pengangguran, perbudakan yang rakus dan kehinaan eksploitasi. Mereka mengakui bahwa ini adalah penyakit kronis dan modal dari sistem ekonomi kapitalisme mereka.

ويا للعجب من أمر هذا الإنسان حينما يُعرِض عن أمر ربه، فبدلاً من أن يفكر بعلاج مشاكله بشكل صحيح يعمد إلى وضع نظام هو بحد ذاته مشكلة ومن طبيعته إنتاج المشاكل والأزمات! قال تعالى: ﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا﴾.

Sungguh aneh perkara manusia ini. Ketika  dia berpaling dari perintah (ketentuan) Rabbnya. Alih-alih berpikir tentang solusi masalah-masalahnya dengan benar sebaliknya  dia malah menetapkan sistem yang sebenarya merupakan masalah itu sendiri dan di antara tabiatnya memproduksi masalah dan krisis! Allah SWT berfirman:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا﴾

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” (TQS Thaha [20]: 124).

Inilah hakikat dari pasar-pasar endemik ini, lalu apa yang harus kita lakukan?

Apa yang harus dilakukan sekarang, terutama di kawasan Teluk, adalah menarik semua uang kita dari bank-bank ribawi Amerika dan Eropa, menjual semua investasi kita dan mengalihkannya ke dalam negeri, beralih ke basis emas dengan membeli emas dan berlepas diri dari Dollar, menurunkan produksi minyak menjadi sesuai tingkat kebutuhan kita saja dan membiarkan kelebihan dari kebutuhan kita tetap di perut bumi untuk generasi mendatang.

Tidak bisa dikatakan bahwa itu merupakan bentuk idealisme dan imajinasi. Tetapi, ini mudah bagi siapa saja yang memurnikan agamanya (ketaatannya) hanya kepada Allah, menempatkan kepentingan umatnya di pelupuk matanya dan melepaskan diri dari hegemoni Amerika dan Eropa.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here