Sekularisme Lebih Jahat dari Virus Corona Wuhan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, January 30, 2020

Sekularisme Lebih Jahat dari Virus Corona Wuhan

Oleh: Mochamad Efendi

Dunia terhentak dan panik karena penyebaran virus baru begitu cepat yang sebelumnya tidak diketahui, virus corona wuhan. Banyak orang menjadi korban sehingga banyak negara mengantisipasi penyebaran corona wuhan agar tidak masuk ke negerinya. Mendadak kota wuhan yang diduga menjadi asal mula munculnya virus ini seperti kota mati. Rakyat Wuhan terisolasi dan lumpuh disemua lini pelayanan publik. Rakyat Wuhan menjadi korban walaupun tidak sedikit dari mereka adalam Muslim.

Fakta menunjukkan banyak penduduk Wuhan beragama Islam sehingga ini bisa menjadi alasan bagi rezim Komunis Cina untuk mengisolasi penduduk Wuhan seperti yang dilakukan pada Muslim Uighur yang mendapat sorotan dunia. Kecaman atas kekejaman rezim Cina terus mengalir dari umat Islam di seluruh penjuru dunia yang perduli dengan penderitaan yang dialami Muslim Uighur. Benarkah penyebaran virus corona disengaja atau akibat kecerobahan yang mengakibatkan kebocoran senjata milik negara Cina? Spekulasi yang berkembang dan menyebar tentunya bukan tanpa alasan. Namun perlu diketahui umat Islam bahwa ada virus yang lebih berbahaya dari corona wuhan, yaitu virus sekularisme yang menyebar luas ditengah umat tanpa mereka sadari.

Sekularisme sungguh berbahaya karena korbannya tidak pernah menyadarinya. Mereka alergi dan memusuhi agamanya sendiri. Keyakinan harusnya dibela dan diperjuangkan bukan dinistakan. Mengaku Muslim tapi tidak mau diatur dengan syariat Islam. Mereka senang dan bangga dengan hukum kufur yang sering bertentangan  dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Orang yang terjangkiti virus ini tidak pernah menyadari dan terus menyebarkan virus jahat sekularisme kepada semua orang melalui mulutnya yang berbisa dan menyebarkan dusta.

Lebih berbahaya lagi jika yang terjangkiti virus sekularisme adalah penguasa atau pejabat yang punya kesempatan merugikan negara.  Mereka tidak rela Islam mengatur kehidupan. Mereka tidak merasa berdosa berbuat curang hidup untuk meraih kekuasaan. Mereka terbiasa mencuri uang rakyat dengan cara korupsi. Sungguh, virus sekularisme telah merugikan banyak orang, sementara yang terjangkiti virus ini, tidak merasakan apa-apa. Banyak negara bahkan membiarkan virus ini menyebar, terutama para penguasa rezim yang tidak ingin kehilangan kekuasaannya. Virus jahat sekularisme sudah menyebar diseluruh penjuru dunia. Tidak satupun negara terbebas dari virus jahat ini. Tapi tak satupun pemipin di satu negeri yang merasa perlu membentengi negerinya dari virus jahad ini.

Lalu bagaimana kita bisa kebal dan terhindar virus jahat sekularisme. Jalan satu-satunya adalah berfikir cemerlang dan cerdas dengan Islam. Berfikir cemerlang dengan mengkaitkan kehidupan sebelum dan sesudah dunia ini. Menjawab tiga pertanyaan mendasar secara cerdas dengan Islam; dari mana manusia, hidup dan alam semesta ini berasal sebelum kehidupan dunia ini, apa tujuan manusia hidup atau diciptakan, kemana kita akan kembali setelah kehidupan ini? Tentunya kita, manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Dan tujuan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah.

Menjadikan Islam sebagai landasan berfikir. Setiap permasalahan yang muncul dalam kehidupan ini harus dikembalikan pada Allah dan rasulNya. Jadi hanya dalil yang bersumber dari ajaran Islam diambil untuk menyikapi semua hal dalam kehidupan ini. Islam dijadikan solusi fundamental untuk semua masalah kehidupan.

Sebagai contoh, khilafah adalah ajaran Islam. Dan ini jelas dalilnya tentang kewajiban menegakkan khilafah. Namun, orang-orang yang terpapar virus sekularisme mengatakan tidak cocok diterapkan saat ini, Islami tapi ancaman, bahkan ada yang mengatakan haram karena mereka menggunakan dalil demokrasi, sistem yang diterapkan saat ini, bukan dalil yang bersumber dari ajaran Islam yang dibawa rasullulah. Bukankah khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang dicontohkan rasullulah?

Kehidupan Islami akan mengikis habis sekularisme dari pemahaman umat. Kehidupan Islami terjadi saat Islam diterapkan secara kaffah. Dan hanya sistem Khilafah yang mampu menerapkan Islam secara di seluruh aspek kehidupan. Sistem demokrasi hanya menyuburkan pemikiran sekularisme, sehingga kecurangan dan korupsi dianggap biasa. Sementara, rakyat selalu dikorbankan untuk memenuhi hasrat politik para pemimpin yang ingin terus berkuasa agar semakin leluasa menggarong uang rakyat. Sekularisme adalah virus jahat bahkan lebih jahat dari corona wuhan kerena kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya pada orang yang terpapar virus jahat sekularisme, tapi orang disekitarnya, bahkan dampaknya sangat besar jika yang terinfeksi sekularisme adalah pengambil kebijakan, para pemimpin di suatu negeri.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here