HALUSINASI RAJA-RAJA, KEMANA MASYARAKAT TAHU REALITANYA ??? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, January 27, 2020

HALUSINASI RAJA-RAJA, KEMANA MASYARAKAT TAHU REALITANYA ???



Oleh : Abd. Latif

Telah beredar secara luas baik di media masa, TV, radio, dan surat kabar. Bahkan viral diberbagai akun media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Tweeter,  IG, Youtube dan lain-lain, tentang munculnya kerajaan-kerajaan baru di negeri ini. Seperti munculnya Keraton Agung Sejagat di desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ada juga Sunda Empire atau kerajaan Sunda di Bandung Jawa Barat. Ada lagi Kekaisaran Nglipar di Gunung Kidul, Jogjakarta. Dan diperkirakan akan muncul lagi Kesultanan Gantiwarno, dan bahkan diperkirakan akan bangkit “Kekholifahan Kebonarum”.


Berdasarkan dari beberapa berita, faktor munculnya beberapa kerajaan baru di awal tahun 2020 ini adalah faktor ekonomi. Carut-marut ekonomi di negeri muslim terbesar dunia ini membuat banyak orang berfikir upnormal. Tekanan-tekanan hidup yang begitu kuat menyebabkan mereka kehilangan akal sehat. Bahkan diantara mereka ada yang mengakui sebagai seorang Nabi Baru.

Bagaimana masyarakat tidak tertekan, kebijakan-kebijakan yang diambil penguasa saat ini yang senantiasa berpihak pada para pengusaha/pemilik modal daripada rakyatnya. Semua yang menjadi kebutuhan pokok dan kebutuhan umum masyarakat diabaikan negara. Biaya kesehatan yang semakin mahal, ikut BPJS pun ditekan dengan pungutan yang semakin melambung dengan pelayanan yang buruk. Biaya Pendidikan yang semakin besar walaupun konon dikabarkan gratis, namum fakta dilapangan justru sebaliknya. Rasa aman dalam kehidupan seolah lenyap. Belum lagi tuntutan fasilitas listrik, air dan kebutuhan pokok lainnya. Angka pengangguran semakin meningkat, kemiskinan dan kebodohan semakin bertambah, bahkan hilangnya rasa aman karena meningkatnya berbagai kriminalitas akibat tidak terpenuhinya kebutuhan secara layak. Disaat tekanan hidup yang kian kuat itulah, masyarakat butuh pelarian, solusi dan penyelesaian.


Di saat pemerintah tak mampu menyeslesaikan problem masyarakat yang semakin komplek, disaat masyarakat butuh soslusi penyelesaian, disaat masyarakat butuh pendampingan dan pelayanan, namun justru tak ada yang diharapkan. Saat itulah masyarakat mencari jalan sendiri-sendiri untuk mempertahankan hidup dan keluarganya. Mereka berharap ada kepemimpinan yang melindungi, mengayomi, meriayah kebutuhannya. Namun sampai saat ini mereka belum menjumpainya. Sementara itu Jokowi selaku pemimpin negeri ini juga tidak bisa diharapkan. Jangankan memberi perlindungan, solusi, atau jaminan, justru dipemerintahannya kini rakyat diperas untuk kepentingan pribadi dan partainya.


Kepercayaan rakyat semakin hilang Bersama dengan berbagai kasus yang kian tak terselesaikan. Alih-alih memberantas korupsi, justru Jokowi sendiri tersangkut beberapa kasus dugaan korupsi. Alih-alih melindungi justru Jokowilah yang membuat beban semakin tinggi. Alih-alih mengayomi, justru Jokowi sendiri yang mencekik rakyatnya sendiri. Ditengarai dari pelampiasan inilah muncul kerajaan-kerajaan baru yang diharapkan bisa memperbaiki tatanan kehidupan. Artinya masyarakat saat ini sedang mencari sosok pemimpin alternatif yang sesuai dengan harapan mereka.


Jadi secara tidak langsung lahirnya beberapa kerjaan-kerajaan itu tidak lain adalah sebagi pelampiasan harapan mereka yang hilang. Tapi karena keterbatasan ilmu dan pemahaman, justru hal itu menjadi problem baru yang perlu penyelesaian. Karena sosok pemimpin yang mereka harapkan itu ternyata juga bermasalah. Tidak mempunyai kedaulatan wialyah, tidak punya wewenang kebijakan,  karena masih dalam kendali Negara Kesatuan Repblik Indonesia (NKRI). Dan jika hal ini diteruskan dapat dipastikan akan berusan dengan pihak-pihak yang berwenang dinegeri ini. Lalu kemana mereka harus mencari solusi kepemimpinan ?


Sementara itu, islam telah membahas dengan tuntas problem kepemimpinan ini. kepemimpinan ideal dalam islam adalah dibaiatnya seorang Kholifah. Kholifah inilah yang akan bekerja sebagai junnah/pelindung, pengayom, dan pembibing rakyat kenuju syurga Allah swt, melalui tegaknya syariat islam secara kaffah. Kholifah bekerja berdasarkan Alqur’an dan Assunnah sebagaimana yang pernah diterapkan oleh para Kholifaurrosyidin. Yang dengan itu masyarakat dalam system khilafah hidup rukun, damai, dengan kemakmuran dan keberkahan dari Allah swt. Dan saat ini system ini telah menjadi perbincangan tidak hanya para ulama’ atau ilmuwan bahkan masyarakat awam diberbagai pelosok desa. Walaupun dapat tantangan, intimidasi, kriminalisasi dari rezim, ternyata sampai saat ini khilafah inilah menjadi satu-satunya solusi yang logis dan sesuai fitroh manusia. Artinya lambat laun tapi pasti, suatu saat system inilah yang menjadi system alternatif bagi masyarakat yang saat ini sedang mencari sosok pemimpin. Lambat laun masyarakan akan semakin sadar dan semakin berharap serta meraka akan Bersama berjuang untuk tegaknya Khilafah.

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here