KRISTAL: The Trap - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, January 16, 2020

KRISTAL: The Trap


Tak terasa, Ahad, 12 Januari 2020, Komunitas Remaja Islam Pencinta Al-qur'an (KRISTAL) mengadakan Majelis Ta'lim (MT) remaja yang ke 18 kalinya. Seperti biasa, acara diadakan didalam aula PonPes Al-Amri, Leces, Probolinggo, dengan  MC Kak Sabiha dan Kak Syifa'. Setelah pembukan, dilanjutkan dengan sesi pembacaan ayat suci al-qur'an oleh Kak Qonita Husna Zahida, yang biasa dipanggil Kak Husna.

Kali ini,  bertepatan dengan tahun baru, KRISTAL mengambil tema 'new years trap'. "Lho..  Emangnya tahun baru ada jebakannya?", ucap Kak Fadiya yang menjadi pemateri saat itu. "Padahal tahun baru itu kan seneng-seneng, dari begadang sampai main kembang api bareng-bareng,  lalu apa jebakannnya?"lanjutnya. Hampir seluruh peserta dibuat terheran-heran oleh Kak Fadiya. .

Lalu Kak Fadiya melanjutkan, "sebagai seorang muslim yang memiliki akal,  kita harus melihat sesuatu dari latar belakangnya terlebih dahulu sebelum mengenal lebih dekat. Maka,  sebelum ikut merayakan tahun baru,  kita harus tahu latar belakangnya terlebih dahulu." Setelah itu ia menjelaskan tentang sejarah kalender masehi. Ternyata, kalender masehi dibuat pertama kali oleh kaisar romawi yang dimulai sejak kelahiran Nabi Musa as.  yang mereka sebut dengan nama Al Masih.

Setelah menjelaskan sejarah kalender masehi, barulah peserta diberi tahu tentang jebakan perayaan tahun baru. Ternyata dengan merayakan tahun baru, berarti kita telah mengikuti 3 agama sekaligus. Saat kita menyalakan kembang api, berarti kita telah mengikuti agama majusi atau zoroster yang menyembah dewa mereka,  Dewa Matahari salah satunya dengan menyalakan kembang api. Lalu jika kita meniup terompet, secara tidak langsung kita mengikuti agama nasrani. Yang terakhir, tahun baru itu sendiri adalah hari raya agama pagan yang menyembah patung,  maka tidak heran mereka bersenang-senang pada hari raya mereka. Sedangkan tidak pantas bagi kaum muslim untuk ikut merayakan hari raya agama lain.

Padahal, rasulullah Saw. telah memeringatkan kita,  bahwa barang siapa yang mengikuti suatu kaum,  maka ia adalah bagian dari kaum itu juga. Saat kaum yang dia ikuti masuk neraka,  maka ia juga akan ikut masuk neraka. "Disisi lain," lanjut Kak Fadiya, "merayakan tahun baru juga memiliki dampak buruk untuk diri sendiri. Mulai dari dapat menjadikan seseorang lalai dari sholat 5 waktu lantaran begadang semalaman, dapat menjerumuskan kedalam zina, sampai mengganggu orang lain yang sedang istirahat".

Setelah menjelaskan panjang lebar, acara dilanjut dengan sesi tanya jawab,  lalu penampilan berupa puisi oleh tim penghibur. Setelah selesai pembacaan puisi, Kak Sabikha dan Kak sebagai mc membacakan kesimpulan.  Bahwasanya, kita sebagai seorang muslim tidak boleh mengikuti tahun baru, karena jika kita ikut, maka kita serupa dengan agama yang telah disebutkan diatas. Lalu acara dilanjutkan dengan do'a penutup oleh Kak Husna. Sekarang telah genap acara ini, lalu  kalian pasti tidak menduga kan? ternyata tahun baru masehi itu tidak boleh dirayakan oleh kaum muslim. Jika kalian ingin dapat ilmu baru lainnya yang tak kalah menarik, jangan lupa ikut acara KRISTAL selanjutnya ya?.[] Wafi mu'tashimah, siswi SMAIT al-Amri.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here