Spirit 212: Yang Mempersatukan Kita Hanyalah Islam - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, December 2, 2019

Spirit 212: Yang Mempersatukan Kita Hanyalah Islam


Abu Inas - Tabayyun Center

Insyallah hari ini sebagian umat Islam sedunia turut bergembira. Reuni Aksi 212 tahun ini berlangsung sukses dengan kibaran bendera tauhid. Mereka bangkit menunjukkan kecintaan mereka terhadap bendera bertuliskan kalimat tauhid itu. Kalimat yang membuat mereka menjadi Mukmin dan selamat dari kekufuran.

Jutaan peserta hiruk pikuk dan bersemangat menyongsong rekatnya ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah laksana perhiasan yang sangat mahal. Kita perlu mengasahnya agar makin berkilau indah dan maslahat bagi semua orang. Suasana dominan yang mereka rasakan semacam ada 'ruh baru' yang mempersatukan pada reuni 212, sehingga jutaan orang ikhlas mengerahkan tenaga dan dananya untuk berkumpul dan bersilahturahim di Monas.

Namun, kegembiraan itu hendaknya jangan sampai membuat kita melupakan kondisi saudara kita, umat Islam di seluruh dunia, yang hingga kini masih terus dililit keterpurukan di segala bidang. Keterpurukan itu adalah akibat dominasi dan penerapan Kapitalisme yang secara global dipimpin oleh AS, pemimpin kafir penjajah, dan dijalankan oleh para kaki tangan mereka di negeri kaum Muslim. Keterpurukan itu juga karena tiadanya pelindung hakiki bagi umat Islam, yaitu Imam atau Khalifah. Rasulullah saw. bersabda:

« إنَّمَا اْلإمَامُ جُنَّةٌ يُقاتَلُ منْ وَرَائِهِ وَيُتَّقى بهِ »

Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu bagaikan perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya (HR Muslim).

Semua itu semestinya mengingatkan kita akan karakter umat Islam sebagai umat yang satu (ummat[an] wahidah). Rasulullah saw. menegaskan hal itu di dalam Piagam Madinah:

Ini adalah piagam perjanjian dari Muhammad saw. antara orang-orang Muslim dan Mukmin dari Quraisy dan Yatsrib serta orang-orang yang menyusul mereka, bergabung dengan mereka dan berjihad dengan mereka. Sesungguhnya mereka adalah umat yang satu (ummat[an] wahidah), berbeda dengan manusia lainnya (Shafiyurrahman Mubarakfuri, Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 153).

Perwujudan karakter umat yang satu itu tiada lain karena adanya tali pengikat yang satu di antara mereka, yaitu agama Islam. Maka Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah dan jangan bercerai-berai (QS Ali Imran [3]: 103).

Berkumpulnya kaum muslimin di Monas dari seluruh pelosok negeri hendaknya menyadarkan mereka -juga kita-, bahwa yang mempersatukan umat Islam hanya satu faktor saja, tidak lebih, yaitu agama Allah (Islam).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here