Membangun Sayap - Sayap Produktivitas Generasi Muda Kita Lebih Kuat dan Semakin Kuat Lagi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, December 31, 2019

Membangun Sayap - Sayap Produktivitas Generasi Muda Kita Lebih Kuat dan Semakin Kuat Lagi


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Beberapa jam lagi, 2020 masehi menyapa kita. Bagi sebagian orang fenoma pergantian tahun adalah moment yang sangat langka karena terjadi hanya setahun sekali, sehingga hal ini perlu di abadikan. Terlebih lagi oleh generasi muda. Dimana ada kesan sebagian para pemuda, justru menggunakan waktu dan masa mudanya untuk berfoya - foya dan bahkan tenggelam bersama aneka kemaksiatan.

Mungkin sebagian dari mereka beranggapan bahwa masa depan yang akan mereka gapai cukup hanya dengan mengandalkan materi yang dimiliki. Bahkan pada momentum pergantian tahun ini banyak sekali dari kalangan pemuda diseluruh jagad raya akan keluar rumah untuk merayakannya dengan hanya berkumpul dengan teman, menyalakan kembang api, bergadang sampai malam atao bahkan mereka menghabiskan malamnya dengan datang di tempat tempat keramaian/hiburan yang justru disedikan oleh pemerintah daerah setempat dalam pergantian tahun.

Bagi sebagian kawula muda justru menjadi kesempatan untuk mengekploitasi dan mengekpresikan diri. Sehingga tidak heran justru dimalam pergantian tahun ini banyak sekali penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh para generasi muda. Penjualan kondom justru lebih laku, perilaku sex bebas juga marak dan sebagainya.

Perspektif

Bagi setiap orang, generasi muda adalah investasi terbesar karena kita dapat membangun setiap elemen kehidupan kita di dunia ini. Namun, dalam beberapa dekade, hal ini tidak lebih berharga bagi Anda dan saya daripada debu yang mengelilingi kita yang ada di dalam tanah. Bagi generasi muda kita, yang merupakan generasi mendatang, yang kita bangun saat ini sungguh berarti.

Sebagai Muslim kita memahami ide ini, lebih dari apa pun yang Anda lakukan pada generasi muda kita, dan anak - anak Anda. Warisan kaum Muslim yang agung dan bersinar ada pada anak-anak mereka atau cucu-cucu mereka. Umar bin Abdul Aziz ra., yang dianggap sebagai Khulufaur Rasyidin kelima adalah keturunan dari Umar ibn al Khaththab (ra.) dan seorang gadis, yang terkenal karena dia tidak mencampurkan susu dengan air. Kisahnya adalah salah satu kisah yang kami ceritakan kepada anak-anak kami pada hari ini untuk mengajarkan mereka tentang arti takwa, sebagaimana kisah cucunya – yakni Umar bin Abdul Aziz ra., seorang yang juga terkemuka. Itu adalah di antara cerita-cerita lain dari ulama yang salih, yang lahir dari ibu yang ikhlas dan salih, di sepanjang sejarah Islam. Muhammad (saw.) berdoa untuk Hasan (ra.) dan Hussain (ra.) agar masa depannya dilindungi. Itulah doa sunnah yang kami gunakan juga untuk mendoakan anak-anak kami pada hari ini.

Abu Hurairah (ra.) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw.) bersabda, "Ketika manusia wafat, semua amalnya terputus kecuali tiga hal: sedekah, ilmu (Islam) yang manfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya." (HR Muslim).

Tugas Besar

Sebagai umat Rasulullah, kita tahu bahwa kita memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan anak-anak kita dan mengayomi generasi muda kita agar mereka berpegang pada agama ini.

Mereka adalah generasi yang diharapkan selalu berpegang teguh pada Al-Qur'an di hati mereka, yang peduli kepada tetangga mereka, yang mengatakan kebenaran apapun situasinya, yang berjalan dengan kerendahan hati. Dengan begitu ketika kami mati dan tidak ada lagi, Islam adalah cahaya yang memimpin umat ini.

Jadi, tugas besar kita hari ini adalah memproduksi generasi muda yang sangat dibutuhkan masyarakat ketika materialisme, individualisme dan budaya hedonistik meningkat dan melanda kaum muda.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here