Kepulauan Natuna Milik Kita, Bukan Punya China! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, January 7, 2020

Kepulauan Natuna Milik Kita, Bukan Punya China!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Memanas! Ketegangan Indonesia dan China akhir - akhir ini dipicu saat kapal laut bendera Cina masuk dalam zona perairan Indonesia tanpa izin. Kronologinya yakni pada saat Komando Armada I Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melaporkan kehadiran Coast Guard China di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara, Kamis (2/1/2020). Coast Guard China mengawal beberapa kapal nelayan Negeri Tirai Bambu yang sedang melakukan aktivitas perikanan.

Masuknya kapal asing dari Cina yang memasuki perairan di Kepulauan Natuna harus diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia, karena merupakan salah satu ambisi Cina untuk membangun armada militer yang kuat.

Hal ini juga terkait penetrasi Cina itu dengan banyaknya pekerja buruh Cina yang bekerja di Indonesia seiring banyaknya investasi negara itu. Masalah ini sangat serius karena membawa dampak politik yang besar terhadap negara Indonesia.

Dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (3/1/2020), Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Letnan Kolonel Laut (P) Fajar Tri Rohadi mengatakan, kehadiran Coast Guard China menimbulkan reaksi dari KRI-KRI yang beroperasi di perairan tersebut.

"Pada tanggal 30 Desember 2019 KRI Tjiptadi-381 saat melaksanakan patroli sektor di perbatasan ZEEI Laut Natuna Utara tepatnya pada posisi 05 06 20 U 109 15 80 T mendeteksi 1 kontak kapal di radar pada posisi 05 14 14 U 109 22 44 T jarak 11.5 NM menuju selatan dengan kecepatan 3 knots," ujar Fajar.

"Dan setelah didekati pada jarak 1 NM kontak tersebut adalah CHINA COAST GUARD nomor lambung 4301 (CCG 4301) yang sedang mengawal beberapa kapal ikan China melakukan aktivitas perikanan," lanjutnya.Sehingga dalam hal ini menimbulkan sikap reaktif TNI angkatan laut perpatroli pada saat itu atas pelanggaran yang dilakukan oleh negara tirai bambu itu. Tetapi, Pemerintah China bersikukuh negaranya tidak melanggar hukum internasional yang ditetapkan lewat Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).  Landasannya, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang bahwa Perairan Natuna termasuk dalam Nine-Dash Line China. Apa yang dimaksud Nine-Dash Line??

Nine-Dash Line adalah wilayah Laut China Selatan seluas 2 juta km persegi yang 90 persennya diklaim China sebagai hak maritim historisnya.  Melansir dari South China Morning Post (12/07/2016), jalur ini membentang sejauh 2.000 km dari daratan China hingga beberapa ratus kilometer dari Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Pada 1947, China yang masih dikuasasi oleh Partai Kuomintang pimpinan Chiang Kai Sek memulai klaim teritorialnya atas Laut China Selatan.

China hingga sekarang mempertahankan klaimnya atas Laut China Selatan dan bersikeras memiliki hak secara historis melalui Nine-Dash Line. Tetapi, klaim China itu kini bersinggungan dengan kedaulatan wilayah negara-negara tetangga di kawasan tersebut. Melalui klaim Nine-Dash Line, China mengakui Perairan Natuna sebagai bagian dari wilayahnya baik darat maupun perairan. (https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/04/172022965/china-klaim-punya-hak-di-perairan-natuna-apa-itu-nine-dash-line?page=all.)

Dan dari pihak Beijing sudah mengeluarkan sikap tidak mau mengalah. China mengklaim hak atas perairan yang tak jauh dari Natuna bagian utara. Agak mengherankan mengapa Panglima TNI belum mengeluarkan pernyataan yang setara dengan sikap keras China.

Kekuatan militer RRC, menurut catatan GlobalFirePower, menduduki posisi ke-3 di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Tetapi, ada yang mengatakan RRC berada di peringkat ke-2. Berikut ini mesin perang RRC dalam angka.

Total personel militer: 2,693,000
Aktif: 2,183,000
Cadangan: 510,000

KEKUATAN DARAT
Tank tempur: 1,222
Kendaraan tempur lapis baja: 40,000
Artileri mandiri: 4,000
Artileri tarik: 6,246
Peluncur roket: 2,050

KEKUATAN LAUT
Kapal induk: 1
Frigat: 52
Perusak (destroyer): 33
Korvet: 42
Kapal selam: 76
Kapal patrol: 192
Kapal ranjau: 33

KAKUATAN UDARA
Total pesawat: 3,187
Pesawat tempur: 1,222
Pesawat serbu: 1,564
Pesawat angkut: 193
Pesawat latih: 368
Helikopter: 1,004
Helikopter serbu: 281

Sedangkan kekuatan militer Republik Indonesia (RI), menurut sumber yang sama, berada pada posisi ke-37 di dunia. Indonesia pernah dibanggakan karena disebut-sebut memiliki kekuatan militer yang lebih besar dari Israel. Berikut ini kita cek sebentar mesin perang Indonesia.

KEKUATAN DARAT
Tank tempur: 315
Kendaraan tempur lapis baja: 1,300
Artileri mandiri: 141
Artileri tarik: 356
Peluncur roket: 36

KEKUATAN LAUT
Kapal induk: 0
Frigat: 8
Kapal perusak (destroyer): 0
Korvet: 24
Kapal selam: 5
Kapal patrol: 139
Kapal ranjau: 11

KEKUATAN UDARA
Total pesawat: 451
Pesawat tempur: 41
Pesawat serbu: 65
Pesawat angkut: 62
Pesawat latih: 104
Helikopter: 192
Helikopter serbu: 8

Sangat mungkin, ada kuantitas dan kualitas senjata yang biasanya dirahasiakan oleh banyak negara. Boleh jadi, RRC dan RI termasuk yang tidak membeberkan semuanya. Perlu dicatat, RRC adalah negara yang memiliki rudal nuklir “long range”.

Dalam sejarah perang modern, kekuatan angakatan udara selalu menentukan dan mendikte jalannya pertempuran demi pertempuran. RI memiliki 41 pesawat tempur dan 65 pesawat serbu. RRC memiliki 1,222 pesawat tempur dan 1,564 pesawat serbu. Yang kedua adalah kemampuan personel, terutama kemampuan tempur invidual. Selain itu, suplai juga sangat penting.

Tetapi, seperti diyakini oleh banyak orang, semangat tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) jauh lebih kuat dibandingkan orang-orang dari negara lain. Aspek ini tidak bisa diremehkan. Dan untuk Indonesia, umat yang bertauhid lumrah mengatakan kekuatan senjata bukan segala-galanya. Bahkan masalah natuna bukan hanya sekedar masalah TNI saja yang berkewajiban untuk membebaskannya. Tapi seluruh rakyat Indonesia khususnya, karena mempertahankan wilayah kesatuan juga merupakan kewajiban seorang muslim. Apabila pemimpin negeri ini mengobarkan dan membuka pintu jihad tentu semua China akan mudah dikalahkan.

Hal ini sudah dibuktikan bagaimana perang perang yang dilakukan oleh kaum muslimin sejak zaman Rasulullah SAW salah satu contohnya perang Badar bahkan sampai meraih kemerdekaan negeri ini umat islam banyak mengalami kemenangan.

Walhasil, insiden ini harus membuat pemerintah berpikir ulang tentang hubungannya dengan Cina. Dan juga dominasi Cina yang semakin menguat. Tidak hanya di ekonomi tapi juga secara penetrasi politik wilayah, dan itu dampaknya besar terhadap Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here