Tahun Baru, Asa Baru, Generasi Baru - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 1, 2020

Tahun Baru, Asa Baru, Generasi Baru

Hadi Sasongko

Tahun telah berganti, masa libur sekolah telah usai, semua akan kembali beraktifitas dengan rutinitas masing masing. Khususnya bagi yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Dimana mereka kembali ke bangku sekolah untuk menimba ilmu kembali. Mungkin dari benak para pelajar dan pendidik, hari masuk pertama kali membuat mereka seakan akan ingin libur untuk diperpanjang. Sehingga di sebagian sekolah untuk memulai aktifitas hari pertama masuk sekolah,  bersih - bersih kelas, halaman sekolah atau hanya sekedar merefresh pelajaran yang sudah dipelajari. Ibarat mesin yang lama tidak digunakan perlu pemanasan terlebih dahulu. Tampaknya begitulah rutinitas yang terjadi.

Generasi usia sekolah adalah generasi dambaan umat. Generasi muda hari ini harus tumbuh lebih baik. Merekalah yang akan memimpin dunia ini di masa 10-20 tahun mendatang. Dengan semangat dan energi yang jauh lebih produktif dari yang lainnya, potensi yang dimiliki generasi muda tidak bisa dipandang sebelah mata. Itulah mengapa arus liberalisasi lebih mengguncang generasi muda. Musuh tentu memahami betul kelemahan, potensi dan senjata ampuh untuk melumpuhkan ghirah keislaman generasi muda. Mengutip perkataan seorang tokoh, bahwa generasi muda itu ibarat aliran air di hulu yang masih bersih dan murni. Ketika ia diracuni, maka akan rusaklah seluruh aliran air tersebut.

Tidak sulit untuk mengajak kaum muda pada Islam, asal dengan ketekunan dan kesungguhan, insyaallah generasi muda akan tercerahkan. Paling tidak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama: Luruskan niat. Menanamkan Islam kepada generasi muda tentu harus diawali dengan niat yang murni karena Allah SWT. Tidak boleh terbersit niatan kotor, seperti ingin tampil eksis dan gaul di depan mereka.

Berikutnya butuh pendekatan intensif dengan menggunakan uslub-uslub menarik. Tidak ada salahnya jika sekali-kali mengajak mereka hangout sambil memberikan pemahaman Islam. Membawa mereka ke alam terbuka untuk menunjukan kebesaran Allah. Mengajak mereka ke pusat kota untuk menajamkan kepekaan sosial mereka dengan memperlihatkan penderitaan anak-anak jalanan, peminta-minta, buruknya sistem pergaulan dan sebagainya, sekaligus memahamkan bahwa Islam juga punya solusi atas semua permasalahan manusia. Bisa juga dengan membantu mereka memecahkan soal dari tugas dan pe-er-nya. Dengan begini, mereka akan merasa akrab dan menjadikan kita sebagai tempat curhat yang nyaman buat mereka.

Kita perlu memahami betul karakter, potensi dan dunia mereka. Hal ini juga penting agar kita bisa lebih mudah menggiring generasi remaja kepada Islam. Nantinya remaja akan berpikir bahwa mengkaji islam itu mengasyikkan, seru dan nyaman. Toh ternyata mengkaji Islam itu bisa membuat remaja tetap gaul dan syar'i; bahkan bisa membuat mereka cerdas dan multitalenta. Ketika kita sudah memahami betul seperti apa remaja yang sedang kita dakwahi, kita akan lebih mudah menarik hati mereka dan menentukan uslub-uslub yang cantik dan pas bagi mereka.

Tak lupa mengajak mereka ke acara-acara dakwah agar semangat dan pemahaman mereka bertambah. Lebih bagus lagi membuat mereka ikut andil dalam setiap kegiatan dakwah agar ghirah perjuangan mereka ikut terasah.

Tak lupa adalah kekuatan doa. Dengan doa, kita akan semakin mantap dalam berdakwah pada generasi muda. Dengan itu perjuangan penegakan Islam akan lebih terasa ringan karena generasi muda mempunyai potensi luar biasa untuk digerakkan di jalan dakwah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here