Majelis Taklim Al Hikmah Pangkur Ngawi : Bukti Iman Dan Cinta Kita Kepada Allah SWT Adalah Dengan Mengikuti/Ittiba' Kepada Rosullullah SAW Dalam Setiap Aspek Kehidupan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, February 7, 2020

Majelis Taklim Al Hikmah Pangkur Ngawi : Bukti Iman Dan Cinta Kita Kepada Allah SWT Adalah Dengan Mengikuti/Ittiba' Kepada Rosullullah SAW Dalam Setiap Aspek Kehidupan


Ngawi, Jatim,– Kajian rutin bulanan yang diselenggarakan di Masjid Al-Hikmah Pangkur Ngawi yang diasuh oleh Al Mukarrom Ustadz Muhammad Amin, Senin (03/02/2020).Ba'da maghrib, diriingi gemericik rintik hujan beliau dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa iman dan cinta kepada Allah SWT itu memerlukan sebuah bukti. Ittiba' /mengikuti Rasul Muhammad SAW adalah bukti keimanan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Lebih lanjut beliau menjelaskan kisah orang-orang kafir Quraisy, bahwasannya mereka beriman dan menyembah Allah SWT, kala itu disaat serangan tentara gajah raja Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah, mereka orang-orang Quraisy berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan Ka'bah, hal ini menjadi bukti bahwa mereka orang-orang Quraisy percaya dan beriman kepada Allah. Akan tetapi disatu sisi mereka beriman, disisi yang lain juga menyekutukanNya. Terbukti disekitar ka'bah banyak terdapat patung-patung berhala yang mereka asumsikan melalui patung-patung itu mereka lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Beriman kepada Allah tapi ingkar terhadap utusan Allah SWT Rasullullah Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah Allah "janganlah menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun". Seharusnya ketika mereka benar-benar beriman kepada Allah haruslah mengikuti apa saja yang disampaikan oleh utusan Allah, dalam hal ini Rosul Muhammad SAW, tetapi apa yang terjadi malah sebaliknya, mereka membenci, memusuhi dan mengingkari Rosul SAW sehingga laknat Allah menimpa mereka.

"Jadi bukti kita iman dan cinta kepada allah adalah dengan mengikuti/ittiba' kepada Rasullullah SAW. Ketika ada seseorang yang mengaku beriman kepada Allah SWT, tetapi tidak mengikuti apa yang dicontohkan, apa yang dibawa oleh Kanjeng Nabi SAW, berarti iman seseorang itu patut dipertanyakan". Papar beliau.

Beliau melanjutkan, baru-baru ini seorang Profesor mengatakan bahwa haram mengikuti sistem pemerintahan Rasullullah SAW (Khilafah). Ungkapan ini adalah aneh dan tak berdasar, mengingat kita diwajibkan untuk mengikuti semua ketentuan syariah yang dibawa Rasul dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam sistem pemerintahan.

"Ungkapan ini sama dengan menuduh secara keji para Khulafaur Rasyidin menjalankan sebuah keharaman karena sepeninggal Rasul, keempat sahabat ini yang meneruskan sistem pemerintahan Nabi ketika mengemban amanah Khalifah, dilanjutkan bani Umayyah, bani Abassiyah hingga Ustmaniah", tandas beliau.

Sekali lagi beliau menyampaikan bahwa mengikuti Rasul SAW dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam ranah pemerintahan adalah bukti iman dan cinta kita kepada Allah SWT. Bukti para Sahabat Nabi seperti Bilal dan keluarga Yasir dalam iman dan cintanya kepada Allah Swt dengan mengikuti apa yang dibawa Rosul termasuk perintah untuk tidak menyekutukan Allah, hal inilah yang membuat mereka para sahabat yang mulia mendapatkan siksaan keji oleh pembesar-pembesar kafir Quraish.

Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa kaum muslim harus mengikuti/ittiba' kepada Kanjeng Nabi SAW dalam hal apapun diantaranya adalah ibadah, muamalat, berpakaian, makanan, hukum-hukum dan lain sebagainya termasuk sistem pemerintahan, dengan standard syariah(dasar berpikir) halal haram atau Allah ridho apa murka. Dengan mengikuti/ittiba' Kanjeng Nabi SAW dalam setiap aspek kehidupan insya Allah dengan ridho Allah akan menjadikan keimanan kita membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here