Tentang Ulama Yang Tidak Hanya Diam Melihat Kemungkaran Umaro' - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, February 16, 2020

Tentang Ulama Yang Tidak Hanya Diam Melihat Kemungkaran Umaro'


Abu Inas (Pembina Tabayyun Center)

Rasulullah saw. bersabda:

صِنْفَانِ مِنَ النَّاسِ اِذَا صَلُحَا صَلُحَ النَّاسُ وَاِذَا فَسَدَا فَسَدَ النَّاسُ: اَلْعُلَمَاءُ وَاْلاُمَرَاءُ

Ada dua kelompok manusia, jika keduanya baik maka baiklah manusia, dan jika keduanya rusak maka rusaklah manusia: mereka adalah ulama dan umara (HR Abu Nua'im).

Saat para penguasa berperilaku lalim dan tidak bermoral, menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang Allah halalkan, maka para ulama tidak boleh hanya diam, harus mengingkari perbuatan penguasa zalim, serta menasihati para penguasa tersebut. Mereka tidak boleh berusaha "cari aman" buat dirinya.

Para ulama sejati tentu tidak berpandangan bahwa diamnya mereka di hadapan kelaliman penguasa merupakan hikmah. Kita menyaksikan sebagian ulama itu, jika memberikan nasihat dalam sebuah kesempatan, nasihatnya menghidupkan hati. Mereka dengan penuh semangat menjelaskan kerusakan sistem kapitalisme dan membongkar kelaliman penguasa. Melalui media dan mimbar-mimbar mereka tidak memuji-muji para penguasa lalim tersebut.

Para ulama sejati tentu tidak berusaha untuk "mendapat pengakuan" para penguasa lalim. Mereka tidak akan membenarkan kebohongan dan kelaliman para penguasa.

Itulah sebagian dari aktivitas ulama yang utama. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ مَثَلَ الْعُلَمَاء فِي اْلأَرْضِ كَمَثَلِ النُّجُوْمِ فِي السَّمَاءِ

Sesungguhnya perumpamaan para ulama di bumi seperti bintang-bintang di langit (HR Ahmad).

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

Ulama itu adalah pewaris para nabi (HR Abu Dawud dan Baihaqi).

Semua keutamaan itu hanya milik para ulama yang berjalan di atas kebenaran, mencintai kebaikan, melaksanakan amar makruf nahi mungkar, mengoreksi dan menasihati para penguasa, bekerja siang-malam demi kemaslahatan kaum Muslim, memperhatikan urusan-urusan umat serta siap menanggung kesulitan dan sakit demi hal itu.

Semua kemulian ini hanya milik para ulama pembela dan penjaga Islam; yang menghiasi diri mereka dengan akhlak para nabi serta mempresentasikan al-Quran dan as-Sunnah. Mereka amat memahami sabda Rasulullah Muhammad saw. sebagaimana dituturkan Imam al-Husain Ibnu Jalil ra.,"Siapa saja yang melihat penguasa lalim menghalalkan apa yang Allah haramkan, melanggar janji Allah, menyalahi sunnah Rasulullah saw. memperlakukan hamba Allah dengan dosa dan permusuhan, kemudian dia tidak merubahnya baik dengan perbuatan maupun ucapan, maka hak bagi Allah untuk memasukkan dirinya ke dalam neraka." (HR ath-Thabrani dan Ibnu al-Atsir).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here