Bangkitlah Wahai Pemuda Islam! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, February 7, 2020

Bangkitlah Wahai Pemuda Islam!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Pemuda Muslim harus bangkit. Kondisi saat ini dibombardir peradaban sekuler yang rusak dari segala penjuru aspek kehidupan: ideologi, kepribadian, makanan, gaya hidup, film dll.

Pada saat pemuda lain menikmati masa mudanya dengan bersenang-senang, hendaknya pemuda Muslim mempunyai cara "bersenang-senang" yang istimewa, yakni menyerukan Islam dengan berdakwah. Siapa lagi yang akan melanjutkan estafet perjuangan dakwah Islam sampai syariah Islam diterapkan secara kaffah kalau bukan para pemudanya? Siapa lagi yang akan menjadi penggerak dan pionir perubahan kalau bukan pemudanya?

Mari menengok ke zaman Rasulullah saw.. Saat memimpin kaum Muslim beliau ditemani oleh banyak pemuda yang siap berjihad fi sabilillah pada usia belia. Siapa yang tak mengenal Usamah bin Zaid, putra Ummu Aiman. Pada usianya yang masih muda, ia datang mengajukan diri untuk ikut bergabung dengan barisan pasukan Perang Uhud. Namun sayang, Rasullullah saw. menolaknya karena ia masih terlalu muda untuk berperang. Namun, Usamah bin Zaid yang berusia lima belas tahun kembali mengajukan diri untuk bergabung menjadi pasukan dalam Perang Khandaq. Kali ini Rasulullah saw. membolehkannya. Pada usia delapan belas tahun, ia kembali terjun ke medan Perang Mu'tah. Karena keberanian dan kegigihannya, Rasulullah saw. mengangkat dia sebagai panglima pasukan untuk memerangi pasukan Rum pada usia belum mencapai dua puluh tahun.

Dakwah Rasulullah saw., pemuda sangat berkonstribusi besar bagi tumbuh kembangnya Islam. Saat Islam tersiar, banyak pemuda yang mengembannya dan memperjuangkannya. Saad bin Abi Waqqash masuk Islam saat berumur 17 tahun. Mush'ab bin Umair yang tersohor karena ketampanannya dan kemewahannya,  setelah masuk Islam pada usia 18 tahun, ia terkenal dengan kezuhudannya dan terlibat aktif dalam menegakkan panji-panji Islam semasa hidupnya sehingga ia syahid di medan Perang Uhud. Muhammad Al-Fatih, sang Penakluk Konstantinopel yang namanya selalu menjadi motivasi untuk menaklukkan kota Roma, adalah seorang pemuda visioner  yang memiliki semangat luar biasa. Hal itu terjadi karena keyakinan yang mendalam terhadap akidah Islam. Potret pemuda seperti inilah yang mendorong dan melejitkan dakwah Islam saat itu.

Hari ini pun pemuda memiliki peran yang  strategis dalam bernegara dan penyebaran dakwah Islam. Dengan potensi yang ia miliki, tentunya ia harus optimalkan untuk kebangkitan Islam kembali. Semangat yang mengegebu-gebu, sikap gigih, berani, bertanggung jawab, dan energi juang yang tinggi, merupakan potensi alami yang dimiliki setiap pemuda. Apalagi pemuda adalah sosok yang menjadi tumpuan masyarakat untuk memberikan perubahan. Potensi inilah yang kemudian harus mereka optimalkan bagi keberlangsungan dakwah Islam. Tentu, potensi-potensi ini harus dilandasi dengan akidah yang lurus pada Allah SWT dan konstribusi aktif dalam perjuangan dakwah Islam. Ikhlas dalam mengemban amanah, berstrategi dalam melakukan aktivitas  serta tujuannya hanya keridhaan Allah semata, bukan yang lain.

Pemuda seperti inilah yang sanggup memikul dakwah Islam dan siap menghadapi berbagai rintangan dakwah sebagai ujian keimanannya. Dengan bekal potensinya, pemuda harus terlibat dalam aktvitas politik untuk menegakkan kembali panji-panji Islam sebagai gerbong terwujudnya totalitas keimanan. Perhatian terhadap kondisi umat menjadi bagian integral dalam kehidupannya.

Hendaklah para pemuda berprinsip "InnalLaha ma'ana." Rintangan dakwah hanyalah bumbu-bumbu pemanis perjuangan. Ada agenda besar yang harus dilakukan para pemuda untuk sebuah perubahan besar pada masa depan demi terwujudya tatanan negara yang didambakan yang mampu mengembalikan kemuliaan Islam seperti 14 abad silam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here