Ulama dan Aktivitas Mengoreksi Penguasa Zalim - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, December 31, 2019

Ulama dan Aktivitas Mengoreksi Penguasa Zalim


Mujahid Wahyu (analis di Arroya Center)

Ulama yang shalih adalah orang yang mengatakan kebenaran dan menolak untuk bermanis muka (menyembunyikan kebenaran) di hadapan para penguasa. Agar diri mereka terbebas dari kehinaan dunia dan azab akhirat.

Ulama akhirat adalah mereka untuk mengoreksi kekeliruan penguasa, melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar kepada para peguasa tersebut. Dan tak perlu takut akan kemarahan para penguasa itu. Sebab tak layak bagi seorang Ulama yang memahami ilmu agama untuk takut di hadapan penguasa yang durhaka (thagut) melebihi ketakutan kepada Allah Swt.

Allah berfiirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

artinya: "Hanya saja yang takut kepada Allah di antara para hambaNya adalah para ulama"

Al-Imam 'Abdul Qadir al-Jaylani -rahimahullah- mengoreksi kebijakan penguasa (Khalifah) terang-terangan di atas mimbar Masjid. Yakni mengoreksi kebijakan Khalifah al-Muqtafi yang keliru karena mengamanahkan jabatan hakim peradilan kepada orang yang lalu berbuat kezhaliman-kezhaliman. Beliau lalu menasihati dan mengoreksi terang-terangan di atas mimbar di masjid ketika sang khalifah berada di dalamnya dalam perkataan dan peringatan keras:

وليت على المسلمين أظلم الظالمين وما جوابك غدًا عند رب العالمين

“Engkau telah mengangkat seseorang untuk kaum muslimin yang paling zhalim di antara orang-orang yang zhalim, lantas apa jawaban engkau esok hari (di Akhirat) di sisi Rabb Alam Semesta ini?!" Lalu Sang Khalifah memecat hakim tersebut. (Dr. Ali Muhammad al-Shallabi, Al-'Âlim al-Kabîr wa al-Murabbi al-Syahîr al-Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jaylani, Kairo: Mu'assasat Iqra', cet. I, 1428 H, hlm. 85.)

قَالَ الحَسَنُ البَصْرِي: أَحْسَنُ ‏الْعُلَمَاءِ‬‬ عِلْمًا مَنْ أحْسَنَ تَقْدِيْر مَعَاشِهِ وَمَعَادِهِ تَقْدِيْرًا لاَ يُفْسِدُ عَلَيْهِ وَاحِدًا مِنْهُمَا بِصَلاَحِ الآخَرِ، فإنْ أَعْيَاهُ ذلِكَ رَفَضَ الأَدْنَى، وآثَرَ الْأَعْظَمَ.

Hasan Al Bashriy berkata: "Sebaik-baiknya  keilmuan seorang ulama adalah dia yang terbaik dalam  –memberikan  kadar maisyah  –untuk kehidupan dunianya dan   akhiratnya–. Porsi keduanya itu tidak dirusak dengan kebaikan yang lain.  Namun jika yang demikian cukup melelahkannya, maka sejatinya ia meninggalkannya  yang terendah (yakni dunia). Dan lebih mengutamakan yang agung (yakni akhirat).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here