PERNYATAAN KONTROVERSIAL KETUA BPIP MENGANCAM INTEGRASI BANGSA? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, February 11, 2020

PERNYATAAN KONTROVERSIAL KETUA BPIP MENGANCAM INTEGRASI BANGSA?


Aminudin Syuhadak
LANSKAP

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta. https://m.detik.com/news/berita/d-4895595/kepala-bpip-sebut-agama-jadi-musuh-terbesar-pancasila?utm_term=echoboxauto&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_source=Facebook

Komentar
Astaghfirullah, betapa kacau logika  kontroversial dari ketua BPIP yang baru ini. Belum lekang ingatan umat Islam atas keputusan lancangnya dengan meluluskan disertasi busuk yang membolehkan perzinahan. Hari ini dia kembali mengeluarkan pernyataan ngawur seperti kutipan dari detik.com di atas.

Bagaimana mungkin tanpa tedeng aling-aling dia menyebut agama adalah musuh Pancasila, bahkan pada paragraf sebelumnya dimuat pernyataan secara ekaplisit bahwa yang dimaksud agama itu adalah Islam, naudzubillahi min dzalik!

Jelas ini propaganda brutal kaum sekular yang jelas-jelas menodai kesucian Islam. Bahkan penulis memandang ini lebih dari sekadar penistaan. Memversuskan agama terhadap Pancasila itu sama saja menyejajarkan antara agama dengan Pancasila. Ini jelas logika cacat, not apple to apple. Dan dari perspektif aqidah ini terkategori pernyataan kufur yang berkonsekuensi batalnya status kemusliman yang bersangkutan. Seperti yang termaktub dalam firman Allah SWT:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (QS. At-Taubah : 65-66)

Belum lagi dari sudut pandang politik ketatanegaraan, pernyataan Yudian ini sangat absurd. Bukankah persepsi normatifnya adalah Pancasila bersumber dari value agama, tercermin dari sila pertama. Lalu mengapa agama didudukkan sebagai musuh agama? Bukankah ini sama dengan Yudian mengatakan bahwa seluruh produk hukum maupun perundangan- bahkan konstitusi dasar negara- yang semua diklaim bersumber dari Pancasila adalah bertentangan dengan agama, khususnya Islam?

Jika benar demikian maksudnya, maka pernyataan Yudian bisa dikategorikan: pertama, penodaan terhadap Islam dan ajaran Islam. Jelas Yudian menabrak KUHP pasal 156 (a) tentang penistaan agama. Kedua, pernyataan konyol ini memberi gambaran tegas bahwa Yudian telah mengeksploitasi Pancasila untuk menghantam golongan tertentu yang ia sebut "minoritas" dan ini adalah ancaman terhadap integrasi bangsa. Ketiga, fakta ini sekaligus menunjukkan oknum Yudian ini sama sekali tak paham Pancasila sehingga sangat tak layak menjadi ketua BPIP. Keempat, rezim dalam hal ini Jokowi menjadi sangat dipertanyakan atas dasar kredibilitas apa, kapabilitas apa atau interest apa kok bisa-bisanya mengangkat figur kontroversi yang hanya sekelas Yudian untuk menduduki jabatan ketua sebuah lembaga yang dibentuk untuk mengembalikan kesaktian Pancasila?

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here