Gus Munasir Ulama ASWAJA Muda dari bumi Reog, esensi penaklukan konstantinopel adalah penerapan Hukum Islam. - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 15, 2020

Gus Munasir Ulama ASWAJA Muda dari bumi Reog, esensi penaklukan konstantinopel adalah penerapan Hukum Islam.


Dalam peringatan 567 tahun Penaklukan Kota Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih di Ngawi Jatim yang bertepatan hari Rabu 15/01/2020 terasa istimewa karena dihadiri oleh ulama muda dari Kota Reog Ponorogo.

Dalam peringatan ini Gus  Munasir menyampaikan bahwa esensi penaklukan Konstantinopel ini adalah penerapan Hukum Islam.

Hal ini sudah menjadi sifat alamiah dari sebuah negara yang beridologi, khususnya Islam. Karena Islam adalah suatu sistem yang universal (untuk seluruh dunia), tetapi thariqahnya tidak mengharuskan adanya perjuangan secara universal di seluruh dunia sejak awal. Islam memang mesti didakwahkan secara
universal ke seluruh dunia, tetapi harus ditetapkan adanya wilayah geraknya terlebih dahulu di satu atau di beberapa negeri, sampai dakwah Islam dapat memantapkan diri di negeri tersebut.

Begitulah dakwah Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan Khulafarrasidin yang menjadi ruh dan jiwa Muhammad Al Fatih. Dengan penaklukan Konstantinopel maka Islam dapat menjadi titik mercusuar Islam di daratan Eropa.

Tahun 627M, hanya 5 tahun setelah Rasulullah memproklamasikan kedaulatan Islam di Madinah, beliau bersabda bahwa dari dua kota Roma dan Konstantinopel, kelak kota Konstantinopellah yg akan ditaklukkan terlebih dahulu oleh kaum muslimin.

Penaklukan Kota Konstantinopel baru tercapai tahun 1453 oleh Al Fatih. Tapi sesungguhnya wilayah kekuasaan Romawi timur, seperti Al Quds, Syam, Mesir, satu per satu telah jatuh ke tangan kaum muslimin jauh sebelum itu.

Namun bagaimanapun penaklukkan Konstantinopel adalah legitimasi atas takluknya Romawi Timur sepenuhnya ke tangan kaum muslimin. Setelah itu, seluruh Romawi Timur hingga Nusantara menjadi bagian dari kekuasaan Islam.

Sayang sekali, tahun 1924M, kaum muslimin kehilangan seluruh kekuasaannya. Tak hanya Konstantinopel, semua wilayah yang membentang dari barat ke timur berbalik menjadi negeri sekuler. Syariat dicampakkan diganti hukum warisan penjajah.

Dahulu Umar menaklukkan Al Quds. Kemudian direbut kembali oleh pasukan salib. Tapi tak butuh waktu sangat lama, Salahudin berhasil merebutnya kembali. Meski kini, Israel dengan paksa merebut Alquds dari tangan kaum muslimin.

Namun ini bukan akhir cerita. Serangkaian janji Rasul masih menunggu untuk ditunaikan. Konstantinopel akan kembali. Al Quds akan kembali. Bahkan Roma Vatikan yang belum pernah tertaklukkan, akan tertaklukkan. Saat itu terjadi, maka seluruh belahan dunia, Barat maupun Timur, akan berada di dalam naungan daulah Khilafah Rasyidah seperti janji Allah dan RasulNya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here