Kyai Misno MT Fathul Mu'in Ngawi Jatim, Ulama ASWAJA meneladani Muhammad Al Fatih Sang Penakluk Konstantinopel. - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 15, 2020

Kyai Misno MT Fathul Mu'in Ngawi Jatim, Ulama ASWAJA meneladani Muhammad Al Fatih Sang Penakluk Konstantinopel.


Di jantung kota Ngawi terselenggara acara perayaan mengenang perayaan Penaklukan kota Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih.

Selepas Isya Ust Ilham membuka acara dengan mengajak lebih dari 250 Umat Islam yang berkumpul dengan membaca Surat Al Fatihah bersama sama. Sejurus kemudian Ust Antok Umar dengan Tartil dan merdu melantunkan Ayat-ayat Al Qur'an.

Sebagai pembicara, Kyai Misno Pengasuh MT Fathul Mu'in Paron Ngawi mengingatkan kepada jamaah tentang fase jaman yang pernah di sampaikan Rasulullah SAW, Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah bersabda:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ  فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad

Menurut hadits yang agung ini, periode pertama kekhilafahan pasca masa kepemimpinan politik nubuwwah adalah periode khilâfah ’ala minhajin nubuwwah, adalah periode Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dalam mengatur urusan umat (siyâsah). Al-Mulla Ali al-Qari (w. 1014 H) dalam Mirqât al-Mafâtîh Syarh Misykât al-Mashâbîh (VIII/3376) menjelaskan bahwa makna ’alâ minhâj al-nubuwwah, yakni metode kepemimpinan yang sesuai dengan manhaj kenabian; tegak di atas asas al-Qur’an dan al-Sunnah, serta berpegang teguh padanya dengan menegakkan keadilan.

Selanjutnya Kyai Misno memaparkan bagai mana janji Allah melalui lisan mulia Rasulullah SAW itu diperjuangkan dengan sungguh sungguh oleh kaum muslimin dan sampai akhirnya Muhammad Al Fatih bisa memenuhi janji itu. Perjuangan yang sangat dahsyat itupun tidaklah mudah, harus melewati lebih dari 50 hari pertempuran dengan ratusan ribu pasukan serta peralatan perang yang sangat canggih di jamannya..

Beliau menambahkan bagai mana usaha Muhammad Al Fatih menjadi orang yang di sampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya : “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hambal Al Musnad).

Di akhir pemaparan beliau mengajak kepada Umat Islam untuk segera meraih kemuliaan yang saat ini terpampang di hadapan Umat Islam saat ini. Kemuliaan itu adalah berjuang menegakan kehidupan Islam kembali dengan menegakan Khilafah ala minhajin Nubuah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here