Kaum Pelangi: Hantu Bagi Anak Negeri. - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, January 21, 2020

Kaum Pelangi: Hantu Bagi Anak Negeri.


Oleh: Ummu Dzakiyah, SHI

"Naudzubillahimindzalik jabang bayi  tujuh keturunan " kata awal yang terucap setiap kali mendapati berita model beginian. Kecemasan para orang tua cukup masuk akal. Bagaimana tidak? LGBT Bagai gunung es terbongkar satu akan terus terurai. Yang tidak tampak lebih banyak dari pada yang tampak. Belum reda perbincangan Reynhard Sinaga si predator seks, Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap warga Kecamatan Gondang, Tulungagung, H (41) yang akrab disapa Mami, atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Berdasarkan penyelidikan, setidaknya ada 11 anak yang diduga menjadi korban pencabulan dari tersangka. Tersangka yang merupakan pengelola kedai kopi tersebut, juga mengaku sebagai ketua Ikatan Gay Tulungagung.

Dia adalah ketua Ikatan Gay di Tulungagung. Jadi gay ini ada ikatannya juga, dan dia ini ketuanya," ujar Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol R. Pitra Andrias Ratulangie di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (20/1/2020) https://www.kontenislam.com/2020/01/bejad-ketua-ikatan-gay-tulungagung.html

Serba was- was sebagai orang tua. Jika anak dididik sendiri dalam rumah bagaimana dengan sosialisasinya? jika dilarang berteman dengan lawan jenis sekarang predator seks bukan hanya memburu lawan jenis, namun sudah ke ranah sejenis pun mereka embat. Bukan hanya di perkotaan terbukti berita ini ada di Tulung Agung daerah pelosok dan hidup berdampingan dengan manusia biasa sebagai pedagang kopi.

Jika sudah begini adanya mau sembunyi dimana, hantu seks yang menakutkan dan mengincar anak- anak negeri. Bagaimana bisa mendidik anak se kwalitas Umar Bin Khotob, se kwalitas Ali Bin Abi Tholib, sekelas dengan Ustman Bin Affan jika lingkungan yang buruk dimana- mana. Jika tidak segera tersolusi tunggu kehancuran negeri ini. Karena anak- anak kitalah kelak yang akan memimpin negeri sekarang seperti ini, dirusak oleh predator seks.

Apa kita tinggal diam? wahai para penguasa negeri relakah jika hal semacam itu terjadi pada anak-anak kalian?  jika tidak mari ambil solusi ini yang terdapat dalam beberapa hadis yang menjelaskan hukuman pelaku homo,

Pertama, mereka mendapatkan laknat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا

Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… 3 kali. (HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, dihukum bunuh, baik yang jadi subjek maupun objek.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya!” (HR. Ahmad 2784, Abu Daud 4462, dan disahihkan al-Albani).

Mereka Berbeda Pendapat Tentang Cara Membunuhnya,Ibnul Qoyim menyebutkan riwayat dari Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu.

Ketika beliau diberi tugas oleh Khalifah Abu Bakr Radhiyallahu ‘anhu untuk memberangus pengikut nabi-nabi palsu, di pelosok jazirah arab, Khalid menjumpai ada lelaki yang menikah dengan lelaki. Kemudian beliau mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar.

Kita simak penuturan Ibnul Qoyim,

فاستشار أبو بكر الصديق الصحابة رضي الله عنهم فكان على بن أبي طالب أشدهم قولا فيه فقال ما فعل هذ الا أمة من الأمم واحدة وقد علمتم ما فعل الله بها أرى أن يحرق بالنار فكتب أبو بكر الى خالد فحرقه

Abu Bakr as-Shiddiq bermusyawarah dengan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Ali bin Abi Thalib yang paling keras pendapatnya. Beliau mengatakan,

“Kejadian ini hanya pernah dilakukan oleh satu umat, dan kalian telah mengetahui apa yang Allah lakukan untuk mereka. Saya mengusulkan agar mereka dibakar.”

Selanjutnya Abu Bakr mengirim surat kepada Khalid, lalu beliau membakar pelaku pernikahan homo itu.

Ibnul Qoyim melanjutkan pendapat Ibnu Abbas,

وقال عبد الله بن عباس ان ينظر أعلا ما في القرية فيرمى اللوطى منها منكسا ثم يتبع بالحجارة وأخذ ابن عباس هذا الحد من عقوبة الله للوطية قوم لوط

Sementara Ibnu Abbas mengatakan,

“Lihat tempat yang paling tinggi di kampung itu. Lalu pelaku homo dileparkan dalam kondisi terjungkir. Kemudian langsung disusul dengan dilempari batu.”

Ibnu Abbas berpendapat demikian, karena inilah hukuman yang Allah berikan untuk pelaku homo dari kaumnya Luth. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 120)

Hukum tersebut hanya yang berbentuk kuratif. Sedang yang berupa prefentif Islam agama penuh rahmat sudah memiliki konsep yang shahih dalam pemenuhan naluri, di antaranya naluri jinsiyah (melestarikan keturunan). Penyalurannya adalah kepada lawan jenis dalam suatu ikatan yang halal. Hal ini untuk menjaga  keturunan manusia, agar jelas nasabnya dan regenerasi supaya tidak punah.

Ketika dilaksanakan berbuah pahala karena menikah adalah sunnah Rasulullah Saw. Membina akidah umat  dengan benar bahwa apa yang dilakukan dicatat oleh para malaikat dan nanti akan dipertanggung jawabkan di akhirat, sehingga senantiasa berupaya terikat pada aturan Allah. Menjaga akses apapun yang dapat merusak umat.

Maka, urgent segera diterapkannya aturan Allah agar manusia terjaga kefitrahannya dan mengemban amanah sebagai hambaNya yang patuh dan taat. Namun tanpa peran serta negara untuk menghentikan hantu LGBT ini adalah mustahil. Dan berharap negara sekuler seperti Indonesia yang justru memberikan ruang kepada mereka juga bak pepesan kosong.

 Maka harus ada negara yang secara tegas memandang LGBT ini sebagai tindakan kriminal. Yang dihukum dengan hukuman tegas. Dengan demikian tiada hati orang tua yang was-was akan bisa mendidik putra putri penerus estafet pemerintahan. Dan menjadikan mereka generasi emas yang kelak akan di takuti musuh- musuh bangsa, generasi sekelas umar bin khothob.

Kita butuh Negara yang secara mandiri mampu mengatur kehidupan masyarakatnya dengan hukum Islam. Bukan kepada norma-norma internasional. Negara itulah Khilafah Islamiyah, yang menerapkan seluruh syariat Islam secara kaafah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here