Campur Tangan Barat Pada Konflik Suriah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, February 16, 2020

Campur Tangan Barat Pada Konflik Suriah


Ilham Efendy

Suriah masih didera penguasa diktator dan intervensi dari barat. Bila kita telaah berdasarkan berbagai berita beredar yang mengungkapkan tentang peran global dalam konspirasi terhadap bangsa kami, kaum Muslim Syam terkait revolusi mereka. Meskipun berita-berita tersebut mengungkapkan tentang konspirasi global ini, namun pada saat yang sama menunjukkan kekuatan revolusi Syam mengguncang wilayah timur tengah.

Revolusi Syam mengungkap semangat rakyat di wilayah Syam yang berjuang untuk mencapai tujuannya, yaitu mengokohkan hukum Allah dan mendirikan negara Islam di Syam. Itu semua dilakukan demi mewujudkan kabar gembira dari Rasulullah Saw: "Ketahuilah bahwa pusat negara Islam itu adalah Syam".

Ada banyak berita-berita yang mengungkapkan bahwa kekuatan global memiliki pandangan yang berbeda dalam menghadapi revolusi yang diberkahi ini, sehingga hal ini menunjukkan adanya konflik di antara mereka dalam memperluas pengaruhnya terhadap negeri-negeri kaum Muslim sejak jatuhnya Khilafah dan sebelumnya.

Fakta yang terhidang adalah memperlihatkan bersatunya kekuatan imperialis dalam menerobos revolusi umat. Barat terap memaksakan pembentukan sebuah negara sipil (sekuler) demokrasi, serta membungkusnya dengan pakaian dalil Islami, seperti yang terjadi di Mesir, Tunisia, Libya dan Yaman.

Konflik Suriah menunjukkan konflik di antara kekuatan imperialis terkait berbagai kepentingan, sekalipun mereka sepakat dalam hal strategi dan pandangan umum untuk mencegah Islam dari pemerintah dan mendirikan negara Islam, negara Khilafah. Inggris dan Prancis berusaha menyingkirkan pengaruh Amerika dari Suriah dan menggantikannya, khususnya terkait keputusan Amerika yang mengharuskan lenyapnya Bashar Assad dan rezimnya, serta kesadarannya bahwa rakyat Suriah tidak akan menerima dengan cara apapun keberadaan rezim Assad an-Nushairi.

Sementara Jerman mengadopsi strategi Amerika, serta berusaha untuk menyeret Uni Eropa di belakang krisis Suriah. Dalam hal ini, mereka semua diselimuti ketakutan akan runtuhnya semua situasi di Suriah, kemudian menarik Iran dan Turki bersamanya, serta masuknya kawasan Timur Tengah dalam konflik yang akibatnya tidak bisa diprediksi oleh Barat, yang membuat konflik di Timur Tengah semakin panjang dan padat.

Masalah yang tengah dihadapi Amerika hari ini adalah bagaimana menemukan oposisi Suriah yang percaya dengan negara sipil demokrasi, dengan topeng Islam, sehingga bisa menipu kaum Muslim, serta percaya dengan keamanan Israel dan haknya untuk eksis dan hidup di kawasan Timur Tengah sebagai sebuah entitas Yahudi Zionis, dan juga percaya dengan kepentingan Barat, Amerika, Inggris dan Prancis di Syam, khususnya di Lebanon dan sekte-sektenya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here