Ketika Tuhan Dinegoisasi Didunia dibully, Tanggung jawab akhirat menanti - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, January 27, 2020

Ketika Tuhan Dinegoisasi Didunia dibully, Tanggung jawab akhirat menanti



Jadi sorotan publik, istri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah mengklaim bahwa hijab tidaklah wajib bagi muslimah. Ia berdalih bahwasanya ada dalil-dalil lain yang diikutinya dan perkara hijab ini juga masih menjadi perdebatan antara para imam besar. Bahkan QS. An-Nur:31, ayat indikator hijab bagi muslimah dinyatakannya memiliki penafsiran kurang tepat yang terlanjur beredar di masyarakat. Sinta Nuriyah mengatakan bahwa dirinya menafsirkan secara kontekstual, sebagaimana yang dicontohkan mendiang Gus Dur dan bukan tekstual saja.


Memang dasar buah jatuh tak jauh dari pohonnya, putri Gus Dur, Inayah Wahid pun menyetujui sang Ibunda. Alasannya untuk tidak berhijab adalah bukan karena belum mendapat hidayah, melainkan karena memang jika tidaklah wajib. Inayah mengaku bahwa sang Ayah Gus Dur tidak memaksanya untuk mengenakan hijab. "Itu kan budaya", katanya. Soal penafsiran QS. An-Nur, Inayah juga mengatakan tidak boleh sembarangan menafsirkan. Keduanya lantas mengutip contoh bahwa RA Kartini dan istri-istri para Kyai NU dahulu tidak menutup aurat secara sempurna atau tidak memakai hijab. Sadar bahwa pernyataannya akan menuai kontroversi, ibu-anak tersebut menyatakan siap dibully publik.


 Opini nyeleneh but true diatas tadi bukanlah yang pertama kali menimpa kaum Muslimah. Ada saja tingkah polah provokativ yang merendah-remehkan syari'at Allah. Bisa-bisanya hukum wajibnya hijab yang belasan abad telah berlaku dan terbukti telah menjaga kehormatan para Muslimah dinyatakannya hasil salah tafsir.


.. يأيّها النّبيّ قل لأزواجكَ و بنٰتك و نسآء المؤمنين يدنين عليهنّ من جلابيبهنّ
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.. (QS.Al-Ahzab:59)
و قل للمؤمنٰت يغضضن من أبصارهنّ ويحفظن فروجهنّ ولا يبدين زينتهنّ إلّا ما ظهر منها وليضربن بخمُرهنّ على جيوبهن
"..dan hendaklah mereka menurunkan kain kerudung ke dadanya.." (QS. An-Nur:31)
merupakan ayat-ayat yang muhkam yakni jelas dan bukan mutasyabih atau samar dan butuh penafsiran khusus lebih lanjut. Bahwa Allah ta'ala mewajibkan kepada kaum Muslimah untuk berhijab menutup aurat dengan mengenakan 2 item, yakni khimar (kerudung) dan jilbab (semacam baju kurung). Bahkan kala pertama kali turun perintah hijab, Rasulullah saw. menghimbau setiap Muslimah yang hendak keluar rumah. Jikalau ada yang belum memiliki, maka sesama Muslimah lainnya meminjamkan. Sementara para Muslimah sendiri alih-alih negoisasi, saat itu juga langsung melepas kain-kain dirumah -bahkan tirai- sebagai hijab mereka. Inj juga menunjukkan betapa seorang Kepala Negara ikut andil bagaimana caranya agar setiap individu Muslim mampu menjalankan kewajiban syari'at Islam.


Lain ceritanya dengan hari ini. Karakter suatu negara cukup bisa dilihat dari kepalanya. Apalah nilai sebuah negara beraga Islamis tetapi berkepala Demokratis berotak Kapitalis.  Termasuk Indonesia, negeri yang Muslim mayoritas penduduknya. Seiring mengalirnya zaman, semakin banyak hukum-hukum syari'at yang mengalami modernisasi. Peraturan-peraturan syara' dimodifikasi berdasarkan kehendaknya sendiri. Sistem kebebasan macam ini mana mungkin mendorong terlaksananya syari'at, justru melahirkan opini-opini nyeleneh yang teradvokasi oleh public figure. Karena sayangnya, kedudukan sebagai tokoh publik tak menjamin akan pemahaman yang lurus. Padahal jelas, hukum wajibnya menutup aurat itu ada berdasarkan nash syara'  dan pandangan para fuqaha'  dalam kitab-kitab mu'tabar. Bukan asal main ambil sampel dari praktik orang-orang dahulu atau tokoh tertentu. Apalagi sampai berani siap dibully lantaran opini yang bikin massa mengelus dada gelengkan kepala.


Pohon yang rusak berguguran rantingnya, adalah karena akarnya mati. Maka banyaknya problem bercabang yang menimpa hari ini, tidak lain karena sistem yang keberhasilannya tak terbukti. Maka sebentar lagi, kesesatan-kesesatan pemikiran tak akan jadi opini. Akan kembali perisai yang telah lama hilang. 2020, habis gelap terbitlah terang.
..ثمّ تكون خلافة على منهاج النّبوّة

1 comment:

  1. Ketika Tuhan dinegpisasi didunia dibuly,akherat menanti.
    Bahasanya keren,briliant

    ReplyDelete

Post Top Ad

Responsive Ads Here