Merubah Ancaman Menjadi Peluang Dakwah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, January 28, 2020

Merubah Ancaman Menjadi Peluang Dakwah


Mochamad Efendi

Dakwah ditengah ancaman memang tidak mudah, tapi jika kita ikhlas melakukannya, semua ancaman dari penguasa rezim atau orang-orang yang membenci Islam bisa dijadikan peluang untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam. Dalam sistem demokrasi ini, persekusi, kriminalisasi terhadap ajaran Islam, penistaan rasullulah dan simbol-simbol Islam terulang karena seolah tidak ada sanksi bagi pelakunya. Sementara para pengemban dakwah diawasi dan diancam mulai dari tuduhan terpapar radikalisme, sampai dengan ancaman dipermasalahkan secara hukum karena memperjuangkan khilafah, ajaran Islam.

Ancaman dan kebencian terhadap Islam yang ditunjukkan dari mulut-mulut mereka harusnya menjadi tantangan seorang pengemban dakwah. Ancaman tidak boleh membuat para pengemban dakwah surut dan mundur tapi harus bertambah semangat karena ancaman dari penguasa rezim adalah indikator keberhasilan dakwah kita. Dakwah mulai diperhitungkan dan membuat musuh Islam gusar dan mengancam. Tidak mereka mampu mengancam para pengemban dakwah yang ikhlas, bahkan merekalah yang merasa terancam. Bagaimana merubah ancaman menjadi peluang dakwah dalam membangun kesadaran umat untuk berislam secara kaffah?

Ancaman yang dilontarkan oleh penguasa adalah bentuk kekalahan dalam bernarasi karena tidak mampu memberikan argumen yang meyakinkan agar umat dengan kesadarannya mau menerima satu ide yang diyakini benar. Pengemban dakwah harus yakin kebenaran yang dibawa dan tetap menyampaikan kebenaran Islam apa adaya tanpa ada manipulasi atau modifikasi ajaran Islam dan menggunakan cara-cara yang baik seperti yang dicontohkan rasullulah . Kebenaran Islam harus disampaikan dengan sabar dan ahsan sehingga umat simpati dan menyentuh kesadarannya, bukan membuat sakit hati atau menciptakan permusuhan dan antipati. Ancaman dari penguasa tidak boleh menyurutkan semangat untuk terus berdakwah. Ancaman hanya akan semakin memperlihatkan kekalahan penguasa dengan ide-ide yang salah dipaksakan pada umat. Umat semakin sadar bahwa apa yang dikakukan penguasa dengan mempersekusi, mengkriminalkan ajaran Islam dan pengembannya adalah salah dan harus dilawan, dan diluruskan.

Kesadaran umat yang semakin meningkat membuat penguasa rezim semakin terancam sehingga mereka gusar dan menggunakan cara yang tidak baik yang membuat semua orang kehilangan kepercayaannya pada rezim. Inilah kesempatan kita untuk berdakwah dengan menyampaikan kebenaran dan mengungkap kedzaliman dan ketidakadilan yang dilakukan penguasa rezim. Semakin repressif penguasa rezim, semakin mudah kita membongkar kebobrokan rezim pada rakyat.  Hanya orang-orang yang tidak mampu berfikir cemerlang tidak mampu melihat kebenaran Islam karena mereka lebih memilih untuk mengambil hukum kufur dari pada menjadikan Islam sebagai solusi fundamental dan landasan berfikir.

Ancaman atau intimidasi juga dialami rasullulah dan para sahabat dalam perjalanan dakwah mereka. Dan itu memang sudah menjadi konsekwensi dakwah dan itu berarti semakin dekat pertolongan Allah untuk  meperjuangan kembalinya khilafah sistem sempurna yang berasal dari sang pencipta manusia, hidup dan alam semesta. Pengemban yang ikhlas harus yaqin akan datangnya pertolongan Allah dan memenangkan mereka karena janji Allah pasti dan akan terjadi.

Ancaman yang dilakukan penguasa akan memperjelas kebatilan dan kedzaliman penguasa. Ini akan mempemudah para pengemban dakwah untuk menunjukkan kebenaran Islam pada umat. Kesadaran umat semakin meningkat untuk menjadikan Islam sebagai solusi fundamental yang akan menyelesaikan seluruh masalah kehidupan yang tidak bisa diselesaikan dengan sistem rusak, demokrasi kapitalisme atau sosialisme.

Ancaman juga menyeleksi para pengemban dakwah yang ikhlas karena Allah atau yang ingin dianggap baik oleh manusia. Kita juga bisa dengan jelas melihat mana ulama' yang benar-benar memperjuangkan agama Allah atau hanya ingin mengejar perhiasan dunia yang disediakan Allah untuk menguji mereka siapa yang memiliki amalan yang lebih baik. Sebaliknya, ancaman hanya akan menguatkan pengemban dakwah yang ikhlas dan semakin jelas kebenaran dan kebatilan. Inilah peluang para pengemban dakwah untuk meluruskan sesuatu yang bengkok, pemikiran yang tidak bersumber dari hukum Islam.

Sebagai contoh semakin rezim memusuhi khilafah, bertambah jelas kebencian rezim pada ajaran Islam dan peluang bagi pengemban dakwah untuk menjelaskan pada umat bahwa khilafah adalah ajaran Islam. Kita tunjukkan dalil-dalil kuat yang menyampaikan kewajiban untuk menegakkan kembali khilafah agar semua ajaran Islam bisa diterapkan secara sempurna. Kita sampaikan pada umat bahwa khilafah adalah makhota kewajiban karena tanpa khilafah banyak kewajiban dari ajaran Islam tidak bisa terlaksana secara kaffah.

Ancaman dan kebencian dari mulut-mulut penguasa harus diluruskan dan dikembalikan kepada ajaran Islam yang sempurna. Saat penguasa mau memanipulasi ajaran Islam dengan menghilangkan salah satu ajaran Islam atau menambahkan pemikiran yang tidak berasal dari Islam serta menafsirkan dengan hawa nafsunya, tentunya ini adalah peluang dakwah bagi para pengemban dakwah yang ikhlas untuk mengembalikan ajaran Islam sesuai aslinya. Ancaman jangan membuat semangat berdakwah surut dan berhenti berdakwah. Tapi jadi ancaman adalah tantangan dan peluang dakwah sehingga kehidupan islami yang kita cita-citakan bisa diwujudkan kembali dalam kehidupan nyata.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here