Harga Elpiji 3 kg Akan Naik, Ada Kesalahan Fatal Pada Politik Energi di Negeri Ini - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, January 18, 2020

Harga Elpiji 3 kg Akan Naik, Ada Kesalahan Fatal Pada Politik Energi di Negeri Ini


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberlakukan subsidi tertutup LPG 3 kilogram langsung ke masyarakat pada paruh kedua 2020. Namun hingga kini Presiden Joko Widodo menyatakan belum ada kepastian harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang baru. Harga gas yang baru ini akan diberlakukan terkait rencana diterapkannya subsidi tertutup gas minyak cair atau LPG 3 kilogram.

Adapun yang lebih mendasar dari ini adalah masyarakat dipaksa untuk menerima kebijakan Pemerintah ini dan tidak diberi pilihan energi lain. Kebijakan Pemerintah itu muncul tentu saja karena politik energi dan pengelolaan kekayaan umum yang salah mengikuti sistem Kapitalisme.

Sistem Kapitalisme apalagi dengan mazhab neoliberal menghendaki agar subsidi dalam segala bentuknya dihapuskan. Artinya, sangat mungkin ke depan, ketika Pemerintah memutuskan menghapus subsidi gas tiga kiloan maka rakyat dipaksa membeli sesuai harga keekonomian. Pada saat itu nanti, besar kemungkinan akan timbul masalah lagi di tengah masyarakat.

Masalah ini semua berawal dari kesalahan politik energi. Pertama: masyarakat dipaksa mengkonsumsi jenis energi yang mahal, yaitu BBM (termasuk elpiji) daripada LNG yang jauh lebih murah dan ramah lingkungan. LNG ini justru diekspor habis-habisan ke Cina, Singapura atau Korea dengan harga amat murah. Kontrak LNG Tangguh ke Cina yang sedang dihebohkan saat ini harga efektifnya lebih murah daripada LPG 3 kg yang bersubsidi. Jadi, saat subsidi untuk rakyat terus dikurangi, Pemerintah justru mensubsidi Cina. Kontrak ini berjangka waktu 25 tahun.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here