Kediri Kota Berprestasi, Mengapa Ditakuti? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, February 19, 2020

Kediri Kota Berprestasi, Mengapa Ditakuti?



Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si
(Koordinator LENTERA; berdomisili di Kampung Inggris, Kediri)

Belakangan ini beredar kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, agar tak berkunjung ke Kediri. Peringatan Pramono kepada Jokowi ini bahkan nampak begitu serius, karena ia seolah tak mempedulikan ketika ada komentar Pramono Anung aneh, tokoh lulusan ITB kok percaya mitos?

Alasannya, Pramono Anung percaya soal mitos lengsernya para kepala negara yang datang ke Kediri. Pernyataan itu Pramono Anung saat menghadiri peresmian rusunawa di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Lirboyo Kediri. Di depan para pengasuh pondok dan santri, Pramono Anung mengaku sempat menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk tidak berkunjung ke Kediri (15/02/2020).

Kontan, pernyataan Pramono yang juga politikus PDIP dan tercatat sebagai lulusan ITB itu disambut tawa para santri Lirboyo.

Pramono Anung harus menyampaikan hal itu menyusul rencana perhelatan Musyawarah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) ke-4 dan Reuni Akbar ke-6 Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.  Sebagai gantinya, Pramono Anung mempersilahkan para kiai untuk menunjuk menteri siapa saja yang dikehendaki untuk hadir di acara nanti.

Lalu dari mana mitos presiden lengser bila datang ke Kediri? Kisah tanah keramat ini telah dipercaya masyarakat Kediri dari tahun ke tahun, yang diikaitkan dengan keberadaan makam Prabu Jayabaya.

Satu-satunya presiden yang berani ke sini untuk membuktikan hanyalah Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Beliau akhirnya lengser juga sebelum masa jabatannya habis, kata Suratin, juru kunci Sendang Tirta Kamandanu yang menjadi bagian kompleks makam Sri Aji Jayabaya.

Sejak bertahun-tahun lalu kompleks yang menjadi petilasan atau jejak Raja Kadiri ini dikultuskan oleh masyarakat luas. Tak hanya warga Kediri, peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hilir mudik di tempat ini untuk berdoa.

Mereka meyakini jika kebesaran dan kemegahan Kerajaan Kadiri di masa lalu bersumber dari tempat ini. Berada di Desa Pamenang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, kompleks petilasan ini menjadi ikon wisata sejarah terkenal. Para peneliti dan pelajar kerap menjadikan tempat tersebut sebagai obyek penelitian sejarah. Ini lantaran kejayaan Kerajaan Kadiri di masa lampau sangat terkenal.

Menurut kaidah cocokologi ala masyarakat setempat, alias gothak-gathik-gathuk, memang ada sejumlah pejabat yang lengser setelah berkunjung ke Kediri. Sebut saja Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lengser tidak lama setelah berkunjung ke Kediri. Kemudian ada Menteri Agama era SBY, Suryadharma Ali, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus gratifikasi, setelah berkunjung ke Kediri. Juga Menpora Imam Nahrawi, yang menjadi tersangka KPK setelah setelah menghadiri acara talk show stasiun TV di GOR Jayabaya. Imam Nahrawi pun harus lengser dari jabatannya beberapa hari kemudian.

Kasus yang sama juga dialami Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Sehari setelah menghadiri konsolidasi partai di hotel Kediri, Romahurmuziy tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Surabaya. Kejadian terbaru menimpa Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. Empat hari setelah berkunjung untuk meresmikan Kantor Imigrasi Kediri, Ronny F Sompie dicopot dari jabatannya.

Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Kafabihi Mahrus mengatakan anggapan bahwa pejabat yang datang ke Kediri bakal lengser tersebut merupakan mitos. Tapi tentunya, jika mitos yang demikian sudah diyakini oleh para pejabat itu, ya malah bisa benar-benar terjadi. Karena Allah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Terlebih jika pejabat ybs sudah punya rekam jejak yang mengikis kepercayaan rakyat, tentu cukup alasan untuk membuatnya tak layak lagi menjabat.

Asal tahu saja, Kediri selama ini adalah wilayah berprestasi. Kediri bukan kota ecek-ecek. Lihat saja, dalam menyongsong perencaan dan pelaksanaan Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020-2024 Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan 10 program unggulan pada visi misi yang akan menyempurnakan pembangunan daerah. Program ini meliputi berbagai bidang, baik pemerintahan, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri mengatakan, dalam rangka mewujudkan Kota Kediri yang maju dan nyaman, Pemerintah Kota Kediri menetapkan visi RPJMD Kota Kediri tahun 2020-2024 yakni Kota Kediri Unggul dan Makmur dalam Harmoni. Yang di dalamnya terdapat 10 program unggulan yang akan mulai dilaksanakan tahun ini.

Adapun program tersebut antara lain, prodamas plus, service city card, open and clean government, asuransi kesehatan universal atau universal health coverage, home care untuk kondisi darurat, lansia dan balita. Selanjutnya pendidikan gratis dan berkualitas, pengembangan usaha milik RW atau koperasi RW, penciptaan 15.000 wirausaha baru, satu kelurahan satu Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan kampung Keren (kreatif dan independen).

Di Kediri juga banyak warga berusia produktif bonus demografinya sudah sejak tahun 2018. Karenanya, Pemerintah Kota Kediri akan mencoba menyambungkan mereka dengan market place. Saat ini yang sudah tersambung dengan kita Buka Lapak dan Gojek yang sudah mulai sounding karena mereka menginginkan UMKM bayarnya dengan Go-Pay.

Melihat masa depan Kota Kediri yang sangat menjanjikan, Wali Kota Kediri memiliki pandangan strategis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada masa depan. Capaian-capaian pembangunan di Kota Kediri akan atur supaya memiliki arah yang jelas dan tentunya berdampak bagi masyarakat.

Cita-cita Kota Kediri untuk menjadi lebih baik ke depan juga bukan menjadi omong kosong belaka. Ini dibuktikan dari prestasi yang diapat dari beberapa bidang. Banyak prestasi yang bisa dipertahankan dan tak sedikit pula yang bisa meningkat pada setiap tahun.

Adapun prestasi ini antara lain adalah meingkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri mencapai 77,13, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen, tingkat kemiskinan 7,68 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,63 persen dan inflasi di Kota Kediri yang turun diangka 1,97 persen.

Selain itu Kota Kediri juga mampu mencapai target kinerja RPJMD, dalam lima tahun ini Pemerintah Kota Kediri telah meraih beberapa penghargaan. Diantaranya, sebagai TPID terbaik se-Jawa Bali selama dua tahun berturut-turut, lima terbaik penyelenggaraan PTSP terbaik se-Indonesia tahun 2018, penghargaan sebagai kota layak anak tingkat madya, Anugerah Parahita Ekapraya (APE), adipura, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan SAKIP dengan nilai BB.

Ini baru prestasi milik Kota Kediri. Belum ditambah yang Kabupaten Kediri. Apalagi adanya kawasan Kampung Inggris yang tak kalah potensi ekonomi dan popularitasnya.

Sangat disayangkan tentunya jika Presiden tak hendak berkunjung ke Kediri, apalagi mengingat potensi dan prestasi Kediri, hanya karena mitos. Untuk urusan kekuasaan, mau lengser atau tidak, seyogyanya itu dikembalikan kepada Allah, Sang Khaliq Yang Maha Kuasa. Firman Allah SWT dalam Surah Ali Imron [3] ayat 26:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

والله أعلم بالصواب


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here